Olahraga untuk anak diabetes
Salah satu cara untuk membuat manfaat obat diabetes bekerja lebih baik adalah dengan adanya olahraga yang mengimbangi. Olahraga memang aktifitas yang bisa membuat tubuh sehat dari luar dan di dalam, termasuk mengurangi resiko komplikasi akibat diabetes itu sendiri. Tetapi sebagian besar orangtua merasa cemas jika anaknya harus beraktifitas berat seperti olahraga. Ada kalanya anak mungkin terluka atau malah sakit akibat aktifitas. Karena obat diabetes tidak selalu bisa menjaga anak dari kemungkinan efek buruk jika terjadi kecelakaan saat berolahraga. Maka berikut ini adalah beberapa persiapan untuk menjaga kondisi anak saat akan berolahraga di luar pengawasan.
Surat dokter
Pastikan bahwa guru olahraga, wali kelas di sekolah atau pelatih olahraga mengetahui kondisi anak dengan adanya surat dari dokter yang menyatakan kondisi diabetes anak tersebut. Dengan adanya surat dari dokter, maka kondisi anak akan semakin jelas.
Informasikan langsung pada orang-orang yang bertanggung jawab di lokasi bahwa ada anak yang memiliki diabetes. Jika terjadi kondisi darurat, orang yang bertanggung jawab atau orang dewasa yang di sekitar mereka tahu harus berbuat apa atau melakukan. Pelatih atau guru olahraga harus tahu bahwa jika gula darah anak tiba-tiba menurun maka ia harus meninggalkan lapangan untuk istirahat. Kondisi gula darah yang menurun dapat terjadi jika ada peningkatan aktifitas fisik dan anak mungkin akan beristirahat untuk beberapa waktu sehingga tidak bisa meneruskan permainan.
Keperluan obat diabetes
Bekali anak dengan tas berisi keperluannya yang berhubungan dengan diabetes, termasuk pengukur gula darah, insulin, obat diabetes yang mungkin diresepkan dokter, glucagon dan beberapa snack yang mengandung gula untuk berjaga-jaga jika gula darahnya tiba-tiba turun. Masukan juga banyak air putih untuk menjaga anak dari kemungkinan dehidrasi karena aktifitas permainan berat semacam sepak bola.
Cek kembali kondisi gula darah anak sebelum mulai beraktifitas untuk memastikan perlunya obat diabetes atau snack sebelum mulai aktifitas. Jika kondisi gula darah sedang rendah sebaiknya anak mengonsumsi snack untuk membuat kondisinya lebih stabil.
Setelah olahraga
Pahami juga bahwa aktifitas fisik akan berdampak pada kondisi gula darah 12 hingga 24 jam setelah. Selalu perhatikan kondisi anak setelah olahraga panjang, terutama di malam hari untuk mencegah terjadinya hypoglikemia. Tanyakan langsung pada dokter berapa dosis insulin atau obat diabetes yang dibutuhkan jika kondisi tersebut terjadi.
Diabetes tidak akan menghalangi seorang anak dari kesenangannya untuk berolahraga seperti sepak bola yang menyenangkannya atau basket atau apapun yang menjadi hobinya. Selama dilakukan persiapan yang tepat maka ia tetap dapat melakukan hobinya berolahraga dengan aman.
Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/melihat-tanda-tanda-diabetes-pada-anak/
