YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Kadar Gula Darah Normal Dalam Tubuh

Apa Itu Gula Darah ?

Istilah gula darah yang sering kita dengar di dalam ilmu kedokteran mengacu kepada kadar glukosa di dalam tubuh, khususnya dalam darah. Konsentrasi gula darah, ataupun tingkat glukosa serum, yang diatur di dalam tubuh dengan ketat. Senyawa glukosa yang dialirkan melalui darah merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.

Sudah disampaikan pada paragraf sebelumnya, sel-sel tubuh memerlukan glukosa sebagai sumber energi. Namun Anda perlu mengatur kadar gula darah dengan mengatur makanan yang Anda makan dan juga pola hidup sehari-hari. Gangguan pengaturan glukosa dalam darah, yang mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa di dalam darah seringkali kita kenal dengan penyakit diabetes mellitus atau singkatnya diabetes saja.

 

Berapakah Kadar Gula Darah Normal Tubuh ?

Kadar gula darah normal di dalam tubuh pada waktu-waktu tertentu bisa saja naik dan turun tergantung dari perubahan kondisi tubuh, aktivitas fisik, maupun faktor pemicu lainnya.

Berikut ini merupakan kisaran kadar gula darah normal setiap waktu :

  • Setelah puasa setidaknya selama 8 jam : < 100 mg/dl
  • Sebelum makan: 70-130 mg/dl
  • Setelah makan 1-2 jam : < 140 mg/dl
  • Sesaat sebelum tidur : 100-140 mg/dl

Anda dapat melihat bahwa kisaran kadar gula yang normal dalam darah umumnya yaitu kurang dari 100 mg/dL saat puasa (sebelum makan) dan kurang dari 180 mg/dl dalam 2 jam setelah makan.

Seseorang dikatakan memiliki gula darah tinggi jika angka pemeriksaannya melonjak lebih dari 200 miligram per desiliter (mg/dL), atau 11 milimol per liter (mmol/L). Sebaliknya, seseorang dapat dikatakan gula darahnya rendah jika turun drastis di bawah 70mg/dL. Jika mengalami salah satu dari kondisi tersebut di atas dapat diartikan kadar gula darah Anda sudah tidak lagi normal.

 

Tipe-Tipe Diabetes

Secara umum Ada tiga tipe diabetes yang utama, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. (Berdasarkan Informasi Kementerian Kesehatan RI)

Diabetes Tipe 1 Tahukah Anda? Diabetes tipe 1 dikenal juga sebagai insulin-dependent diabetes. Atau seringkali disebut juga sebagai juvenile-onset diabetes, karena seringkali muncul pada masa kanak-kanak.

Pada dasarnya diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Diabetes tipe ini terjadi karena tubuh kita sendiri menyerang sel-sel pankreas dengan antibodi yang kita miliki. Orang-orang yang mengidap diabetes tipe 1 ini memiliki pankreas yang rusak dan tidak dapat membuat insulin.

Diabetes tipe 1 umumnya disebabkan oleh kelainan genetik. Namun dapat juga disebabkan oleh kerusakan sel-sel beta di pankreas yang normalnya menghasilkan insulin.

Diabetes Tipe 2 Selama berabad-abad penelitian, bentuk diabetes yang paling banyak adalah diabetes tipe 2, sekitar 95% dari semua kasus diabetes yang dialami oleh orang dewasa.

Diabetes ini dahulu dikenal sebagai adult-onset diabetes, namun dengan semakin banyaknya kejadian obesitas atau kegemukan pada anak, dan banyaknya remaja sekarang ini yang mengalami diabetes tipe 2 maka istilah tersebut berganti menjadi non-insulin-dependent diabetes.

Telah diidentifikasi pada diabetes tipe 2 ini, pankreas menghasilkan insulin secara normal, tetapi jumlahnya kurang atau sel-sel tubuh telah resisten terhadap insulin yang dihasilkan. Resistensi insulin atau hilangnya sensitivitas terhadap insulin terutama terjadi pada sel lemak, sel hati, dan sel otot.

Diabetes Gestasional Mengacu kepada diabetes yang dipicu oleh kehamilan (kehamilan bisa juga menyebabkan resistensi insulin). Biasanya didiagnosis pada pertengahan atau akhir usia kehamilan. Karena kadar gula darah yang tinggi masuk melalui plasenta ke dalam tubuh bayi dari tubuh ibunya, diabetes gestasional ini harus dikendalikan dengan hati-hati agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Risiko komplikasi yang terjadi pada bayi lebih besar daripada pada ibu di tipe diabetes ini. Risiko yang terjadi pada bayi seperti gangguan pernapasan saat lahir, berat badan meningkat secara tidak wajar, serta risiko diabetes dan obesitas yang lebih tinggi sesudah anak tersebut bertambah usia. Sedangkan risiko pada ibu meliputi komplikasi persalinan karena bayi yang terlalu besar, serta kerusakan ginjal, jantung, mata dan serabut saraf.

 

Pengobatan Diabetes

Penderita diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Penderita diabetes dan keluarganya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.

Penderita diabetes tipe 1 akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur kadar gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa penderita diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur kadar gula darah. Tambahan insulin tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta cara menyuntiknya akan diberitahukan dan diatur lebih lanjut oleh dokter.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit setiap hari. Sebelum berolah raga pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.

Bagi penderita diabetes tipe 2, Anda dapat mengurangi resiko pemakaian obat-obatan kimia dengan menggunakan obat herbal. YACONA adalah produk herbal berbentuk sediaan kapsul yang mengandung tiga macam ekstrak herbal pilihan sebagai antidiabetes. Produk ini dibuat dengan proses yang memenuhi standard CPOTB (Cara Pembuatan Obat yang Benar) dan telah mendapatkan lisensi dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor ijin edar POM TR. 183311741. Anda bisa mendapatkannya secara online melalui website:

KLIK GAMBAR

Batas Normal Gula Darah Tertinggi & Cara Menurunkannya

Apa Itu Gula Darah ?

Dalam ilmu kedokteran istilah gula darah yang sering kita dengar mengacu kepada tingkat atau kadar glukosa di dalam tubuh khususnya dalam darah. Konsentrasi atau kadar gula darah, ataupun tingkat glukosa serum, yang diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.

Gangguan pengaturan glukosa dalam darah, yang mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa di dalam darah seringkali kita kenal dengan penyakit diabetes mellitus atau singkatnya diabetes saja. Seperti yang tertulis di paragraf sebelumnya, sel-sel tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Namun Anda perlu mengatur kadar gula darah melalui asupan makanan dan pola hidup sehari-hari.

 

Berapakah Batas Normal Gula Darah Tubuh ?

Batas normal gula darah dalam tubuh bisa saja naik dan turun tergantung pada waktu, perubahan kondisi tubuh, aktivitas fisik, maupun faktor pemicu lainnya. Berikut ini merupakan kisaran kadar gula darah normal setiap waktu.

Batas Normal Gula Darah Yaitu :

  • Setelah puasa setidaknya selama 8 jam : < 100 mg/dl
  • Sebelum makan: 70-130 mg/dl
  • Setelah makan 1-2 jam : < 140 mg/dl
  • Sesaat sebelum tidur : 100-140 mg/dl

Anda dapat melihat bahwa kisaran batas gula yang normal dalam darah umumnya yaitu kurang dari 100 mg/dL saat puasa (sebelum makan) dan kurang dari 180 mg/dl dalam 2 jam setelah makan.

Seseorang dikatakan memiliki gula darah tinggi jika angka pemeriksaannya melonjak lebih dari 200 miligram per desiliter (mg/dL), atau 11 milimol per liter (mmol/L). Sebaliknya, seseorang dapat dikatakan gula darahnya rendah jika turun drastis di bawah 70mg/dL. Jika mengalami salah satu dari kondisi tersebut di atas dapat diartikan batas gula darah Anda sudah tidak lagi normal.

 

Tipe-Tipe Diabetes

Secara umum Ada tiga tipe diabetes yang utama, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. (Berdasarkan Informasi Kementerian Kesehatan RI)

Diabetes Tipe 1 Tahukah Anda? Diabetes tipe 1 dikenal juga sebagai insulin-dependent diabetes. Atau seringkali disebut juga sebagai juvenile-onset diabetes, karena seringkali muncul pada masa kanak-kanak.

Pada dasarnya diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Diabetes tipe ini terjadi karena tubuh kita sendiri menyerang sel-sel pankreas dengan antibodi yang kita miliki. Orang-orang yang mengidap diabetes tipe 1 ini memiliki pankreas yang rusak dan tidak dapat membuat insulin.

Diabetes tipe 1 umumnya disebabkan oleh kelainan genetik. Namun dapat juga disebabkan oleh kerusakan sel-sel beta di pankreas yang normalnya menghasilkan insulin.

Diabetes Tipe 2 Selama berabad-abad penelitian, bentuk diabetes yang paling banyak adalah diabetes tipe 2, sekitar 95% dari semua kasus diabetes yang dialami oleh orang dewasa.

Diabetes ini dahulu dikenal sebagai adult-onset diabetes, namun dengan semakin banyaknya kejadian obesitas atau kegemukan pada anak, dan banyaknya remaja sekarang ini yang mengalami diabetes tipe 2 maka istilah tersebut berganti menjadi non-insulin-dependent diabetes.

Telah diidentifikasi pada diabetes tipe 2 ini, pankreas menghasilkan insulin secara normal, tetapi jumlahnya kurang atau sel-sel tubuh telah resisten terhadap insulin yang dihasilkan. Resistensi insulin atau hilangnya sensitivitas terhadap insulin terutama terjadi pada sel lemak, sel hati, dan sel otot.

Diabetes Gestasional Mengacu kepada diabetes yang dipicu oleh kehamilan (kehamilan bisa juga menyebabkan resistensi insulin). Biasanya didiagnosis pada pertengahan atau akhir usia kehamilan. Karena kadar gula darah yang tinggi masuk melalui plasenta ke dalam tubuh bayi dari tubuh ibunya, diabetes gestasional ini harus dikendalikan dengan hati-hati agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Risiko komplikasi yang terjadi pada bayi lebih besar daripada pada ibu di tipe diabetes ini. Risiko yang terjadi pada bayi seperti gangguan pernapasan saat lahir, berat badan meningkat secara tidak wajar, serta risiko diabetes dan obesitas yang lebih tinggi sesudah anak tersebut bertambah usia. Sedangkan risiko pada ibu meliputi komplikasi persalinan karena bayi yang terlalu besar, serta kerusakan ginjal, jantung, mata dan serabut saraf.

 

Pengobatan Diabetes

Penderita diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Penderita diabetes dan keluarganya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.

Penderita diabetes tipe 1 akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa penderita diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur batas normal gula darah. Tambahan insulin tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta cara menyuntiknya akan diberitahukan dan diatur lebih lanjut oleh dokter.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit setiap hari. Sebelum berolah raga pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.

Bagi penderita diabetes tipe 2, Anda dapat mengurangi resiko pemakaian obat-obatan kimia dengan menggunakan obat herbal. YACONA adalah produk herbal berbentuk sediaan kapsul yang mengandung tiga macam ekstrak herbal pilihan sebagai antidiabetes. Produk ini dibuat dengan proses yang memenuhi standard CPOTB (Cara Pembuatan Obat yang Benar) dan telah mendapatkan lisensi dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor ijin edar POM TR. 183311741. Anda bisa mendapatkannya secara online melalui website:

KLIK GAMBAR

Ciri Penyakit Diabetes Yang Wajib Diketahui, Nomor 7 Sering Terlewat

Sebagai manusia kebanyakan, kita wajib menjaga kesehatan tubuh agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik serta sempurna. Namun, di tengah perjalanan tubuh Anda bisa saja mengalami gangguan. Salah satunya ketika kadar gula darah Anda naik dan ternyata diagnosis menyatakan Anda mengidap diabetes. Nah, bagaimana ciri-ciri penyakit diabetes yang perlu Anda ketahui? Baca penjelasan berikut dengan rinci.

Di dalam ilmu kedokteran, istilah gula darah merupakan sebuah makna yang mengacu kepada tingkat atau kadar glukosa di dalam tubuh khususnya dalam darah. Kadar atau konsentrasi gula darah, ataupun tingkat glukosa serum, yang diatur dengan ketat di dalam tubuh. Glukosa yang dialirkan melalui darah merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.

Gangguan pengaturan glukosa dalam darah, yang mengakibatkan terlalu banyaknya glukosa di dalam darah seringkali kita kenal dengan penyakit diabetes mellitus atau singkatnya diabetes saja. Seperti yang tertulis di paragraf sebelumnya, sel-sel tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi. Namun Anda perlu mengatur kadar gula darah melalui asupan makanan dan pola hidup sehari-hari.

 

TIPE-TIPE DIABETES

Secara umum Ada tiga tipe diabetes yang utama, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. (Berdasarkan Informasi Kementerian Kesehatan RI)

Diabetes Tipe 1 Tahukah Anda? Diabetes tipe 1 dikenal juga sebagai insulin-dependent diabetes. Atau seringkali disebut juga sebagai juvenile-onset diabetes, karena seringkali muncul pada masa kanak-kanak.

Pada dasarnya diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Diabetes tipe ini terjadi karena tubuh kita sendiri menyerang sel-sel pankreas dengan antibodi yang kita miliki. Orang-orang yang mengidap diabetes tipe 1 ini memiliki pankreas yang rusak dan tidak dapat membuat insulin.

Diabetes tipe 1 umumnya disebabkan oleh kelainan genetik. Namun dapat juga disebabkan oleh kerusakan sel-sel beta di pankreas yang normalnya menghasilkan insulin.

Diabetes Tipe 2 Selama berabad-abad penelitian, bentuk diabetes yang paling banyak adalah diabetes tipe 2, sekitar 95% dari semua kasus diabetes yang dialami oleh orang dewasa.

Diabetes ini dahulu dikenal sebagai adult-onset diabetes, namun dengan semakin banyaknya kejadian obesitas atau kegemukan pada anak, dan banyaknya remaja sekarang ini yang mengalami diabetes tipe 2 maka istilah tersebut berganti menjadi non-insulin-dependent diabetes.

Telah diidentifikasi pada diabetes tipe 2 ini, pankreas menghasilkan insulin secara normal, tetapi jumlahnya kurang atau sel-sel tubuh telah resisten terhadap insulin yang dihasilkan. Resistensi insulin atau hilangnya sensitivitas terhadap insulin terutama terjadi pada sel lemak, sel hati, dan sel otot.

Diabetes Gestasional Mengacu kepada diabetes yang dipicu oleh kehamilan (kehamilan bisa juga menyebabkan resistensi insulin). Biasanya didiagnosis pada pertengahan atau akhir usia kehamilan. Karena kadar gula darah yang tinggi masuk melalui plasenta ke dalam tubuh bayi dari tubuh ibunya, diabetes gestasional ini harus dikendalikan dengan hati-hati agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Risiko komplikasi yang terjadi pada bayi lebih besar daripada pada ibu di tipe diabetes ini. Risiko yang terjadi pada bayi seperti gangguan pernapasan saat lahir, berat badan meningkat secara tidak wajar, serta risiko diabetes dan obesitas yang lebih tinggi sesudah anak tersebut bertambah usia. Sedangkan risiko pada ibu meliputi komplikasi persalinan karena bayi yang terlalu besar, serta kerusakan ginjal, jantung, mata dan serabut saraf.

 

Berapakah Kadar Gula Normal Dalam Darah?

Sebenarnya kadar gula darah normal tidak memiliki patokan pada satu angka baku. Kadar gula darah bisa berubah-ubah, seperti saat sebelum dan sesudah Anda makan ataupun juga saat waktunya tidur.

Berikut ini kisaran kadar gula darah normal pada tubuh manusia:

  • Sebelum makan: sekitar 70-130 mg/dL
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL

Terus menerus menjaga kadar gula darah agar tetap normal sangatlah penting. Jika gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) ataupun tinggi (hiperglikemia) bisa menimbulkan dampak negatif pada tubuh Anda. Kadar gula darah di bawah 70 mg/dL maka Anda akan mengalami hipoglikemia. Dalam kondisi yang berlawanan, Anda dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL.

 

Ciri Penyakit Diabetes Yang Wajib Anda Ketahui

Meskipun diabetes telah menjadi penyakit yang umum di Indonesia, masih banyak orang yang belum memahami benar gejala dan ciri-ciri penyakit ini dengan baik.

Ciri Penyakit Diabetes umum yaitu sebagai berikut :

  1. Sering sekali buang air kecil dalam satu hari

Gejala ini menjadi semakin kuat merupakan gejala diabetes jika terjadi di malam hari, bahkan hingga membuat Anda sering terbangun di tengah malam. Dalam dunia medis, ciri-ciri ini kerap disebut dengan poliuria. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala ini lebih dari 7 kali sehari tanpa penyebab jelas, karena bisa jadi merupakan ciri-cirinya.

  1. Gampang merasa haus

Selain sering buang air kecil di atas, gejala penyakit yang paling khas adalah rasa gampang haus (polidipsia). Rasa haus ini berbeda dengan rasa haus normal, karena tidak akan hilang walaupun Anda sudah berulangkali minum. Kok bisa? Gejala ini muncul karena tubuh Anda membutuhkan asupan cairan lebih banyak untuk menggantikan air yang terbuang lewat urin. Jika Anda mengalami keadaan ini dan memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, segera cek kadar gula darah Anda. Apabila ternyata tinggi, segeralah periksa ke dokter.

  1. Cepat merasakan lapar

Cepat lapar seringkali mengacu sebagai gejala umum yang terjadi saat Anda baru saja makan berat. Ini terjadi akibat hormon insulin yang tidak bekerja secara optimal. Cobalah segera cek kadar gula darah Anda. Jika tetap tinggi, kondisi tersebut bisa jadi sebagai salah satu cirinya. Istilah medis dari gejala ini adalah polifagia, yakni menggambarkan rasa lapar berlebihan atau peningkatan nafsu makan yang tidak biasa.

  1. Berat badan menurun secara drastis

Anda tidak sedang diet namun berat badan turun terus? Secara umum, berat badan ditentukan oleh sejumlah faktor termasuk usia, asupan kalori, dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Gejala ini terjadi karena produksi insulin tidak memadai akibatnya tubuh mengambil sumber energi lain, yakni menggunakan protein dari tubuh. Gejala ini membuat tubuh memecah lemak dan otot untuk dijadikan energi. Pada akhirnya, otot dan lemak yang dipecah tersebut membuat Anda mengalami penurunan berat badan.

  1. Kulit terasa kering bahkan bersisik

Beberapa orang yang memiliki penyakit diabetes sering mengalami gejala kulit gatal dan kering, bersisik, atau pecah-pecah. Produksi zat sitokin berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan peradangan. Reaksi peradangan ini yang menimbulkan gejala kering, gatal, dan pecah-pecah muncul pada kulit pasien diabetes. Perubahan seketika yang terasa pada kulit, bisa menjadi gejala awal Anda memiliki diabetes. Umumnya ditandai dengan kulit yang menjadi gelap, bersisik, hingga muncul keriput dini.

  1. Luka yang tidak kunjung sembuh

Terjadinya gejala diabetes ini akibat tingginya kadar gula darah  sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras. Akibatnya, aliran darah kaya oksigen dari jantung menuju seluruh tubuh jadi terhambat. Padahal, bagian tubuh yang mengalami luka sangat memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah supaya lekas sembuh. Hasilnya, penyembuhan luka terbuka para diabetesi cenderung lebih lambat.

  1. Gangguan pada penglihatan

Lagi-lagi, terjadinya gejala diabetes ini disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkontrol. Tingginya glukosa darah para diabetesi dapat menyebabkan kerusakan saraf serta perdarahan di pembuluh darah mata. Kondisi gula darah yang cukup tinggi dapat memicu penumpukan protein di dalam lensa mata sehingga terjadinya proses katarak. Gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di mata terganggu bahkan pecah sehingga saraf mata (retina) tidak dapat bekerja dengan baik.

  1. Kesemutan

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kesemutan, namun dalam kasus kesemutan di bagian tangan maupun kaki serta berlangsung lama dan berulang, bisa jadi gejala kerusakan saraf yang diakibatkan oleh penyakit sistemik seperti diabetes. Dalam istilah kedokteran, munculnya gejala diabetes yang mengakibatkan kerusakan saraf ini disebut neuropati perifer. Seiring berlalunya waktu gejala neuropati perifer pasien diabetes dapat memburuk, mengakibatkan penurunan gerak bahkan bisa terjadi kecacatan.

  1. Lemas

Dua penyebab terkuat munculnya ciri-ciri diabetes ini yaitu, kadar gula darah yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Mekanisme yang terjadi sebenarnya adalah pankreas tidak dapat menghasilkan insulin dengan cukup atau jumlah insulin yang dihasilkan tidak dapat bekerja secara efektif, sehingga gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh tidak menerima asupan energi yang dibutuhkan agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal, inilah penyebab kita merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga.

  1. Infeksi jamur atau bakteri

Mikro organisme seperti kuman dan bakteri yang berada di lingkungan dengan kadar gula tinggi memiliki kemampuan untuk tumbuh dan menyebar lebih cepat. Kuman-kuman ini mendapatkan energi tambahan sehingga lebih mudah menyerang tubuh dan menimbulkan gejala diabetes. Sebagai contoh, beberapa infeksi jamur atau bakteri sebagai akibat dari gejala diabetes adalah infeksi ragi vagina, kutu air, dan infeksi saluran kencing. Segeralah berkonsultasi ke dokter jika Anda khawatir mengalami gejala diabetes yang satu ini.

  1. Gusi merah dan bengkak

Masalah pada gigi dan gusi juga kerap menjadi ciri-ciri diabetes. Diabetes memiliki kemampuan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan sistem organ Anda untuk melawan infeksi di dalam mulut. Segeralah periksa jika Anda mengalami gejala diabetes di rongga mulut berupa gusi bengkak, mudah luka dan berdarah, serta sariawan yang lama sembuhnya.

 

Beberapa Tips Menjaga Kondisi Tubuh

Jaga kesehatan tubuh Anda sebelum terlambat, tips hidup sehat berikut ini bermanfaat untuk melakukan pencegahan sebelum Anda dinyatakan mengidap penyakit diabetes :

  1. Menjaga pola makan sehari-hari

Mengatur porsi makanan dapat membantu Anda mengurangi asupan kalori sehingga pada akhirnya menurunkan lonjakan gula darah. Jika ingin Anda bisa mencoba untuk makan tiga kali sehari dengan porsi sedang, dan jika ingin mengemil, makanlah camilan sehat seperti buah. Hindari makanan junkfood dan sejenisnya.

  1. Olahraga Teratur

Rutin berolahraga dapat membantu menurunkan berat badan Anda dan meningkatkan sensitivitas hormon insulin, sehingga sel tubuh bisa menggunakan gula darah sebagai sumber energi dengan lebih efisien.

  1. Hindari stress berlebih

Saat mengalami stress, tubuh Anda akan melepaskan hormon glukagon dan kortisol. Kedua hormon ini dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat. Kurangi stress dengan melakukan yoga, relaksasi atau meditasi.

  1. Monitor kadar gula darah Anda

Bagi Anda yang sudah terdiagnosis terkena diabetes atau berisiko menderita diabetes, selalu ukur dan catat kadar gula darah Anda setiap harinya. Hal itu sangat berguna untuk mengatur jumlah makanan yang akan Anda konsumsi.

 

Bagaimana Cara Alami Mengatasi Kadar Gula Tinggi ?

  1. Kontrol Asupan Karbohidrat

Karena berfungsi sebagai sumber utama penghasil energi tubuh, karbohidrat termasuk penting. Tubuh kemudian akan memecah karbohidrat menjadi gula sederhana (sebagian besar glukosa) lalu insulin bekerja dengan memindahkan gula dari darah ke dalam sel untuk dijadikan energi. Untuk itu Anda harus memperhatikan jenis dan jumlah karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh.

  1. Perbanyak Asupan Serat

Fungsi serat yang memperlambat penyerapan gula dan pencernaan dalam tubuh dapat mengurangi lonjakan gula darah serta secara keseluruhan meningkatkan kontrol gula darah. Serat juga dapat membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan memperbaiki kontrol gula darah dan mengurangi kadar gula darah.

  1. Banyak minum air putih

Memperbanyak minum air putih merupakan salah satu cara alami menurunkan gula darah, karena bisa membantu menjaga kadar gula darah. Selain itu, minum air putih dalam jumlah cukup juga dapat membantu ginjal mengeluarkan kelebihan gula darah melalui urin.

  1. Membatasi asupan gula dengan memilih makanan rendah GI

Glycemic Index/Indeks Glikemik merupakan angka yang menunjukkan jenis karbohidrat  yang berpotensi cepat meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah, yaitu sistem peringkat makanan yang mengandung rendah karbohidrat dan dalam jangka panjang telah terbukti dapat mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

  1. Hindari stress

Anda wajib tahu, stress dapat mempengaruhi kadar gula darah! Karena itu jaga tingkat stres Anda jika ingin berhasil menurunkan gula darah. Pada saat stress, tubuh akan menghasilkan lebih banyak hormon glukagon dan kortisol, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kadar gula darah naik.

  1. Tidur dan cukup istirahat

Tidur yang berkualitas dan beristirahat yang cukup diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Kebiasaan tidur kurang baik seperti, tidur terlampau malam, menyebabkan Anda kurang beristirahat sehingga dapat memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas hormon insulin.

  1. Makan makanan kaya Kromium dan Magnesium

Kekurangan mikronutrien kromium dan magnesium dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi dan resiko terkena diabetes. Kromium membantu mengendalikan kadar gula darah melalui metabolisme karbohidrat dan lemak. Kekurangan kromium dapat menyebabkan Anda mengalami intoleransi karbohidrat dan juga kekurangan magnesium dapat meningkatkan risiko diabetes.

 

Pengobatan Diabetes

Penderita diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Penderita diabetes dan keluarganya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter gizi untuk mengatur pola makan sehari-hari.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit setiap hari. Sebelum berolah raga pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai.

Penderita diabetes tipe 1 akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa penderita diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Tambahan insulin tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta cara menyuntiknya akan diberitahukan dan diatur lebih lanjut oleh dokter.

Bagi penderita diabetes tipe 2, Anda dapat mengurangi resiko pemakaian obat-obatan kimia dengan menggunakan obat herbal. YACONA adalah produk herbal berbentuk sediaan kapsul yang mengandung tiga macam ekstrak herbal pilihan sebagai antidiabetes. Produk ini dibuat dengan proses yang memenuhi standard CPOTB (Cara Pembuatan Obat yang Benar) dan telah mendapatkan lisensi dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor ijin edar POM TR. 183311741. Anda bisa mendapatkannya secara online melalui website :

KLIK GAMBAR

Membuat Infused Water Untuk Penderita DIABETES Sebagai Herbal Ampuh

Infused water untuk penderita diabetes

Infused water untuk penderita diabetes lika-liku dalam membuatnya. Meskipun banyak obat mengklaim dirinya sebagai obat diabetes herbal ampuh, tetapi tidak semua obat tersebut mampu benar-benar menyembuhkan diabetes. Sakit diabetes tak bisa disembuhkan begitu saja, banyak faktor di luar itu yang harus diperhatikan. Misalnya saja kebutuhan olahraga, konsumsi makanan sehat dan mineral-vitamin yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu yang paling penting untuk menjaga diri dari segala macam penyakit adalah memperbanyak asupan air putih ke dalam tubuh. Meskipun semua orang tahu konsumsi delapan gelas air dalam sehari sangat baik untuk semua program diet, memperbaiki kesehatan, dan meningkatkan kinerja keseluruhan organ dalam tubuh. Namun sayang, pentingnya konsumsi air putih kerap diabaikan karena rasanya yang tawar. Melihat kondisi ini kemudian muncullah infused water yang membantu meningkatkan jumlah konsumsi air putih dengan cara menambah rasa pada air putih tawar agar lebih enak diminum.

Membuat infused water tidak susah sama sekali karena membuatnya tergantung selera masing-masing. Tetapi berikut akan ditampilkan beberapa kombinasi infused water yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Termasuk diantaranya sebagai obat diabetes herbal ampuh dibanding obat-obatan lain.

 

Mengontrol gula darah dan berat badan

Untuk menciptakan infused water untuk penderita diabetes cukup dengan mencampurkan: Jahe + mentimun + lemon + air es atau dengan kombinasi lain seperti lemon + jeruk nipis + teh hijau. Jahe, lemon dan teh hijau telah banyak disebut sebagai bahan alami untuk menurunkan kadar gula dalam darah dan mengurangi lemak yang menyebabkan kegemukan.

Detox dan anti inflamasi

Beberapa kombinasi yang dapat dibuat untuk mengurangi racun-racun dalam tubuh dan obat anti inflamasi adalah: Nanas + lemon + pomegranate. Atau jika ingin rasa yang lebih manis bisa mencoba kombinasi dari: Anggur + raspberry + mentimun. Pomegranate dan anggur banyak bermanfaat untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Meningkatkan metabolisme

Selain sebagai obat diabetes herbal ampuh, lemon dan teh hijau memiliki kandungan yang dapt meningkatkan metabolisme tubuh. Cobalah membuat infused water dengan kombinasi: Kayu manis + teh hijau + strawberry atau yang lebih mudah daun mint + lemon.

Antioksidan

Buah-buahan seperti apel, jeruk, dan berry-berryan adalah buah yang kaya akan antiokidan sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuat infused water sebagai berikut: Jeruk+ strawberry + cranberry atau blueberry + apel + raspberry.

Membuat infused water tidak harus berpatokan hanya pada resep yang sudah. Buah-buahan tersebut dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga akan banyak kreasi infused water yang bisa diciptakan.

Sumber: feminique

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/6374-2/

RANTAI KOMPLIKASI AKIBAT DIABETES

Akibat Diabetes

Diabetes Melitus merupakan penyakit kelainan metabolis dengan pusat kerusakan berupa resistensi insulin pada otot dan kegagalan sel beta pankreas. Namun lebih dari sekedar resistensi insulin dan kegagalan sel beta pankreas, akibat diabetes dapat menimbulkan komplikasi yang beragam dalam tubuh. Sebelumnya mari kita ulas mengenai kerusakan sentral diabetes yaitu resistensi insulin.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang berperan dalam regulasi gula darah atau glukosa, Insulin juga yang mengontrol glukosa dalam tubuh dan memberi sinyal pada jaringan lemak, otot, dan liver untuk mengambil glukosa dari darah. akibat resistensi insulin menjadikan gula darah atau glukosa tertumpuk dalam darah akibatnya terjadi hiperglikemia atau tingginya kadar glukosa dalam darah.

Penumpukan glukosa dalam darah ini cepat atau lambat dapat menyebabkan komplikasi. Itulah mengapa Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis dan dianggap permasalahan kesehatan serius. Selain karena Diabetes Melitus merupakan penyakit yang akan disandang seumur hidup, Diabetes Melitus juga sangat memengaruhi kualitas hidup seorang individu.

secara garis besar organ yang menjadi sasaran komplikasi akibat diabetes adalah delapan organ berikut.

Sel beta pankreas, Liver, Otot, Sel lemak, usus, sel alpha pankreas, ginjal, dan Otak.

Beberpa penyakit komplikasi pada Diabetes Melitus Kronis yang sering ditemukan adalah:

  1. Storke dan Sakit Jantung

Stroke dan Sakit Jantung menjadi risiko komplikasi akibat diabetes melitus dengan penjelasanya yaitu pada saat gula darah tinggi mengubah pola lemak kolesterol LDL mengalami kerentanan penumpukan, menghambat produksi kolesterol HDL, dan gangguan elastisitas pembuluh darah. sehingga pembuluh darah menjadi lebih mudah tersumbat. Padahal pembuluh darah coroner fungsinya untuk memberi oksigen ke jantung. Akibat jantung tidak mendapat oksigen, jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh.

  1. Kerusakan Saraf

kerusakan saraf akibat diabetes sangat mungkin terjadi. Pada kondisi kadar gula darah tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat menimbulkan gangguan saraf atau disebut neorepati yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, bahkan mati rasa. Gangguan saraf bisa terjadi dibagian saraf tubuh mana pun tapi neorepati diabetic banyak menyerang saraf kaki.Gejala neorepati diabetic pada mulanya penderita akan merasakan kesemutan, krama tau nyeri pada tungkai dan kaki. Lama kelamaan bagian tersebut mati rasa, baik terhadap nyeri maupun suhu. Kondisi mati rasa ini lah yang menyebabkan penderita diabetes tidak menyadari adanya luka. Luka di kaki yang tidak terasa itu kemudian semakin meluas hingga menimbulkan infeksi dan kematian jaringan. Selain masalah pada kaki, penderita neorepati diabetik juga dapat mengalami, Gangguan keseimbangan, Sulit menelan, Keringat yang berlebih atau malah berkurang, Disfungsi ereksi atau impotensi, Vagina kering, Penurunan libido, Sembelit atau diare, atau keduanya bergantian, Gangguan berkemih, seperti mengompol atau sulit buang air kecil, Penglihatan buram atau penglihatan ganda, Lumpuh pada salah satu sisi wajah (Bell’s palsy).

  1. Gangguan pada Ginjal

Ginjal berfungsi sebagai filter darah yang memiliki banyak sel nefron. Nefron adalah gulungan halus pembuluh darah, seperti yang kita tahu bahwa diabetes membawa gangguan terhadap pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan gangguan terhadap nefron tersebut.

Akibat diabetes proses terjadinya gangguan ginjal terjadi secara perlahan pada saat diabetes sudah kronis. Pada tahap awal kerusakan terjadi pada sistem filter ginjal yaitu urin yang dikeluarkan mengandung zat-zat penting yang semestinya tersalurkan dan diedarkan keseluruh tubuh yang membutuhkan seperti protein. Selanjutnya seiring berjalannya waktu gangguan ginjal dapat semakin serius.

  1. Gangguan kulit

Gangguan kulit dapat terjadi pada saat Diabetes Melitus. Namun rata-rata masalah gangguan kulit diabetic dapat dicegah dan diobati dengan baik apabila dideteksi sejak dini.

Masih ada banyak komplikasi-komplikasi lain yang dapat terjadi akibat diabetes. simak terus artikel-artikel kesehatan untuk menambah wawasan kesehatan sehingga kita dapat lebih waspada dan dapat mencegah penyakit sejak dini.

POLA TIDUR DAN STRESS PICU GULA DARAH TINGGI

Gula Darah Tinggi

Bagi sebagian orang menyukai mengerjakan tugas di malam hari. Atau barangkali karena memang mengalami kesulitan tidur sehingga memilih mengerjakan pekerjaan di malam hari. Sadarkah kita? Bahwa gangguan tidur dan tingkat stress berhubungan dengan Diabetes Melitus dan Picu Gula darah tinggi.

Sehingga kita perlu hati-hati apabila memiliki jadwal tidur yang kacau alias sering begadang. Tidak hanya berlaku bagi yang telah menderita diabetes melitus, akan tetapi hal ini juga berlaku bagi individu yang secara klinis memiliki kondisi tubuh yang masih sehat dan normal. Bukan tidak mungkin penyakit akan mudah menyerang, bahkan pada individu yang sudah gencar sekali menerapkan pola gaya hidup sehat rajin berolah raga, rajin periksa kesehatan, rajin mengatur pola makan, hingga menjaga efektifitas waktu istirahat masih seringkali rentan terkena penyakit. Apalagi individu yang tidak punya usaha yang bagus dalam mempertahankan kesehatan.

Tidak dapat dipungkiri tidur adalah kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup untuk mempertahankan kualitas kesehatan. Tidur merupakan kondisi istirahat yang alami. Manusia menghabiskan sepertiga waktunya untuk tidur. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan atau pola hidup. Pada saat tidur fungsi saraf motorik dan juga fungsi saraf sensorik yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan di blockade sehingga makhluk yang sedang tidur cenderung tidak bergerak dan daya respons pun menurun.

Dari sebuah penelitian disampaikan bahwa pola tidur berpengaruh terhadap gula darah dan hormon pengontrol nafsu makan. Tidur kurang dari 8 jam membawa pada peningkatan IMT (Indeks Massa Tubuh) yang berbanding lurus dengan banyaknya waktu tidur yang berkurang. Seseorang yang kehilangan waktu istirahat berupa tidur baik sebagian saja maupun total akan mengalami penghambatan kerja insulin dikarenakan terjadi peningkatan aktifitas saraf simpatik, kadar kortisol serta hormone pertumbuhan.

Tidur memiliki peran penting dalam mengatur produksi dan sensitivitas insulin, penggunaan serta toleransi glukosa terutama pada saat malam hari. Apabila hal ini terganggu maka risiko terjadinya diabetes melitus akan meningkat.

Itulah yang terjadi mengapa pola tidur dan tingkat stress saling berkaitan dan picu gula darah tinggi.

Kemudian dalam penelitian lain disebutkan juga bahwa pasien Diabetes Melitus Tipe 2 memiliki total waktu lama istirahat berupa tidur yang Panjang namun waktu tidur yang benar-benar lelap cenderung sedikit sehingga dapat disimpulkan bahwa efisiensi tidurnya atau kualitas tidurnya menjadi buruk. Hal tersebut disebabkan oleh karena Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 mengalami Poliuria dan nocturia yaitu sering buang air kecil pada malam hari. Mengakibatkan pasien harus terbangun saat terasa ingin buang air kecil berkali-kali disela-sela kegiatan tidur.

Kualitas tidur yang buruk memberikan dampak stress pada tubuh, tingkat stress akan lebih naik lagi dengan adanya perasaan terganggu dengan gejala diabetes berupa poliuri, polidipsi, dan nocturia yang secara umum dialami oleh penderita Diabetes Melitus. Dalam kondisi seperti ini peran keluarga sangat penting karena keluarga adalah sebuah sistem support yang dibutuhkan. Sebagai Support sistem otomatis ketika mengambil sikap acuh tak acuh, cuek, atau bahkan memberikan tekanan pada penderita diabetes akan membuat penderita diabetes semakin stress akhirnya memicu gula darah naik. Yang dibutuhkan penderita diabetes adalah keluarga yang  dapat membantu mengurangi stress yaitu dengan cara memotivasi, memberikan simpati dan empati, bahkan membantu menemukan solusi terbaik. Dengan begitu gula darah tinggi tidak semakin naik dan diabetes melitus pun terkendali.