YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

BAGAIMANA RAW COCOA BERPERAN MENJADI OBAT DIABETES?

Ada banyak hal yang bisa didapatkan dari raw cocoa mulai dari obat diabetes hingga menurunkan berat badan. Sebagian orang mungkin berpikir pengidap diabetes atau yang mengalami obesitas sebaiknya menghindari cokelat sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi. Tetapi ternyata raw cocoa sendiri memiliki manfaat sebagai obat yang mengendalikan gula darah, menurunkan berat badan hingga melindungi kesehatan jantung.

Raw cocoa memiliki banyak kandungan penting dan di antara jenis cokelat lain, raw cocoa adalah yang paling banyak disarankan karena manfaat kesehatannya. Raw cocoa adalah makanan dengan antioksidan terbaik di dunia dan mengandung lebih dari 300 komponen yang telah teridentifikasi. Karena banyaknya komponen tersebut, raw cocoa adalah makanan yang memiliki paling banyak nutrisi penting. Untuk mengetahui manfaat raw cocoa sebagai obat untuk diabetes akan dibahas pada artikel ini.

 

Mengendalikan gula darah

Tentu banyak orang yang ingin tahu mengapa raw cocoa bisa menjadi obat diabetes meskipun masih termasuk dalam jenis cokelat. Raw cocoa mengandung chromium yang secara alami akan mengendalikan kadar gula yang ada dalam darah. Chromium juga efektif dalam membantu membersihkan liver dari racun-racun yang menumpuk. Kehadiran chromium adalah salah satu zat yang memberi pengaruh paling besar dalam proses pembersihan darah dari segala racun-racun dan kotoran.

Meningkatkan mood

Sudah menjadi rahasia umum semua orang akan merasa bahagia setelah memakan cokelat dan untuk itu raw cocoa yang menyehatkan bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengembalikan mood. Dalam raw cocoa terdiri dari Phenethylanine (PEA) adalah salah satu bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh kjetika seseorang jatuh cinta. Tidak hanya membangkitkan rasa senang dan bahagia, PEA membantu seseorang untuk lebih fokus dan waspada.

Selain PEA ada pula anandamide yang semacam hormone endorphin yang secara alami diproduksi oleh tubuh setelah olahraga.

Membantu penurunan berat badan

Ternyata raw cocoa selain bisa membantu sebagai obat diabetes, bisa juga efektif dalam menurunkan berat badan dan mengurangi rasa lapar. Dalam raw cocoa terkandung coumarin. Coumarin sendiri memiliki banyak manfaat seperti menekan rasa lapar, mencairkan darah hingga merupakan zat anti-kanker.

Melindungi jantung

Raw cocoa kaya akan magnesium yang ternyata memiliki segundang manfaat baik. Magnesium akan membuat otot-otot dalam tubuh lebih rileks, memperbaiki sistem pencernaan, membangun tulang yang kuat, hingga membuat jantung dan sistem kardiovaskular menjadi lebih tenang. Raw cocoa sendiri memiliki cukup banyak magnesium untuk mengembalikan tubuh yang mengalami kekurangan magnesium hanya dengan mengonsumsinya sedikit.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/diabetes-dan-penyakit-mata-yang-butuh-obat/

DIABETES DAN PENYAKIT MATA YANG BUTUH OBAT

Salah satu pentingnya rutin mengonsumsi obat diabetes adalah menghindari berbagai bentuk komplikasi yang mungkin terjadi. Diabetes adalah salah satu penyebab seseorang kehilangan pengelihatannya sebelum usia 74 tahun. Ada begitu banyak orang yang mengidap diabetes namun baru menyadarinya saat sudah terlambat untuk mulai mengonsumsi obat yang membantu mengendalikan kesehatannya. Beberapa orang yang mengidap diabetes ada yang mengalami retinopathy, 40% dari mereka mengalami glaucoma dan 60% lainnya mengalami katarak.

Para ahli diabetes menyarankan agar pasien diabetes rajin melakukan pemeriksaan rutin ke dokter mata secara menyeluruh untuk mendeteksi lebih awal dan mencegah kerusakan mata yang berakhir pada kebutaan. Obat diabetes yang dikonsumsi memang membantu mengendalikan gula darah karena gula darah tinggi dalam waktu lama akan merusak pembuluh darah pada mata. Tetapi obat diabetes tentu bukan satu-satunya cara, perhatian pada kondisi kesehatan tubuh juga menjadi kunci pencegahan kerusakan mata.

 

Diabetes pada mata dan gangguan pandangan

Orang-orang dengan diabetes memang memiliki resiko paling tinggi mengalami berbagai masalah pada pengelihatannya seperti neovascular glaucoma, katarak, microvascular cranial nerve palsies dan diabetes retinopathy.

Diabetes menjadi penyebab dari 1/3 kasus neovascular glaucoma. Neovascular glaucoma sendiri adalah salah satu jenis glaucoma yang cukup langka dan biasanya berakhir dengan kehilangan pengelihatan. Kondisi ini bisa terjadi ketika pembuluh darah baru tumbuh pada iris, menghalangi aliran cairan masuk mata dan menambah tekanan pada mata. Neovascular glaucoma sangat sulit untuk diatasi sehingga pasien diabetes harus rajin-rajin mengecek kondisi kesehatan matanya untuk mencegah penyakit ini sebelum terlambat.

Di sisi lain, 60% pasien diabetes juga kemungkinan mengalami katarak. Katarak adalah masalah kesehatan mata serius yang menyebabkan lensa mata tertutup awan sehingga menghalangi pandangan normal. Katarak umumnya terjadi di usia muda pada orang-orang dengan diabetes.

Selain itu ada pula yang mengalami kondisi microvascular cranial nerve palsies. Kondisi ini melibatkan pembuluh darah kecil yang berhubungan dengan otot yang menggerakan mata. salah satu tanda penyakit ini adalah mula adanya kesulitan untuk menggerakan mata ke berbagai arah, pandangan double, dan kelopak mata terasa berat. Orang-orang dengan diabetes memiliki kemungkinan 7.5 kali lebih besar mengalami cranial nerve palsies dibanding mereka yang tanpa diabetes.

Yang terakhir adalah diabetes retinopathy yang menyebabkan kerusakan pada retina. Gula darah tinggi dalam waktu lama akan menyebabkan penumpukan cairan pada lensa yang merupakan bagian kunci untuk mengontrol fokus mata. Itulah mengapa obat diabetes untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil dan gaya hidup sehat penting bagi pasien diabetes untuk dilakukan setiap hari.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/bagaimana-mencegah-dan-memberi-obat-pada-pasien-diabetes-retinopathy/

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG DIABETES RETINOPATHY SEBELUM MENGGUNAKAN OBAT

Menentukan obat dan metode pengobatan diabetes tidak hanya fokus pada mengendalikan gula darahnya saja tetapi juga membantu mengatasi berbagai resiko diabetes lainnya seperti diabetes retinopathy. Retinopathy adalah komplikasi paling umum yang terjadi pada pasien diabetes setelah beberapa lama. Kondisi ini merujuk pada kerusakan pada bagian belakang mata (retina) akibat dari kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama. Jika tidak diatasi dengan obat diabetes yang tepat retinopathy menjadi penyebab paling besar dari kasus kebutaan pada orang-orang dewasa.

 

Penyebab

Diabetes retinopathy mencul sebagai dampak dari kadar glukosa yang terlalu tinggi. Seiring berjalannya waktu kondisi ini akan melemahkan dan merusak jaringan pembuluh darah kecil (capillaries) pada permukaan retina yang kemudian mengarah ke berbagai masalah kesehatan mata lainnya. Obat diabetes tentu membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil tetapi menjaga kesehatan mata juga perlu dilakukan.

Ada beberapa tahapan diabetes retinopathy yang perlu untuk diketahui.

Yang pertama adalah background retinopathy. Kondisi ini adalah ketika terjadi pembengkakan kecil pada dinding capillaries. Pandangan mungkin akan sedikit terganggu dengan adanya bintik kecil yang terbentuk pada retina.

Yang kedua adalah diabetic maculopaty. Kondisi ini adalah lanjutan dari background retinopathy yaitu ketika pembengkakan menjadi titik sentral berukuran kecil pada retina yang disebut dengan macula.

Yang terakhir adalah proliferative retinopathy. Ini adalah kondisi paling puncak dari diabetes retinopathy. Pada tahap proliferative retinopathy pembuluh darah pada retina telah rusak parah dan menutup keseluruhan retina mata.

Tanda-tanda

Sebelum pergi mencari obat untuk membantu mengatasi diabetes retinopathy, sebaiknya juga mulai dengan mengenali tanda-tanda kemunculan diabetes retinopathy itu sendiri. Beberapa tanda-tanda yang bisa dikenali adalah:

  • Perubahan mendadak pada pandangan mata,
  • Pandangan mata mulai tampak berbintik-bintik,
  • Mata mulai terasa sakit.

Tetapi diabetes retinopathy pada tahap awal biasanya tidak menunjukan tanda-tanda yang jelas untuk disadari dengan cepat. Kadang-kadang bahkan gejala tersebut mulai disadari ketika diabetes retinopathy sudah sampai tahap lanjut. Padahal semakin awal diabetes retinopathy mendapat pengobatan yang tepat dan diberi obat yang sesuai, semakin besar kesempatan untuk mencegah kerusakan permanen pada mata.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apakah-chromium-adalah-bagian-penting-dari-obat-diabetes/

APAKAH CHROMIUM ADALAH BAGIAN PENTING DARI OBAT DIABETES?

Meski jarang disebutkan tetapi ternyata kehadiran chromium penting dalam obat dan menu diet pasien diabetes sehari-hari. Chromium adalah komponen penting dalam diet yang ditemukan pada abad 18. Chromium hadir dalam bentuk divalent (Cr+2) dan trivalent (Cr+3), tetapi trivalent adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi kesehatan. kebutuhan chromium dalam tubuh setiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari jenis kelaminnya. Pria membutuhkan 35mcg sedangkan pada wanita 25mcg.

Lalu apa tanda-tandanya seseorang mengalami kekurangan chromium? Jika seseorang mengalami kekurangan chromium maka kondisi glukosa darahnya akan sulit dikontrol, kekurangan energi, memiliki keinginan makan yang tinggi dan perubahan mood yang sulit dikendalikan. Itulah mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan chromium sebagai salah satu usaha mengendalikan gula darah selain dengan obat diabetes.

 

Asal Chromium

Untuk memenuhi kebutuhan chromium kebanyakan berasal dari makanan. Makanan yang merupakan sumber chromium adalah gandum utuh, beras coklat, jamur, brokoli, beer, ragi, ayam, produk olahan susu, dan seafood. Rata-rata 2% dari chromium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh. Untuk lebih lengkapnya, chromium dikonsumsi bersama dengan vitamin B3 dan C untuk membantu penyerapannya.

Manfaat chromium

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa chromium dapat membantu kerja obat diabetes dalam mengendalikan gula darah. Chromium sangat efektif dalam metabolisme karbohidrat dan bagus dalam pembentukan glucose tolerance factor (GTF). GTF akan membantu penyerapan glukosa ke dalam sel sehingga menciptakan ruang yang lebih baik untuk produksi energi. Sejak perang sipil, kehadiran chromium telah dimanfaatkan untuk mengatasi kenaikan kadar glukosa dalam darah.

Tidak hanya bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat, chromium juga membantu dengan sangat efektif pada metabolisme lemak. Dengan metabolisme lemak yang baik maka kadar kolesterol juga jadi lebih terkontrol. Penelitian telah membuktikan bahwa orang-orang yang meninggal berhubungan dengan penyakit jantung menunjukan kurangnya chromium dalam tubuhnya.

Chromium juga bisa membantu menurunkan berat badan. Chromium dalam bentuk picolinate menunjukan kemampuannya untuk mengurangi jumlah jaringan adipose dalam tubuh manusia. Maka dari itu konsumsi chromium dalam jumlah tinggi akan membantu mengontrol keinginan makan dan rasa lapar.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resep-obat-diabetes-dalam-bentuk-spirulina/

RESEP OBAT DIABETES DALAM BENTUK SPIRULINA

Resep obat diabetes kali ini akan menggunakan spirulina dan bayam sebagai bahan utamanya. Spirulina dikenal memiliki manfaat cukup besar sebagai obat diabetes tipe 2. Tidak hanya obat diabetes, manfaat lain spirulina juga sangat banyak salah satunya adalah membantu menurunkan berat badan. Spirulina yang tinggi protein sangat efektif membantu tubuh mengurangi keinginan memakan karbohidrat. Dengan konsumsi spirulina tekanan darah juga akan menurun karena spirulina mengandung nitrat yang melancarkan peredaran darah serta mengurangi resiko hipertensi. Bagi pasien anemia, spirulina sangat bermanfaat karena 1 sendok teh spirulina mengandung 2mg iron dimana sebenarnya tubuh hanya membutuhkan 8.7 hingga 14.8mg iron perhari.

Selain spirulina, bayam juga salah satu makanan yang banyak disarankan untuk dikonsumsi pasien diabetes meskipun bukan termasuk obat. Manfaat dari bayam juga banyak mengingat bayam termasuk salah satu seperfood sama seperti spirulina. Bayam terdiri dari berbagai nutrisi penting seperti folat, vitamin A, iron dan vitamin K. Dengan konsumsi bayam kebutuhan alkali dalam tubuh akan terpenuhi, tekanan darah menjadi lebih rendah, mengelola gula darah tinggi, melawan jerawat serta kerutan, melawan berbagai penyakit jantung dan stroke, mencegah penuaan dan menyehatkan mata.

Karena keduanya merupakan obat diabetes yang penting, berikut adalah resep membuat spirulina dan bayam menjadi obat diabetes yang lebih mudah dikonsumsi.

 

Spirulina-spinach smoothie

Bahan yang dibutuhkan:

Segenggam penuh strawberry beku

Segenggam bayam

1 buah pisang

1 sendok teh bubuk spirulina

1 sendok teh pemanis yang sehat

Almond milk (jika memungkinkan gunakan semua bahan-bahan tersebut dari bahan-bahan organik).

Cara membuat:

Cuci bersih semua bahan yang akan digunakan. persiapkan sebuah gelas dan masukan potongan pisang, lalu ditambahkan dengan strawberry beku dan bayam. Setelah itu masukan almond milk ke dalam gelas dan pindahkan semua bahan ke dalam blender. Jangan lupa masukan pemanis yang berasal dari bahan yang aman serta satu sendok teh spirulina. Blender hingga halus dan tercampur rata. Untuk gelas ukuran kecil cukup gunakan satu sendok teh spirulina, jika ingin menggunakan gelas besar dapat ditingkatkan menjadi satu sendok makan. Namun sebaiknya mulai dari takaran kecil dulu jika belum terbiasa dengan rasanya. Usahakan gunakan bahan organik untuk membuatnya lebih sehat.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/mengatasi-diabetes-dengan-obat-dari-spirulina/

MENGATASI DIABETES DENGAN OBAT DARI SPIRULINA

Spirulina ternyata merupakan salah satu superfood yang sering dimanfaatkan sebagai obat diabetes, mengurangi berat badan, hingga mengatasi berbagai inflamasi. Tanaman spirulina adalah alga hijau-biru yang dikenal juga dengan nama cyanobacterium, ‘cyano’ sendiri berarti biru. Sedangkan nama spirulina diambil dari bahasa latin ‘spiral’ yang merujuk pada bentuk dari tanaman ini sendiri. Diperkirakan spirulina termasuk tanaman yang pertama kali tumbuh sejak adanya oksigen sekitar 3.5 miliar tahun yang lalu. Spirulina ditemukan pertama kali oleh suku Aztec di Danau Texcoco, Mexico. Beberapa saat kemudian ditemukan kembali oleh orang-orang Spanyol kemudian dijadikan salah satu bahan makanan yang dikonsumsi hingga saat ini.

Spirulina termasuk tinggi makanan superfood karena nutrisinya yang terkenal tinggi. Satu sendok teh (7 gram) spirulina mengandung hingga 4 gram protein. Tidak hanya protein tinggi, spirulina juga akan memenuhi kebutuhan iron, copper, dan vitamin B3 yang direkomendasikan dalam sehari. Nutrisi lain dari spirulina adalah vitamin A, B, C, E, vitamin K, mangan, sodium, potassium, dan magnesium. Selain itu komponen aktif yang disebut Phyocyanin adalah antioksidan yang mencegah kerusakan sel dan DNA.

Spirulina banyak dimanfaatkan sebagai obat yang dikemas dalam bentuk suplemen untuk berbagai penyakit termasuk diabetes. Bagi pasien diabetes mengonsumsi obat yang bisa mencegah munculnya berbagai komplikasi adalah hal yang penting. Untuk kenal lebih jauh manfaat spirulina sebagai obat diabetes akan dibahas pada artikel ini.

 

Manfaat spirulina

Spirulina memiliki cukup banyak manfaat yang bisa diandalkan:

Menyehatkan liver

Mengurangi rasa sakit sensitif

Mengurangi gejala alergi

Obat diabetes. Terutama untuk obat pasien diabetes tipe 2.

Meningkatkan sistem imun

Anti-inflamasi

Menjaga kesehatan mata

Mencegah penumpukan trygliserida pada liver

Melindungi syaraf

Mengandung iron alami dalam jumlah tinggi

Meningkatkan pembakaran lemak ketika olahraga

Meningkatkan energi

60% bagian spirulina adalah protein

Mencegah dan membantu mengatasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan jantung termasuk hypertensi

Kaya akan omega 3, 6 dan 9, terutama kaya akan omega 3.

Karena melihat kandungannya yang tinggi ini tidak heran jika spirulina banyak direkomendasikan sebagai obat diabetes yang ampuh sekaligus superfood yang bermanfaat tinggi.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/berbagai-resep-obat-herbal-untuk-diabetes-yang-bisa-dicoba-di-rumah/