YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Kontroversi Pemakaian Obat Alami Untuk Diabetes

obat alami untuk diabetes

Pengantar Obat Alami Untuk Diabetes

Sejak dahulu kala, obat herbal atau obat diabetes yang berasal dari alam paling ampuh dan banyak dipakai oleh orang tua kita.

Kini, kita juga banyak diberi kemudahan dan dimanjakan oleh berbagai obat herbal yang sudah siap dikonsumsi.

Daripada repot membuat obat dari buah atau bagian tanaman berkhasiat lainnya, dan masih terasa sangat pahit, saat ini berbagai obat herbal sudah ada dalam bentuk kapsul, teh, tablet, dll.

Tinggal minum, rasa enak atau tidak berasa pahit, praktis, mudah untuk jadi sehat.

 

Opini Obat Alami Untuk Diabetes Yang Beredar di Masyarakat

Namun dibalik kemudahan-kemudahan tersebut, obat herbal diabetes seringkali dianggap sebagai obat yang kurang aman secara medis oleh banyak dari kita.

Mulai dari pengolahan maupun pembuatannya yang kerap dianggap tidak higienis, sampai keamanannya ketika dikonsumsi.

Alasannya, peredaran suplemen herbal tidak diatur seketat obat-obatan medis oleh BPOM.

Padahal ramuan obat herbal yang diracik dari dedaunan tanaman, kulit kayu, buah, bunga, dan akar-akaran wangi dan lain-lain telah digunakan sejak zaman nenek moyang untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

 

Fakta Yang Benar Tentang Obat Alami Untuk Diabetes

Menurut Prof. Maksum Radji, Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Universitas Indonesia, agar sebuah obat herbal bisa dinyatakan aman,

produk tersebut haruslah terlebih dulu dibuktikan secara ilmiah keamanannya melalui serangkaian uji klinis, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas sub-akut, uji toksisitas kronik, dan uji teratogenik, dilansir dari Kompas.

Obat herbal juga harus diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, monitoring efek samping, dan interaksinya dengan senyawa obat lain.

Sayangnya, kebanyakan obat herbal yang beredar di Indonesia tergolong dalam kategori jamu dan OHT (Obat Herbal Terstandar). Keduanya merupakan jenis obat tradisional yang belum terbukti keamanannya berdasarkan uji klinik.

Khasiat OHT hanya dapat dibuktikan sejauh eksperiman pada hewan lab. Hasil percobaan praklinik inilah yang seringkali dijadikan dasar bahwa obat herbal dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Sementara itu, jamu yang biasanya menggunakan rebusan kombinasi rempah dan variasi resep turun temurun tidak memiliki dosis dan indikasi yang pasti.

 

Bagaimana Cara Memilih Obat Herbal Yang Aman ?

Seperti yang sudah tercantum di atas, agar sebuah obat herbal bisa dinyatakan aman, produk tersebut haruslah terlebih dulu dibuktikan secara ilmiah keamanannya melalui serangkaian uji klinis, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas sub-akut, uji toksisitas kronik, dan uji teratogenik.

Untuk ini perlu dilakukan waktu penelitian dan proses pendaftaran obat herbal yang cukup panjang.

Baca Juga : Cara Mudah Mengenali Obat Herbal Dengan Standar Keamanan Badan POM

 

Obat Herbal Diabetes Daun Yakon

Tanaman obat herbal diabetes yang belum banyak dikenal ini bernama Yakon.

Daun Yakon dengan nama tumbuhan Smallanthus sonchifolia, berasal dari Pegunungan Andes, Peru dapat Anda pakai untuk mengatasi kencing manis atau diabetes (Yakon dibaca: yakong).

Yakon tetap aman dan dapat digunakan meskipun konsentrasi gula darah Anda rendah karena kandungan fruktosanya sebesar 35% dalam keadaan bebas dan 25% terikat dalam bentuk senyawa.

Ungkap seorang pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers

 

Daun yakon yang dapat digunakan sebagai teh memiliki efek mengurangi puncak kadar gula saat Anda menyantap makanan yang manis atau mengandung banyak karbohidrat.

Jika Anda tertarik mencoba teh dari tanaman obat diabetes daun yakon, silahkan KLIK DISINI untuk memesan produk kami.

Produk-produk Yakon dari PT Natura Alam Persada telah dibuktikan secara ilmiah keamanannya melalui serangkaian uji klinis, antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas sub-akut, uji toksisitas kronik, dan uji teratogenik.

Cara Mengatasi Hiperglikemi Dengan Obat Penurun Diabetes

obat penurun diabetes herbal

Mengenal Hiperglikemia (Glukosa Darah Tinggi)

Hiperglikemia adalah istilah teknis ketika kadar glukosa darah (gula darah) Anda tinggi. Glukosa darah tinggi yang terjadi ketika tubuh memiliki terlalu sedikit insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.

 

Apa Penyebab Hiperglikemia?

Berikut ini sejumlah hal yang dapat menyebabkan Anda mengalami hiperglikemia:

  • Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, Anda mungkin tidak menyuntikkan cukup insulin.
  • Jika Anda memiliki diabetes tipe 2, tubuh Anda mungkin memiliki cukup insulin, tetapi tidak berfungsi efektif sebagaimana mestinya.
  • Anda makan lebih banyak atau berolahraga kurang dari yang telah direncanakan.
  • Anda mengalami stres yang berasal dari penyakit, seperti pilek atau flu.
  • Anda memiliki stres lainnya, seperti konflik keluarga atau masalah sekolah atau pasangan.
  • Anda mungkin pernah mengalami fenomena fajar “dawn phenomenon” (lonjakan hormon yang diproduksi tubuh setiap hari sekitar pukul 04:00-05:00 pagi).

 

Apa Gejala Hiperglikemia?

Tanda-tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Kadar glukosa dalam darah tinggi
  • Tingginya kadar gula dalam urin
  • Sering buang air kecil
  • Rasa haus/keinginan minum meningkat

Bagian dari pengelolaan diabetes Anda adalah dengan memeriksa kadar glukosa darah Anda.

Tanyakan kepada dokter seberapa sering dan apa harus memeriksa kadar glukosa darah Anda.

Memeriksa kadar gula darah Anda untuk mengontrol glukosa darah yang tinggi pada awal terjadinya akan sangat membantu Anda menghindari masalah yang terkait dengan hiperglikemia.

 

Mengenal Obat Penurun Diabetes

Obat diabetes yang beredar di Indonesia saat ini sangat banyak jenisnya. Ada yang berasal dari herbal maupun murni bahan obat kimia sintetis.

Obat diabetes yang berasal dari herbal secara jangka panjang relatif lebih aman jika digunakan sesuai aturan karena kandungan zat kimia sintetisnya lebih sedikit.

Obat diabetes terbuat dari herbal dapat mengontrol kadar gula darah Anda dengan baik dan tidak menyebabkan hiperglikemia, misalnya seperti Yakon.

 

Yakon Aman Digunakan Sebagai Obat Penurun Diabetes

Pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers,

mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya sebesar 35% dalam keadaan bebas dan 25% terikat dalam bentuk senyawa.

Karena itu yakon tetap aman dan dapat digunakan meskipun konsentrasi gula darah Anda rendah maupun tinggi.

Baca Juga : Yakon Tidak Menyebabkan Hiperglikemia Walaupun Mengandung Gula

Tanaman Obat Diabetes Ini Belum Banyak Dikenal Namun Jangan Tanya Khasiatnya

tanaman-obat-diabetes-langka

Banyak tanaman obat diabetes herbal dan rempah-rempah yang umum kita kenal diklaim memiliki khasiat menurunkan kadar gula darah.

Hal ini membuat tanaman-tanaman tersebut berguna bagi orang-orang dengan atau berisiko tinggi sebagai penderita diabetes tipe 2.

Sejumlah studi klinis yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hubungan potensial antara pengobatan herbal dan peningkatan kontrol kadar gula darah.

Sebagai hasil akhirnya, meningkatkan jumlah penderita diabetes yang menggunakan bahan-bahan ‘alami’ untuk membantu mengelola kadar gula darah mereka.

 

Apa Saja Sumber Pengobatan Alami Yang Bisa Kita Gunakan?

Beberapa sediaan dan tanaman obat ini berdasarkan hasil penelitian telah terbukti memiliki khasiat sebagai anti diabetes meliputi:

  • Lidah buaya
  • Ekstrak Bilberry
  • Bitter melon
  • Kayu manis
  • Biji Klabet
  • Jahe
  • Okra

 

Sementara pengobatan seperti ayurveda dan oriental (pengobatan dari China) untuk mengobati kondisi serius seperti diabetes umum digunakan dalam pengobatan,

banyak ahli kesehatan dari dunia Barat tetap skeptis mengenai manfaat kesehatan bahan-bahan alami ini.

Apapun alasan Anda untuk menggunakan tanaman tertentu sebagai pengobatan alami,

Anda harus selalu mendiskusikan rencana pengobatan Anda dengan tim dokter dan ahli diabetes untuk memastikan obat alami tersebut aman digunakan dengan dosis yang sesuai.

 

Beberapa Tanaman Obat Yang Umum Kita kenal

Tanaman serta turunannya yang tercantum di bawah ini telah digunakan secara tradisional oleh banyak orang dalam pengobatan diabetes, di daerah di mana mereka tumbuh.

Banyak orang yang menggunakannya dengan dasar pengetahuan yang kurang memadai.

 

Tanaman Obat Diabetes dari Allium sativum (Bawang putih)

Allium sativum lebih dikenal sebagai bawang putih, selain memiliki sifat antioksidan bawang putih juga memiliki efek mikro-sirkulasi (memperlancar aliran darah).

Meskipun beberapa studi telah langsung terkait allium dengan kadar insulin dan glukosa darah, hasilnya positif.

Bawang putih dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, meningkatkan produksi dan memperlambat penurunan kadar insulin.

Namun bagaimanapun juga data penelitian yang ada terbatas, dan diperlukan uji coba lebih lanjut.

 

Tanaman Obat Ginseng

Ginseng merupakan nama kolektif untuk berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda.

Dalam beberapa penelitian dengan menggunakan ginseng Amerika, dilaporkan adanya penurunan kadar gula darah puasa.

Termasuk dalam penelitian tersebut varietas lain seperti ginseng Korea, ginseng Siberia, dan ginseng Jepang.

Dalam beberapa penelitian, khususnya jenis Panax, dilansir sebagai ‘obat-semua penyakit.’

Sama halnya seperti banyak rempah-rempah lain yang digunakan dalam pengobatan penderita diabetes, penelitian jangka panjang lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi khasiat ginseng.

 

Tanaman Obat Trigonella foenum graecum (Biji Klabet)

Trigonella foenum graecum dikenal sebagai biji kelabet dan banyak ditanam di India, Afrika Utara, serta sebagian dari Mediterania.

Biji klabet juga merupakan bagian dari pengobatan ayurverdic, dan digunakan secara luas dalam resep masakan.

Dari beberapa uji coba (tanpa kontrol positif) yang telah dilakukan pada penderita diabetes tipe 2, dilaporkan yang paling signifikan adalah peningkatan kontrol glikemik kadar gula darah.

Tentunya ini membutuhkan studi lebih lanjut.

 

Tanaman Obat Diabetes Yang Belum Banyak Dikenal

Tanaman obat diabetes yang belum banyak dikenal ini bernama Yakon.

Daun Yakon dengan nama tumbuhan Smallanthus sonchifolia, berasal dari Pegunungan Andes, Peru dapat Anda pakai untuk mengatasi kencing manis atau diabetes (Yakon dibaca: yakong).

 

Pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers,

mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya sebesar 35% dalam keadaan bebas dan 25% terikat dalam bentuk senyawa.

Karena itu yakon tetap aman dan dapat digunakan meskipun konsentrasi gula darah Anda rendah.

 

Daun yakon yang dapat digunakan sebagai teh memiliki efek mengurangi puncak kadar gula saat Anda menyantap makanan yang manis atau mengandung banyak karbohidrat.

 

Jika Anda tertarik mencoba teh dari tanaman obat diabetes daun yakon, silahkan KLIK DISINI untuk memesan produk kami.

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus

Yakon (Smallantus sonchifolius) adalah bahan ramuan yang populer dalam beberapa tahun terakhir karena beberapa penelitian medis menunjukkan efek positifnya pada tikus diabetes. Daun yakon berasal dari amerika selatan. Di daerah asalnya, tanaman ini  digunakan untuk mengontrol gula darah. Tanaman yakon sangat baik bagi diabetes karena memiliki kandungan flavanoids, antioksidan, dan fructooligosaccharides.

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus

Yakon (Smallanthus sonchifolius) adalah tumbuhan perdu berasal dari Peru, tepatnya di Pegunungan Andes. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 1350 MDPL dan kelembapan yang tinggi. Lebar daunnya dapat mencapai 30 cm. Ketinggian perdu tumbuhan ini mencapai 2 meter. Kuncup daun yang berwarna merah keunguan merupakan indikator tumbuhan ini memiliki kualitas daun yang bagus. Ciri khas lain dari tanaman Yakon adalah berumbi, batang dan daun bagian bawah berbulu tipis, serta setiap kali tumbuh daun, selalu berpasangan berhadapan.

Studi Klinis Awal Daun Yakon Dan Diabetes

Hasil Yang Mengejutkan
Journal of Ethnopharmacology menerbitkan sebuah studi klinis pada tahun 2001 yang melibatkan pemberian rebusan teh dari daun yakon ke tikus yang telah diinduksi dengan diabetes. Tikus diberikan 10% dari teh yakon dengan suntikan atau melalui makan. Satu dosis tunggal sudah cukup untuk mengurangi kadar glukosa darah pada tikus, tetapi tidak memiliki efek secara signifikan pada diabetesnya.

Namun, ketika botol air tikus dipenuhi dengan teh yakon (bukan dengan air biasa) selama tiga puluh hari, kadar glukosa darah tikus diabetes menurun secara signifikan. Selain itu, tikus diabetes mengalami penurunan berat badan pada angka berat tubuh sehat. Tingkat insulin dan fungsi ginjal membaik. Para ilmuwan tersebut berkesimpulan bahwa teh daun yakon memang memiliki efek positif pada tingkat insulin, dan pada saat itu sangat mendorong penggunaannya pada manusia penderita diabetes.

Studi klinis kedua

Antusiasme untuk Daun Yakon
Tim kedua ilmuwan melakukan percobaan pada tikus diabetes dengan berbagai ekstrak daun yakon pada tahun 2010. Diterbitkan dalam Interaksi CHEMICO-Biological, studi klinis ini diuji glukosa dan insulin tingkat darah tikus diabetes dengan lima komposisi yang berbeda dari ekstrak daun yakon selama delapan minggu. Setelah delapan minggu pada ekstrak daun yakon, insulin dan kadar glikemik dalam tikus diabetes telah terkontrol. Sekali lagi, para peneliti sangat antusias tentang daun ini dalam pengobatan diabetes.

Uji Praklinis di Indonesia

Simposium
Penelitian di Indonesia dilakukan oleh tim Hady Anshory T. hasil penelitian tim ini telah disimposiumkan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 15 Maret 2014. Penelitian tersebut menggunakan sebanyak 36 ekor tikus jantan sebagai subyek uji. Tikus-tikus tersebut dibuat menjadi diabetes dengan menyuntikan suatu zat kimia yaitu streptozotocin (STZ). Tiga hari setelah disuntik dengan (STZ), tikus diberikan ekstrak daun ini setiap hari selama 16 hari. Hasil penurunan kadar gula darah tikus seperti pada grafik berikut:

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Penjelasan hasil :

Setelah tikus disuntik dengan STZ terjadi peningkatan kadar glukosa darah sampai 500 mg/dl (padahal normalnya adalah 90-120 mg/dl) dalam waktu 3 hari. Setelah diberikan treatment dengan ekstrak daun yakon 120 mg/kgBB setiap hari selama 16 hari terjadi penurunan kadar gula darah sampai 72%, sedangkan tikus yang tidak diberi ekstraknya (kontrol negatif) kadar gula darahnya terus meningkat. Disamping itu jika dibandingkan dengan tikus yang diberi obat antidiabetes glibenklamid (kontrol positif), penurunan kadar gula darah hanya mencapai 17%. Hal ini menunjukkan bahwa efek penurunan kadar gula darah ekstrak daun yakon sangat kuat.

Ekstrak daun ini ternyata mampu memperbaiki sel beta pangkreas yang rusak, hal ini terlihat dari tabel hasil pengamatan sel beta pangkreas normal setelah ditreatment dengan ekstrak daun berkhasiat ini.

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Kandungan Antidiabetes pada Daun Yakon

Senyawa Sonchifolin, Polimatin B, Uvedalin dan Enhidrin; sebagai antidiabetes melalui dua mekanisme, yaitu menghambat proses glikogenolisis dan glukoneogenesis. Penghambatan proses glikogenolisis dan glukoneogenesis tersebut mengaibatkan adanya penghambatan pembentukan glukosa dalam tubuh.

Senyawa antioksidan asam chlorogenic, asam cafeic, dan asam ferulic; sebagai penghambat radikal bebas yang merusak organ tubuh termasuk pankreas.

Senyawa melampolide; sesquiterpen lakton yang menghambat pembentukan nitric oxide (NO) (gas radikal bebas yang mudah larut dan berumur pendek). Hal ini mencegah kerusakan sel beta pankreas, hal ini berarti senyawa sesquiterpen lakton melampolide juga memiliki mekanisme sebagai antioksidan untuk melindungi sel beta pankreas.

Semoga bermanfaat.

 

YAKON – KEMBALI SEHAT, KEMBALI BAHAGIA

YAKON – KEMBALI BAHAGIA 

Yakon - Kembali Bahagia
Andjarwati N.Basundoro

Andjarwati N.Basundoro

Kebahagiaan adalah hak setiap mahluk Tuhan di atas muka bumi ini. Kebahagian bisa berasal dari mana saja. Setiap mahluk juga bisa merasa bahagia dengan cara yang berbeda. Dalam segala kondisi kehidupan, selalu ada sisi bahagia di situ.Tinggal bagaimana mahluk tersebut menyikapi rasa bahagianya.

Persepsi bahagia bagi setiap individu berbeda-beda. Hal ini mempengaruhi individu tersebut dalam menyikapi arti sebuah rasa bahagia. Beberapa individu mungkin akan merasa bahagia jika dia memiliki materi yang berlimpah. Ada seloroh dari beberapa orang, yang mungkin kebanyakan dari kita juga mengamininya. Yaitu kebahgiaan dari materi yang berlimpah, sifatnya tidak akan kekal. Bagiama hidup dengan harta materi yang banyak tetapi kita diserang sakit atau mengidap penyakit? Nah..

Beberapa dari kita merasa kesehatan adalah salah satu sumber dari rasa bahagia yang tidak ternilai harganya. Berbicara tentang kesehatan, banyak sekali anjuran tertulis maupun lisan bahwa kesehatan harus di jaga. Kesehatan adalah harta kekayaan yang tidak terhingga yang di anugerahkan Tuhan kepada mahluknya, khususnya manusia.

Bagaimana jika kita tiba-tiba terkena diabet? 

Salah satu penyakit yang kini menjadi keresahan khalayak adalah diabetes mellitus atau kencing manis. Penderita penyakit ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Lewat sebuah laporan penting, WHO memperingatkan kasus penyakit ini meningkat empat kali dari 108 juta di tahun 1980 menjadi 422 juta orang di tahun 2014.

Sudah banyak tulisan atau rujukan yang membahas tentang penyakit satu ini. Baik itu seputar penyakit, pencegahan ataupun pengobatannya. Memang penyakit ini tidaklah secara langsung mengakibatkan kematian. Tetapi penyakit ini berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Komplikasi yang ditimbulkan dari serangan penyakit ini akan mengantar pada kematian.

Diabetes, salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan salah satu organ tubuh manusia ini bukannya tidak bisa kita hindari. Pencegahan utama jelas datang dari diri kita sendiri. Individu yang dari awal sadar diri akan kesehatan dan berusaha menerapkan pola hidup sehat, kemungkinan besar akan bisa terhindar dari penyakit ini. Seperti apa pola hidup sehat itu. Secara sederhana, dengan makan makanan sehat, tidur teratur, olahraga teratur.

Sudah banyak pakar kesehatan yang membahas tentang hal ini, kita bisa mengaksesnya di laman-laman popular,  media social dsb. Bahkan ada laman atau web yang secara khusus mengulas tentang pola hidup sehat dan yang berhubungan dengan itu.

Bagaimana jika kita sudah terlanjur terkena penyakit ini?

Sebelum abad ke 20 penyakit ini banyak menyerang individu di atas usia 50 th. Tetapi seiring kemajuan jaman, justru penyakit ini sudah menyerang individu di usia muda. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan pada usia anak-anak.

Penelitian-penelitian terus dilakukan untuk menanggulangi penyakit ini. Baik itu secara medis maupun non medis atau herbal. Selain menggunakan obat kimia ada berbagai macam tanaman dan ramuan jamu sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia yang dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah.

Salah satu tanaman yang dipercaya dapat menstabilkan kadar gula darah adalah daun yakon. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hady Anshory ini diyakini memiliki kandungan yang berkhasiat menstabilkan gula darah secara efektif dan efisien.

Yakon

Adalah Hady Anshory, seorang dosen farmasi UII Yogyakarta, yang melakukan uji ilmiah tentang yakon pada tahun 2011. Dari hasil uji ilmiah ini menyatakan ekstrak daun yakon (Smallantus sonchifolius) memiliki fungsi menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki sel beta pankreas pada penderita diabet.

Yakon - Kembali Sehat, Kembali Bahagia
Yakon – Kembali Sehat, Kembali Bahagia

Nah, dari hasil penelitian ini ditindak lanjuti menjadi sebuah produk bernama Ekstrak Yaccon Plus oleh PT. Natura Alam Persada Yogyakarta. Ini jadi harapan baik bagi masyarakat, bahwa ada alternatif pengobatan kencing manis dengan daun yakon. Bahkan masyarakat dimudahkan dalam konsumsinya dengan produk jadi dari ekstrak daun yakon ini dalam bentuk kapsul dan teh celup.

Produk herbal yang dijamin 100% alami ini dikombinasi dengan daun meniran dan daun sambiloto. Daun meniran (Phyllantusniruni) ditujukan untuk meningkatkan system imun tubuh sehingga penderita diabet tidak mudah terserang komplikasi penyakit terutama infeksi luka. Kasus yang sering terjadi pada penderita diabet. Sementara daun sambiloto (Andrographispaniculata) adalah tanaman purba yang sangat terkenal lama berperan membantu menurunkan gula darah. Dari ketiga daun ini akan bersinergi membantu menurunkan gula darah.

Sedangkan dalam bentuk teh, komposisi dikombinasi dengan daun meniran dan jahe. Selain untuk memberikan sensasi yang harum dan hangat, jahe juga berperan untuk meningkatkan dan menjaga stamina tubuh.

Oleh karena itu, para penderita diabet, masyarakat luas marilah kita raih kembali kebahagian hidup seperti belum terkena diabet dengan obat alternatif ini. Dari berbagai testimoni, sudah banyak yang membuktikan  sendiri daun memiliki efek yang sangat bagus. Dari efek-efek positif yang dirasakan tubuh setelah mengkonsumsi yakon perasaan bahagia akan hadir dan semangat hidup akan menyala kembali.

Salam Yakon

Daun Yakon Sebagai Antidiabetes dan Indeks Glikemik

[cmsms_row data_width=”boxed” data_padding_left=”3″ data_padding_right=”3″ data_color=”default” data_bg_position=”top center” data_bg_repeat=”no-repeat” data_bg_attachment=”scroll” data_bg_size=”cover” data_bg_parallax_ratio=”0.5″ data_padding_top=”0″ data_padding_bottom=”50″][cmsms_column data_width=”1/1″][cmsms_text animation_delay=”0″]

Daun Yakon nama botaninya Smallanthus sonchifolia, tanaman asal Pegunungan Andes, Peru bisa untuk atasi kencing manis atau diabetes (Yakon dibaca: yakong).

Disinyalir daun yakon insulin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan aman di konsumsi. Pohonnya mempunyai bunga berwarna kuning ( seperti bunga matahari) dan gampang sekali di tanam. Dapat tumbuh di daerah panas maupun bernuansa dingin seperti di daerah puncak.

Menurut Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor), Yakon kaya dengan insulin dimana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar.

Pakar penelitian Yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers, mengungkapkan Yakon sendiri kandungan fruktosanya 35% free dan 25% terikat. Sehingga karbohidrat tetap didapat meskipun konsentrasi gula darah rendah. Keadaan inilah yang mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia (over-aktivitas) dan karenanya dengan konsumsi Yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah. Itu berarti yacon secara alami terbukti rendah kalori.

Diungkapkan pula apabila sebuah stoples sirup Yakon dibandingkan dengan stoples madu berukuran sama, Yakon mengandung setengah kalori lebih rendah yang mana tidak akan menaikkan level glukosa darah. Selain itu, oligofructose menghasilkan bakteri menguntungkan dalam usus besar (prebiotik). Sebagaimana kita ketahui, minuman prebiotik modern seperti yogurt harus sengaja ditambahkan kandungan oligofructose-nya untuk mencapai manfaat yang sama, namun Yacon sudah memiliki kualitas sama secara alami. “Ini adalah makanan diet dan makanan diabetes,” kata Michael Hermann.

Efek hipoglikemik-penurun gula darah-Yakon juga pernah diuji oleh Manuel J Aybar dari Departamento de Biologia del Desarrollo, Universidad Nacional de Tucuma, Argentina. Sebanyak 20 gram daun Yakon kering dilarutkan pada 200 ml air yang dididihkan selama 20 menit. Setelah dingin, ramuan disaring. Peneliti Yakon itu juga menemukan jika daun Yakon digunakan sebagai teh, akan memiliki efek untuk mengurangi puncak kadar gula ketika kita menyantap makanan manis atau yang mengandung karbohidrat. Kadar gula yang tinggi merupakan masalah terbesar dari seorang penderita diabetes karena tubuh tidak bisa memproduksi atau menggunakan insulin, hormon yang biasanya digunakan untuk memproses makanan.

Daun Insulin

Diabetes merupakan penyakit yang harus diwaspadai masyarakat Indonesia. International Diabetes Federation menyebutkan, Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes di dunia. Diabetes merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh pola hidup terutama pola makanan selain disebabkan pula oleh faktor keturunan.

Salah satu terapi untuk mengobati diabetes adalan dengan insulin. Tetapi tahukah Anda bahwa di Indonesia terdapat sebuah tanaman yang dikenal dengan sebutan Daun Insulin yang juga sangat ampuh dalam mencegah dan mengobati diabetes secara alami.

Sebenarnya ada dua jenis tanaman yang disebut Daun Insulin yaitu daun Paitan (banyak juga yang menyebutnya dengan rondo semoyo, kembang bulan, kayu paik, kipait atau harsaga). Sedangkan yang satu lagi adalah Daun Yakon (dibaca: yakong) atau Smallanthus Sonchifolius merupakan tanaman asli dari Amerika Benua dari pegunungan Andes di Peru. Tanaman ini memang baru dikebunkan di Indonesia kira-kira 2-3 tahun lampau sehingga namanya masih asing.

Yakon memiliki umbi yang memiliki kandungan gizi yang baik dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Umbi Yakon berwarna cokelat berbentuk mirip singkong. Daging umbi putih kekuningan dan manis. Daunnya mirip dengan daun seledri yang dapat tumbuh hingga 3 meter.

Menurut para peneliti, Yakon kaya dengan insulin. Setiap unitnya mengandung gula fruktosa yang tidak dapat dicerna namun dapat difermentasikan oleh usus besar.

Kandungan fruktosa yakon adalah 25% terikat dan 35% free. Sehingga dengan keadaan inilah dapat mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia. Mengkonsumsi Yakon tidak akan memungkinkan untuk terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah . Itu juga berarti bahwa yakon secara alamiah terbukti memiliki kalori rendah.

Yakon memiliki efek hipoglikemik sehingga  dapat menurunkan gula darah. 20 gram daun yakon kering dilarutkan dengan 200 ml air yang dipanaskan selama 20 menit. Setelah airnya dingin, ramuannya disaring kemudian bisa diminum.

Daun yakon yang digunakan sebagai teh memiliki efek mengurangi puncak kadar gula saat kita menyantap makanan yang manis atau mengandung banyak karbohidrat.

Karbohidrat dan Glukosa

Sistem pencernaan makanan memecah karbohidrat menjadi gula sederhana yang disebut glukosa. Gula sederhana ini kemudian dibawa ke setiap sel melalui aliran darah Anda. Pankreas mengeluarkan hormon insulin yang mengontrol penyerapan glukosa darah ke dalam sel-sel. Setelah di dalam sel, glukosa akan ‘dibakar’ bersama dengan oksigen untuk menghasilkan energi. Otot, otak, dan sistem saraf tergantung pada glukosa sebagai bahan bakar utama mereka untuk membuat energi. Otak menggunakan 70 persen dari glukosa darah yang tersedia. Jika sel-sel otak Anda kekurangan glukosa, kemampuan mental Anda akan terganggu dan karena otot-otot Anda dikendalikan oleh otak, Anda akan merasa lemah dan gemetar. Sistem saraf yang kekurangan glukosa dapat membuat Anda merasa lelah, lamban bereaksi dan lesu. Kondisi kekurangan glukosa darah ini disebut hipoglikemia

Tubuh mengubah kelebihan glukosa dari makanan menjadi bentuk lain yang disebut glikogen, yang disimpan di dalam jaringan otot dan hati. Rata-rata orang dapat menyimpan sekitar 400 gram glikogen (1/3 di hati, 2/3 di otot). Ketika tubuh Anda membutuhkan lebih banyak energi, hormon kedua yang disebut glukagon disekresi oleh pankreas. Hormon ini mengubah glikogen menjadi glukosa kembali, yang kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh sel-sel Anda.

Indeks glikemik

Semakin lambat pelepasan glukosa ke dalam darah, semakin stabil dan berkelanjutan tingkat energi bagi tubuh. Semakin sederhana karbohidrat, semakin cepat glukosa dilepaskan ke dalam darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan tingkat gula darah yang cepat dan ketikdakstabilan tingkat energi di dalam tubuh.

Untuk mengukur kecepatan konversi karbohidrat menjadi glukosa, setiap makanan yang mengandung karbohidrat dapat dinilai pada skala yang disebut indeks glikemik (GI/glycemic index). Skala ini memeringkat makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan efek terhadap kadar gula darah selama periode waktu tertentu, biasanya dua jam. Makanan yang mengandung karbohidrat dibandingkan dengan glukosa murni (meskipun kadang-kadang digunakan roti putih sebagai makanan referensi), yang diberi skor GI = 100. Karbohidrat yang memecah dengan cepat selama proses pencernaan memiliki indeks glikemik tinggi (GI lebih dari 70). Karbohidrat yang perlahan-lahan melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah memiliki indeks glikemik rendah (GI kurang dari 55). Makanan dengan karbohidrat sederhana memiliki skor GI tinggi, sedangkan makanan berkarbohidrat kompleks umumnya memiliki skor GI lebih rendah.

[/cmsms_text][/cmsms_column][/cmsms_row]