YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-Peptide

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-PeptideCara mengetahui tipe diabetes anda dengan lebih akurat adalah dengan melakukan Uji C-Peptide. Mengapa kita perlu mengetahui tipe diabetes yang kita miliki? Tipe diabetes seseorang perlu diketahui karena hal itu akan menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana penanganannya. Hal ini dikarenakan untuk setiap tipe diabetes, akan berbeda cara penanganannya. Dengan mengetahui tipe diabetes anda, maka kemungkinan kesalahan dalam penanganan sehari-hari dapat dihindari.

Ada kekeliruan dalam masyarakat kita pada saat ini megenai tipe-tipe diabetes. Ada beberapa yang menyatakan terbagi menjadi diabetes tipe basah dan diabetes tipe kering. Faktanya, dalam dunia medis tidak mengklasifikasikan diabetes dengan tipe basah dan kering seperti yang disebutkan sebelumnya. Secara medis, tipe diabetes dibagi menjadi : Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Diabetes tipe 3 atau MRDM (Malnutrition Related Diabetes Mellitus), Diabetes tipe 4 atau Gestasional Diabetes Mellitus.

Selain keempat tipe di atas, ada juga diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya. Misalnya penyakit liver atau hati. Untuk tipe-tipe diabetes, telah dibahas dalam artikel lain. untuk lebih dalamnya, mengenai tipe tersebut, silahkan cek DI SINI.

Baca juga :

Cara Mengetahui Tipe Diabetes dengan Uji C-Peptide

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui tipe diabetes adalah dengan melakukan pemeriksaan C-peptide. Yang dimaksud dengan pemeriksaan C-Peptide adalah pengukuran kadar C-Peptide dalam darah dan urin. C-peptide merupakan produk sampingan dr pankreas ketika memproduksi insulin. Kadar dari C-peptide berbanding lurus dengan produksi insulin. Pada umumnya, ketika kadar C-Peptide tinggi, maka itu artinya insulin yg diproduksi pankreas juga tinggi. Begitupun sebaliknya apabila kadar C-peptide rendah, maka produksi insulin pun juga rendah. Namun pada pengidap diabetes, kemungkinan besar akan memiliki kadar yang berbeda. Hal inilah yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan tipe diabet yang diidap oleh pasien.

Secara medis, pemeriksaan C-peptide tidak hanya digunakan untuk mengetahui tipe diabetes saja, namun juga membantu dalam diaknosa lainnya. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari pemeriksaan C-peptide.

  1. Diagnosis Hipoglikemia;
  2. Membantu dalam klasifikasi DM;
  3. Penentuan fungsi sel beta dalam kondisi DM;
  4. Evaluasi kelengkapan proses pankreatektomi.

Persiap Diri

Untuk melakukan test C-Pepsida, biasanya pasien membutuhkan persiapan-persiapan khusus. Persiapan tersebut akan dapat berbeda untuk setiap kasus yang ada. Hal tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia dan alasan melakukan pemeriksaan C-Pepsida. Anda mungkin akan diminta untuk berpuasa sebelum melakukan pemeriksaan tersebut. Anda juga mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat yang biasa anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter anda mengenai persiapan yang diperlukan apabila anda akan melakukan pemeriksaan ini.

Cara mengetahui tipe diabetes dengan menganalisa Hasil Uji C-Peptida

Informasi berikut hanya berfungsi sebagai panduan. Selalu konsultasikan dengan dokter anda untuk mendapatkan hasil yang tepat tentang kondisi diabetes anda.

Hasil Pemeriksaan C-Peptida dapat digolongkan dalam tiga klasifikasi, yaitu:

Normal
Kisaran normal untuk pemeriksaan C-peptida adalah 0,51-2,72 nanogram per mililiter (ng/mL). Kisaran ini juga dapat dinyatakan sebagai 0,17-0,90 nanomoles per liter (nmol/L).

Rendah
– Kadar C-Peptida yang rendah dan kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi indikasi diabetes tipe 1.
– Kadar C-Peptida dan glukosa darah yang rendah dapat menjadi indikasi penyakit hati atau liver, infeksi berat, atau penyakit Addison.

Tinggi
Kadar C-peptida yang tinggi dengan kadar gula darah yang rendah dapat menjadi indikasi dari resistensi insulin, diabetes tipe 2. Atau disebut juga sindrom Cushing. Kadar C-peptida yang tinggi tetapi kadar glukosa darah yang rendah, mungkin juga sebagai akibat dari insulinoma (tumor pankreas). Kecuali apabila pengaruh obat penurun kadar gula darah.

Sekian artikel kali ini. Apapun tipe diabetes yang anda miliki, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan gaya hidup sehat. Hindari rokok, alkohol serta junkfood. Mulailah mengatur pola makan dan asupan nutrisi anda sesuai dengan kebutuhan anda sendiri. Rajin berolahraga dapat menjaga vitalitas tubuh anda. Hindari stress karena hanya akan menambah situasi tidak baik untuk anda. Tetap semangat dan seringlah berkumpul dengan keluarga.

Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya : 

Penyakit Diabetes Bisa Disembuhkan Seutuhnya..?

Penyakit Diabetes bisa disembuhkan setelah para ilmuwan menemukan bahwa gumpalan beracun dari sel berhenti memproduksi hormon insulin.

Para ilmuwan di Universitas Manchester telah menemukan bahwa penyakit diabetes tipe 1 dan tipe 2 didorong oleh mekanisme dasar yang sama. Temuan menunjukkan bahwa kedua bentuk terjadi ketika amylin hormon mulai mengumpul, sel sekitarnya, dan mencegah mereka dari memproduksi insulin.

Insulin adalah penting untuk memindahkan gula dari aliran darah ke otot dan jaringan lemak untuk menyediakan energi. Tapi terlalu sedikit insulin memungkinkan tingkat berbahaya glukosa untuk membangun dalam darah, menyebabkan kerusakan pada jantung ginjal, mata dan saraf.

Namun temuan baru bisa membuka jalan dengan obat diabetes yang menghentikan amylin build-up di tempat pertama atau membubarkan rumpun yang sudah ada.

Lebih dari tiga juta orang di Inggris telah didiagnosis penyakit diabetes, dengan angka diperkirakan lima juta orang pada tahun yang akan datang. Sebagian besar penderita (85 persen) memiliki penyakit diabetes tipe 2, yang terkait dengan obesitas, pola makan yang buruk dan gaya hidup menetap. Lebih dari 70.000 kematian per tahun terjadi di antara mereka yang menderita kondisi – satu dari tujuh dari seluruh kematian.

Diabetes tipe 1 pada umumnya tidak dapat disembuhkan. Penyakit Diabetes yang biasanya dimulai di usia anak-anak ini disebabkan oleh tidak diproduksinya insulin karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas (disebut sel beta) yang menghasilkan insulin. Penderita diabetes tipe 1 harus menyuntikkan insulin secara rutin agar bertahan hidup.

Sebaliknya, penyakit diabetes tipe 2 bisa disembuhkan asalkan belum terlanjur parah. Penyembuhan diabetes lebih dikenal sebagai pembalikan (reversing), yaitu membalikkan perkembangan penyakit ke posisi sebelum diabetes. Istilah pembalikan ini lebih disukai daripada penyembuhan karena diabetes tipe 2 adalah penyakit progresif, yang semakin lama semakin parah bila tidak dikelola. Selain itu, penyakit ini bukan disebabkan oleh suatu infeksi atau penyebab tertentu yang bisa diobati lalu kemudian sembuh total. Diabetes tipe 2 bisa diibaratkan seperti istri atau suami yang pencemburu. Dia akan selalu setia menemani Anda dan akan “rewel” minta perhatian apabila Anda tidak menjalani hidup sesuai kemauannya!

Bagaimana diabetes 2 berkembang?

Sebelum membahas bagaimana cara membalikkan diabetes tipe 2, mari kita pahami bagaimana diabetes tipe 2 berkembang. Penyebab paling umum dari diabetes tipe 2 adalah kelebihan berat badan, yang umumnya mengikuti pola lingkaran setan sbb:

  • Anda terbiasa mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, lemak jenuh dan lemak trans, namun rendah serat, vitamin dan mineral.
  • Asupan karbohidrat tinggi menyebabkan tubuh memacu produksi insulin yang berperan untuk memasukkan gula dalam darah sebagai sumber makanan ke dalam sel-sel.
  • Kelebihan karbohidrat disimpan sebagai lemak di sekitar perut, termasuk di sekitar liver dan pankreas.
  • Kadar insulin yang terus tinggi dan timbunan lemak menyebabkan sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin (diperlukan insulin lebih besar untuk memasukkan jumlah gula yang sama ke sel-sel tubuh).
  • Resistensi insulin menyebabkan lonjakan kadar gula, terutama setelah makan.
  • Pankreas memproduksi lebih banyak lagi insulin untuk mengatasi lonjakan kadar gula darah.
  • Kadar gula yang tinggi di dalam darah menyebabkan perasaan lesu dan kadar insulin tinggi menyebabkan rasa lapar.
  • Rasa lesu membuat malas beraktivitas dan rasa lapar sering mendorong makan berlebihan.
  • Kurang aktivitas dan terlalu banyak makan menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan resistensi insulin lebih lanjut.
  • Sel-sel pankreas yang terus-menerus digenjot untuk memproduksi insulin ekstra akhirnya akan kelelahan dan kemudian rusak.
  • Kelelahan dan kerusakan sel-sel pankreas ini menyebabkan produksi insulin menurun, dan kadar gula darah meningkat tajam, yang menyebabkan gejala diabetes  seperti rasa lelah, haus, dan sering buang air kecil.

 

Ingat bahwa meskipun kelebihan berat badan berkaitan erat dengan pengembangan diabetes tipe 2, tidak semua orang memiliki toleransi yang sama. Ada orang yang mengalami diabetes setelah BMI di atas 40, ada pula yang sudah timbul diabetesnya dengan BMI 25.

Memutus siklus perkembangan diabetes tipe 2

Untuk membalikkan perkembangan diabetes, Anda harus memutus siklus di atas dengan beberapa langkah sbb:

  • Pilih makanan yang ramah diabetes

Yaitu yang tidak mengandung banyak karbohidrat dan karbohidratnya lebih lambat diserap oleh tubuh. Semakin sedikit karbohidrat yang Anda makan, semakin sedikit insulin yang tubuh Anda perlukan. Demikian pula, semakin lambat karbohidrat  diserap, semakin santai kerja pankreas untuk memasok insulin. Cepat lambatnya karbohidrat dari suatu makanan diserap ke dalam darah diukur dengan apa yang disebut indeks glikemik.  Sebagai pedoman mudah, pilihlah makanan yang tinggi serat, kaya buah-buahan dan sayuran berwarna-warni, dan rendah gula dan tepung. 

Batasi porsi nasi putih Anda, kalau bisa gantilah dengan nasi beras merah atau ubi-ubian berserat. Hindari makanan yang mengandung tepung putih seperti roti, sereal dan kue-kue. Begitu pula semua makanan yang mengandung sirup fruktosa, pemanis buatan (aspartam, sorbitol , dll),  dan minyak terhidrogenasi (yang menjadi asam lemak trans dalam aliran darah), seperti kebanyakan kerupuk, keripik  dan keju olahan.

Atur waktu makan Anda

Pilih makanan yang kaya protein untuk sarapan Anda setiap hari, seperti telur, susu kedelai, tahu dan tempe. Ambil kudapan ramah diabetes setiap 4 jam untuk menjaga kadar insulin dan glukosa darah normal dan mencegah lonjakan glukosa karena “makan besar” Anda terlalu banyak. Selesaikan makan setidaknya 2 – 3 jam sebelum tidur.

Olah raga secara teratur

Lakukan latihan aerobik 30-60 menit, 5- 6 kali seminggu. Latihan Anda harus cukup intensif sehingga mencapai target denyut jantung latihan yang disarankan.Olahraga dan aktivitas fisik akan membakar lemak dan menurunkan resistensi insulin. Selain itu, tentu saja, juga baik untuk kesehatan Anda secara umum.

Kelola stres

Stres berperan besar dalam ketidakseimbangan gula darah. Stres dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan berat badan, meningkatkan peradangan, dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes . Jadi sangat penting untuk mengelola stres dengan berbagai teknik seperti beribadah, pijat, latihan pernapasan, menikmati hobi, dll.

Gunakan obat jika diperlukan

Sejumlah obat dapat membantu membalikkan diabetes. Ada beberapa jenis obat-obatan  untuk diabetes, masing-masing dengan efek berbeda. Kadang-kadang dokter meresepkan obat kombinasi.  Obat kelas biguanida seperti metformin berkhasiat meningkatkan sensitivitas insulin. Obat kelas sulfonilurea seperti Glibenklamida berkhasiat merangsang produksi insulin oleh pankreas. Obat-obatan ini dapat berdampak buruk dalam jangka panjang sehingga pemberiannya harus dengan pengawasan dokter.

Puasa Dapat Mencegah Pradiabetes dan Diabetes Mellitus

Berpuasa secara teratur meningkatkan metabolisme dan mengurangi risiko penyakit. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang telah mengembangkan pradiabetes.

Penyebab utama diabetes adalah terlalu banyak makan dalam jangka panjang. Perlu diketahui bahwa tubuh menyimpan gula setelah kita makan untuk digunakan nanti. Bentuk penyimpannya ada dua, yaitu glikogen untuk digunakan dalam jangka pendek dan lemak untuk jangka panjang. Ketika tubuh sudah menyimpan terlalu banyak cadangan gula, tambahan gula yang tidak dapat disimpan akan membanjiri darah. Cara termudah agar stok cadangan gula kembali turun sehingga dapat menyimpan tambahan gula adalah dengan berpuasa. Semakin sering berpuasa, semakin cepat kita sembuh dari diabetes.

Dr Jason Fung menunjukkan betapa hebatnya “konsep baru” dalam pengobatan diabetes ini dengan bukti-bukti pasien yang sembuh setelah menjalani puasa. Satu contohnya adalah pasien bernama Richard, yang telah memiliki diabetes dengan berbagai komplikasi. Dalam 5 minggu setelah menjalani puasa yang intens (intense dietary management), dia benar-benar bebas dari obat dan sembuh sepenuhnya dari diabetes. Demikian pula dengan pasien-pasien lain dari Srilanka, Filipina, China, dll yang kembali sembuh dalam 5 minggu.

Pradiabetes

Pradiabetes adalah kondisi metabolik di mana kadar glukosa darah sudah naik tetapi belum mencapai level yang khas untuk diabetes. Penyandang pradiabetes belum terkena diabetes, perubahan gaya hidup seperti penurunan berat badan dan olahraga dapat mencegah perkembangannya menjadi diabetes.

Kini telah diketahui ada strategi yang lebih efektif untuk mencegah pradiabetes menjadi diabetes: dengan berpuasa. “Puasa memiliki potensi untuk mencegah diabetes di masa depan,” kata pemimpin studi Benjamin Horne. Dokter dari Intermountain Medical Center di Murray tersebut selama bertahun-tahun telah mempelajari efek berpuasa teratur pada kesehatan. Dalam studi sebelumnya, dia menemukan bahwa orang-orang yang selama bertahun-tahun secara teratur berpuasa – biasanya karena alasan agama – memiliki risiko rendah untuk terjangkit diabetes atau penyakit jantung koroner.

“Kita telah mengetahui untuk beberapa waktu bahwa puasa itu sehat – tetapi mekanisme biologis di balik itu baru kita temukan sekarang” dia menjelaskan.

Orang Berisiko Diabetes

Untuk penelitian awal, para relawan merekrut dua belas orang laki-laki dan perempuan yang memiliki berat badan normal yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Mereka semua sudah memiliki pradiabetes, yang merupakan prekursor diabetes. Hal ini berarti gula darah puasa mereka di atas nilai 100 mg/dL. Selain itu, masing-masing peserta memiliki salah satu faktor risiko tambahan berikut:

  • lingkar pinggang yang relatif besar
  • kadar trigliserida tinggi
  • rendahnya kadar kolesterol HDL yang baik

Selama periode enam minggu, para peserta berpuasa seminggu sekali selama 24 jam. Selama berpuasa mereka hanya minum air.

Penurunan Kolesterol

Bahkan setelah waktu yang relatif singkat itu, efeknya nyata: kadar kolesterol secara keseluruhan turun sampai dua belas persen.

Setelah 10-12 jam berpuasa, tubuh menggunakan sumber energi lain sebagai glukosa darah, tulis para peneliti. “Kami percaya bahwa yang digunakan adalah kolesterol,” kata Horne – dan terutama kolesterol jahat LDL di dalam sel-sel lemak. Hal ini pada akhirnya dapat mengurangi resistensi insulin dari sel-sel, mekanisme penting untuk pengembangan diabetes.

Resistensi insulin adalah kurangnya sensitivitas sel-sel tubuh terhadap hormon insulin, yang diperlukan untuk memasukkan gula ke dalam sel-sel. Untuk mengatasi hal ini, pankreas harus menghasilkan insulin dalam jumlah lebih banyak. Akhirnya, ketika pankreas mencapai batas maksimal kemampuannya, tingkat gula darah naik. Pradiabetes kemudian berubah menjadi diabetes tipe 2.

Sel Dalam Modus Perlindungan Diri

Peningkatan katabolisme kolesterol LDL selama berpuasa bisa membalikkan proses ini, kata para peneliti. Selain itu, sel-sel tubuh berada dalam mode perlindungan diri di saat kita berpuasa sehingga mengoptimalkan fungsi mereka – dan lebih sensitif terhadap insulin. Para peserta juga kehilangan berat badan, yang berkontribusi pada peningkatan kontrol metabolik.

Dalam penelitian selanjutnya, mereka ingin mengetahui berapa lama dan seberapa sering orang harus berpuasa untuk mendapatkan manfaat dari berpuasa.

Daun Yakon Sebagai Antidiabetes dan Indeks Glikemik

[cmsms_row data_width=”boxed” data_padding_left=”3″ data_padding_right=”3″ data_color=”default” data_bg_position=”top center” data_bg_repeat=”no-repeat” data_bg_attachment=”scroll” data_bg_size=”cover” data_bg_parallax_ratio=”0.5″ data_padding_top=”0″ data_padding_bottom=”50″][cmsms_column data_width=”1/1″][cmsms_text animation_delay=”0″]

Daun Yakon nama botaninya Smallanthus sonchifolia, tanaman asal Pegunungan Andes, Peru bisa untuk atasi kencing manis atau diabetes (Yakon dibaca: yakong).

Disinyalir daun yakon insulin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan aman di konsumsi. Pohonnya mempunyai bunga berwarna kuning ( seperti bunga matahari) dan gampang sekali di tanam. Dapat tumbuh di daerah panas maupun bernuansa dingin seperti di daerah puncak.

Menurut Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor), Yakon kaya dengan insulin dimana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar.

Pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers, mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya 35% free dan 25% terikat. Sehingga karbohidrat tetap didapat meskipun konsentrasi gula darah rendah. Keadaan inilah yang mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia (over-aktivitas) dan karenanya dengan konsumsi Yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah. Itu berarti yacon secara alami terbukti rendah kalori.

Diungkapkan pula apabila sebuah stoples sirup Yakon dibandingkan dengan stoples madu berukuran sama, Yakon mengandung setengah kalori lebih rendah yang mana tidak akan menaikkan level glukosa darah. Selain itu, oligofructose menghasilkan bakteri menguntungkan dalam usus besar (prebiotik). Sebagaimana kita ketahui, minuman prebiotik modern seperti yogurt harus sengaja ditambahkan kandungan oligofructose-nya untuk mencapai manfaat yang sama, namun Yacon sudah memiliki kualitas sama secara alami. “Ini adalah makanan diet dan makanan diabetes,” kata Michael Hermann.

Efek hipoglikemik-penurun gula darah-Yakon juga pernah diuji oleh Manuel J Aybar dari Departamento de Biologia del Desarrollo, Universidad Nacional de Tucuma, Argentina. Sebanyak 20 gram daun Yakon kering dilarutkan pada 200 ml air yang dididihkan selama 20 menit. Setelah dingin, ramuan disaring. Peneliti Yakon itu juga menemukan jika daun Yakon digunakan sebagai teh, akan memiliki efek untuk mengurangi puncak kadar gula ketika kita menyantap makanan manis atau yang mengandung karbohidrat. Kadar gula yang tinggi merupakan masalah terbesar dari seorang penderita diabetes karena tubuh tidak bisa memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang biasanya digunakan untuk memproses makanan.

Daun Insulin

Diabetes merupakan penyakit yang harus diwaspadai masyarakat Indonesia. International Diabetes Federation menyebutkan, Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes di dunia. Diabetes merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh pola hidup terutama pola makanan selain disebabkan pula oleh faktor keturunan.

Salah satu terapi untuk mengobati diabetes adalan dengan insulin. Tetapi tahukah Anda bahwa di Indonesia terdapat sebuah tanaman yang dikenal dengan sebutan Daun Insulin yang juga sangat ampuh dalam mencegah dan mengobati diabetes secara alami.

Sebenarnya ada dua jenis tanaman yang disebut Daun Insulin yaitu daun Paitan (banyak juga yang menyebutnya dengan rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait atau harsaga). Sedangkan yang satu lagi adalah Daun Yakon (dibaca: yakong) atau Smallanthus Sonchifolius merupakan tanaman asli dari Amerika Benua dari pegunungan Andes di Peru. Tanaman ini memang baru dikebunkan di Indonesia kira-kira 2-3 tahun lampau sehingga namanya masih asing.

Yakon memiliki umbi yang memiliki kandungan gizi yang baik dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Umbi Yakon berwarna cokelat berbentuk mirip singkong. Daging umbi putih kekuningan dan manis. Daunnya mirip dengan daun seledri yang dapat tumbuh hingga 3 meter.

Menurut para peneliti, Yakon kaya dengan insulin. Setiap unitnya mengandung gula fruktosa yang tidak dapat dicerna namun dapat difermentasikan oleh usus besar.

Kandungan fruktosa yakon adalah 25% terikat dan 35% free. Sehingga dengan keadaan inilah dapat mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia. Mengkonsumsi Yakon tidak akan memungkinkan untuk terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah . Itu juga berarti bahwa yakon secara alamiah terbukti memiliki kalori rendah.

Yakon memiliki efek hipoglikemik sehingga  dapat menurunkan gula darah. 20 gram daun yakon kering dilarutkan dengan 200 ml air yang dipanaskan selama 20 menit. Setelah airnya dingin, ramuannya disaring kemudian bisa diminum.

Daun yakon yang digunakan sebagai teh memiliki efek mengurangi puncak kadar gula saat kita menyantap makanan yang manis atau mengandung banyak karbohidrat.

Karbohidrat dan Glukosa

Sistem pencernaan makanan memecah karbohidrat menjadi gula sederhana yang disebut glukosa. Gula sederhana ini kemudian dibawa ke setiap sel melalui aliran darah Anda. Pankreas mengeluarkan hormon insulin yang mengontrol penyerapan glukosa darah ke dalam sel-sel. Setelah di dalam sel, glukosa akan ‘dibakar’ bersama dengan oksigen untuk menghasilkan energi. Otot, otak, dan sistem saraf tergantung pada glukosa sebagai bahan bakar utama mereka untuk membuat energi. Otak menggunakan 70 persen dari glukosa darah yang tersedia. Jika sel-sel otak Anda kekurangan glukosa, kemampuan mental Anda akan terganggu dan karena otot-otot Anda dikendalikan oleh otak, Anda akan merasa lemah dan gemetar. Sistem saraf yang kekurangan glukosa dapat membuat Anda merasa lelah, lamban bereaksi dan lesu. Kondisi kekurangan glukosa darah ini disebut hipoglikemia

Tubuh mengubah kelebihan glukosa dari makanan menjadi bentuk lain yang disebut glikogen, yang disimpan di dalam jaringan otot dan hati. Rata-rata orang dapat menyimpan sekitar 400 gram glikogen (1/3 di hati, 2/3 di otot). Ketika tubuh Anda membutuhkan lebih banyak energi, hormon kedua yang disebut glukagon disekresi oleh pankreas. Hormon ini mengubah glikogen menjadi glukosa kembali, yang kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh sel-sel Anda.

Indeks glikemik

Semakin lambat pelepasan glukosa ke dalam darah, semakin stabil dan berkelanjutan tingkat energi bagi tubuh. Semakin sederhana karbohidrat, semakin cepat glukosa dilepaskan ke dalam darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan tingkat gula darah yang cepat dan ketikdakstabilan tingkat energi di dalam tubuh.

Untuk mengukur kecepatan konversi karbohidrat menjadi glukosa, setiap makanan yang mengandung karbohidrat dapat dinilai pada skala yang disebut indeks glikemik (GI/glycemic index). Skala ini memeringkat makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan efek terhadap kadar gula darah selama periode waktu tertentu, biasanya dua jam. Makanan yang mengandung karbohidrat dibandingkan dengan glukosa murni (meskipun kadang-kadang digunakan roti putih sebagai makanan referensi), yang diberi skor GI = 100. Karbohidrat yang memecah dengan cepat selama proses pencernaan memiliki indeks glikemik tinggi (GI lebih dari 70). Karbohidrat yang perlahan-lahan melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah memiliki indeks glikemik rendah (GI kurang dari 55). Makanan dengan karbohidrat sederhana memiliki skor GI tinggi, sedangkan makanan berkarbohidrat kompleks umumnya memiliki skor GI lebih rendah.

[/cmsms_text][/cmsms_column][/cmsms_row]