YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PERTANYAAN TENTANG DIABETES DAN OBAT DIABETES SELAMA BULAN PUASA

Bagi pasien diabetes yang sekaligus mengonsumsi obat tentu menjadi kecemasan tersendiri bagaimana menjalankan ibadah puasa seperti orang normal lainnya. Obat diabetes biasanya diminum untuk waktu-waktu tertentu guna mengendalikan gula darah akan tetapi selama bulan puasa mereka tentu tidak bisa meminum obat seperti biasanya.

Tubuh manusia akan menjaga kestabilan gula darah dengan selalu memproduksi hormone seperti insulin dan glucagon. Ketika seseorang tidak makan atau sedang berpuasa, karbohidrat dan lemak yang disimpan akan digunakan sebagai sumber energi yang menjaga kadar gula darah tetap normal. Hal ini tidak memiliki efek apapun pada orang normal. Akan tetapi bagi pasien diabetes, kondisinya jelas berbeda. Orang-orang dengan diabetes, terutama yang harus menggunakan obat atau insulin, memiliki resiko mengalami hypoglikemia dan dehidrasi sampai hyperglikemia.

Karena cemas dengan kondisi tersebut banyak orang sering bertanya boleh tidaknya pasien diabetes menjalankan puasa. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang mungkin bisa membantu.

 

Apakah pasien diabetes boleh berpuasa?

Tidak ada yang benar-benar bisa mengijinkan atau melarang pasien diabetes berpuasa. Semua dikembalikan pada keputusan pasien diabetes berdasar kondisi tubuhnya dan setelah berkonsultasi dengan dokter ahli.

Dalam agama Islam sendiri orang-orang yang jika berpuasa akan beresiko membahayakan diri dapat memilih untuk tidak berpuasa. Orang-orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, orang dengan komplikasi diabetes, orang-orang dengan kondisi diabetes sulit dikontrol dapat menjadi pengecualian dalam puasa. Tentu saja setelah sebelumnya melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan terpercaya tentang bagaimana metode pengobatan diabetes selama bulan puasa.

Ada beberapa orang dengan diabetes yang berpuasa dan baik-baik saja?

Hal itu mungkin saja terjadi karena kondisi setiap orang berbeda-beda. Ada dua diabetes yang berbeda dan memiliki obat dan suntikan insulin dengan dosis yang berbeda pula. Kondisi hyperglikemia pada satu pasien biasa sangat parah sedangkan pada pasien lain bisa saja hanya pada level ringan. Maka cara terbaik adalah memutuskan hal tersebut bersama dokter ahli untuk menentukan aman tidaknya menjalankan puasa.

Melakukan tes glukosa selama puasa apakah boleh?

Melakukan tes kadar gula darah selama puasa tidak akan membatalkan puasa. Dan sebenarnya penting bagi pasien diabetes melakukan tes gula darah rutin selama berpuasa.

Apakah perlu berhenti mengonsumsi obat selama bulan Ramadan?

Tidak. Sebaiknya tetap lanjutkan mengonsumsi obat diabetes. Hanya saja waktu dan dosisnya akan disesuaikan oleh dokter dan ahli kesehatan khusus diabetes.

Sumber: Dr. Sameh Ahmed (arabamerica.com)

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/resiko-puasa-untuk-pasien-diabetes-yang-mengonsumsi-obat/

RESIKO PUASA UNTUK PASIEN DIABETES YANG MENGONSUMSI OBAT

Semua orang tentu ingin berpuasa, tak terkecuali mereka yang memiliki diabetes dan harus mengonsumsi obat atau perawatan diabetes lainnya. Sebenarnya pasien diabetes dapat puasa seperti biasanya, namun harus dengan persetujuan dokter. Ada beberapa hal yang mungkin harus dipikirkan pasien diabetes sebelum berpuasa seperti penggunaan obat, cara makan dan hal-hal lain terkait kondisi kesehatannya. Tetapi sebelum akhirnya benar-benar mulai berpuasa, ada baiknya pasien diabetes tahu resikonya dalam berpuasa terutama jika diharuskan mengonsumsi obat secara rutin.

 

Resiko berpuasa

Salah satu resiko yang harus dipahami pasien diabetes adalah ketika dirinya memiliki komplikasi penyakit yang berhubungan dengan diabetes. jika pasien mengalami komplikasi akibat diabetes seperti pandangan yang mulai buruk, penyakit jantung atau ginjal, resiko keadaan tubuh bertambah buruk akan sangat tinggi. daripada membahayakan kesehatan lebih lanjut, pasien diabetes yang mengalami komplikasi sebaiknya tidak berpuasa.

Untuk pasien diabetes yang mengonsumsi obat atau insulin, perlu diketahui bahwa berpuasa meningkatkan resiko hypoglicemia. Ketika tubuh mulai merasakan gejala-gejala hypoglicemia, maka segeralah membatalkan puasa dan menggambil minuman yang mengandung gula serta makanan yang mengandung tepung sebagai pertolongan pertama. Jika terus dipaksakan untuk berpuasa maka resiko membahayakan tubuh pasien diabetes juga akan meningkat dan membutuhkan obat medis lebih lanjut.

Pasien diabetes juga dapat mengalami peningkatan kadar glukosa yang tinggi selama berpuasa jika sebelumnya tidak mengonsumsi obat terlebih dahulu atau kurang aktifitas fisik daripada normalnya. Kondisi ini bisa mengarah pada diabetic ketoacidosis (DKA) yang merupakan kondisi medis serius dan butuh penangan lanjutan di rumah sakit.

Sebagai pasien diabetes, mengetahui adanya resiko masalah kesehatan serius selama berpuasa memang penting. Pasien harus mengikuti anjuran dokter tentang obat yang harus dikonsumsi sebelum dan setelah puasa, mengatur pola makan yang lebih baik dan makanan apa yang yang sebaiknya dikonsumsi pasien. Meskipun benar-benar ingin melakukan puasa, ada kalanya pasien memang harus mengalah pada keadaan dan kondisi kesehatan. Jangan sampai puasa yang seharusnya menyehatkan malah jadi masalah bagi kesehatan tubuh sendiri.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/apa-yang-harus-diketahui-pasien-diabetes-tentang-puasa-dan-obat/

APA YANG HARUS DIKETAHUI PASIEN DIABETES TENTANG PUASA DAN OBAT

Puasa adalah salah satu kewajiban yang dilakukan umat muslim tak terkecuali mereka yang memiliki diabetes dan menggunakan obat. Obat diabetes dibuat untuk mengendalikan gula darah pasien selama sehari dan diminum secara rutin. Masalahnya akan jadi sedikit berbeda ketika pasien diabetes harus berpuasa dan mengonsumsi obat diabetes pada saat bersamaan. Pasien diabetes diharapkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum akhirnya memutuskan untuk puasa. Jika pasien diabetes akhirnya memutuskan untuk puasa dan telah disetujui oleh dokter, berikut ini adalah bagaimana menjalankan puasa untuk pasien diabetes.

 

Puasa untuk pasien diabetes

Bagi pasien diabetes yang harus rutin menggunakan insulin, maka pasien harus mengurangi jumlah insulinnya sebelum puasa dimulai. Jenis insulin yang digunakan juga harus diganti dari yang biasanya digunakan mengingat sekarang pasien tidak akan mendapat asupan makanan selama 12 jam. Jangan juga mencampurkan kedua jenis insulin bersamaan selama bulan puasa, ini tentu berbahaya untuk kondisi pasien diabetes.

Sebelum mulai berpuasa pastikan pasien diabetes mengonsumsi makanan yang lambat dicerna atau rendah indeks glikemiknya. Selain makanan yang lambat dicerna, pastikan juga mengandung banyak sayuran hijau dan buah-buahan yang rendah karbo.

Selama berpuasa pasien juga diharapkan untuk lebih sering mengecek kadar gula darahnya. Jika gula darah terlalu rendah, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan mencari makanan manis. Kondisi pasien diabetes memang dapat memburuk sewaktu-waktu selama puasa. Itu mengapa harus lebih rajin mengecek kadar gula darah.

Ketika berbuka puasa mulai dengan makanan dalam porsi yang sedikit, jangan mengambil makanan terlalu banyak karena akan mengakibatkan gula darah naik secara mendadak. Hindari juga hanya memakan makanan manis dan berlemak. Justru pada saat berbukan puasa, pasien diabetes harus mengurangi minuman manis atau minuman lain yang mengandung kafein untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Sementara saat sahur, usahakan makan mendekati waktu-waktu terakhir sehingga tubuh masih terisi energi ketika puasa baru dimulai.

Itu tadi adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien diabetes hendak berpuasa. Selalu konsultasikan dengan dokter bagaimana cara berpuasa terbaik termasuk cara mengonsumsi obat diabetes jika diperlukan. Jangan sampai puasa malah akan mendatangkan masalah kesehatan yang lebih parah.

Sumber: diabetes.org.uk

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/buah-buahan-sebagai-obat-diabetes-dengan-karbo-rendah/

BUAH-BUAHAN SEBAGAI OBAT DIABETES DENGAN KARBO RENDAH

Sebagian besar orang merasa mengandalkan buah-buahan sebagai salah satu obat diabetes tidak terlalu menguntungkan karena pada dasarnya buah mengandung gula alami yang cukup tinggi, tidak seperti sayuran. Tetapi tentu saja tidak semua buah memiliki karbohidrat yang sama banyak seperti buah-buah lain. Pasien diabetes masih memiliki banyak pilihan buah yang sehat sebagai obat diabetes dan aman untuk gula darah. Meskipun mengandung banyak gula, pasien diabetes tetap harus mengonsumsi buah dalam menu dietnya karena bagaimanapun gula memiliki banyak vitamin, mineral dan serat yang baik untuk gula darah. Untuk tahu lebih lengkap tentang buah-buahan dengan karbo rendah, simak artikel berikut ini.

Net carbs yang dihitung di sini adalah total carbs dikurangi serat dan jumlah karbohidrat yang dihitung adalah adalah karbohidrat per 100 gram buah atau setara 3.5 ons.

 

Buah dengan karbo rendah

Buah dengan jumlah net carbs 5 adalah yang terendah dan itu ditemukan pada buah raspberry dan blackberry. Sayangnya kedua buah ini termasuk jarang dan sulit ditemukan di Indonesia sehingga jarang dimanfaatkan atau disarankan oleh ahli kesehatan di Indonesia. Namun jika suatu saat bertemu dengan buah-buahan ini, pasien diabetes masih aman untuk mengonsumsinya.

Yang kedua adalah buah-buahan dengan net carbs 6 yaitu lemon dan kelapa. Untuk yang sedang melakukan diet low-carbo, raspberry, blueberry, lemon dan daging kelapa sangat bagus untuk dimasukan dalam menu. Kedua buah ini lebih mudah ditemukan di Indonesia dan banyak yang menawarkan berbagai bentuk kudapan yang menggunakan dua bahan ini.

Selanjutnya adalah buah-buahan yang mengandung net carbs 7 terdiri dari semangka, cantaloupe, strawberry dan buah plum. Strawberry sendiri sering sekali disarankan sebagai salah satu obat diabetes alami karena nutrisinya memang dapat menjaga kestabilan gula darah dan kandungan gulanya juga tidak terlalu tinggi. Beberapa buah-buahan ini juga mudah ditemukan di Indonesia jadi jangan ragu untuk mulai memanfaatkannya sebagai bagian dari menu diet diabetes.

Terakhir adalah buah-buahan dengan net carbs 8 yaitu clementin, kiwi, dan buah peach. Buah-buahan ini masih aman untuk dikonsumsi pasien diabetes.

Sementara buah-buahan yang memiliki karbohidrat tinggi adalah pisang, kismis, mangga, bluberry, nanas dan apel. Tetapi perlu diperhatikan bahwa meskipun buah ini tinggi karbohidrat bukan berarti tidak boleh dikonsumsi, namun dikonsumsi dengan jumlah yang sesuai. Bagaimanapun buah-buahan tersebut tetap mengandung manfaat sebagai obat untuk pasien diabetes.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/sayuran-dengan-karbo-rendah-untuk-obat-diabetes/

SAYURAN DENGAN KARBO RENDAH UNTUK OBAT DIABETES

Ada banyak ahli kesehatan yang menyarankan selain konsumsi obat diabetes, makanan pasien juga perlu diperhatikan terutama asupan karbo yang masuk. Yang perlu diperhatikan di sini adalah jumlah net carbs, bukan hanya total carbs dari sayuran tersebut. Net carbs adalah total carbs dikurangi serat yang dikandungnya. Dan dalam artikel ini net carbs dari sayuran tersebut dihitung dari jumlah 100 gram atau 3.5 ons.

Kebanyakan sayuran berdaun hijau memiliki karbohidrat rendah dan mengandung serat tinggi sehingga dapat menjadi obat diabetes yang membantu menjaga keseimbangan gula darah. Sementara makanan yang mengandung karbohidrat paling tinggi biasanya adalah kentang, jagung, kacang polong dan masih ada beberapa lagi. Untuk mengetahui lengkapnya akan dijelaskan pada artikel ini.

 

Sayuran dengan karbo rendah

Yang pertama tentu saja adalah sayuran berdaun hijau seperti bayam dan berbagai sayuran berdaun hijau lain yang memiliki net carbs 1. Sayuran ini paling mudah ditemukan dan diolah jadi sebaiknya masukan sayuran ini dalam menu diet sehari-hari karena manfaatnya yang baik untuk obat diabetes. Untuk porsi dari sayuran berdaun hijau ini dapat dikonsumsi sebanyak lebih dari 3 cup karena tinggi serat dan rendah karbo.

Kedua, sayuran dengan net carbs 2 adalah asparagus dan lettuce. Lettuce sangat sering digunakan sebagai bahan pembuatan salad dan sup asparagus juga sepertinya semakin banyak diolah di Indonesia. Porsi untuk sayuran dengan net carbs 2 ini bisa setengah dari porsi sayuran yang memiliki dengan net carbs 1.

Yang ketiga adalah sayuran dengan net carbs 3 yang ternyata cukup banyak variasinya yaitu timun, zucchini, zaitun, terong, paprika hijau, bunga kol, tomat, kubis serta kale. Beberapa sayuran ini mudah ditemukan di Indonesia sehingga mudah juga untuk dijadikan bagian dari menu sehari-hari pasien diabetes. Porsinya tentu harus lebih diperhatikan karena kandungan karbohidratnya yang lebih tinggi.

Selanjutnya adalah makanan dengan net carbs 4 ada beberapa pilihan yang bisa dicoba seperti buncis, brokoli, dan paprika merah. Kebanyakan sayuran ini dapat diolah menjadi salad. Sebaiknya sayuran ini juga dikonsumsi dalam jumlah tertentu agar tidak memasukan terlalu banyak karbohidrat dalam tubuh.

Terakhir adalah sayuran yang mengandung net carbs 5 yaitu paprika kuning dan Brussels sprouts. Konsultasikan dengan ahli gizi bagaimana mengonsumsi sayuran ini sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Sayuran memang bisa dimanfaatkan sebagai obat diabetes karena kandungan nutrisinya yang berlimpah namun tetap perhatikan kandungan dan porsinya agar manfaatnya lebih terasa.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/cara-menggunakan-obat-diabetes-herbal-dengan-benar/

CARA MENGGUNAKAN OBAT DIABETES HERBAL DENGAN BENAR

Obat diabetes herbal masih menjadi primadona sejak gaya hidup mengurangi masuknya bahan kimia semakin sering dilakukan. Memang obat diabetes herbal dikenal lebih aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama tanpa resiko efek samping berbahaya. Dengan konsumsi obat diabetes herbal, pasien juga lebih mudah karena obat diabetes berbahan herbal mudah ditemukan dan mudah diolah sendiri. Untuk semakin memudahkan pasien diabetes dalam mengolah obat berbahan herbal, berikut adalah cara mengolah masing-masing bahan herbal tersebut.

 

Cinnamon

Pada penelitian yang dipublikasikan dalam Annals of Family Medicine and Diabetes Care tahun 2013, menyatakan bahwa kayu manis sangat bermanfaat untuk pasien diabetes tipe 2. Kayu manis akan mengendalikan gula darah puasa pasien, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida pasien diabetes tipe 2.

Cara penggunaan kayu manis bisa dengan mencampurkan 1 sampai 2 gram kayu manis ke dalam teh setiap pagi. Selain teh, smoothies, masakan besar dan kue-kue camilan agar lebih aman untuk pasien diabetes. Untuk memudahkan juga, saat ini sudah banyak suplemen kayu manis yang menawarkan manfaat kayu manis dengan lebih praktis. Tetapi konsultasikan dulu dengan dokter untuk menetukan dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh. Catatan untuk pasien yang sedang mengonsumsi obat pengecncer darah sebaiknya tidak menggunakan kayu manis.

Jahe

Salah satu penelitian di tahun 2014 yang dipublikasikan dalam Complementary Therapies in Medicine Journal menyebutkan bahwa mengonsumsi 1 gram kapsul berisi bubuk jahe selama 8 minggu akan memberi banyak perubahan untuk pasien diabetes tipe 2. Namun menggunakan suplemen jahe harus dalam rekomendasi dokter.

Pasien diabetes dapat menggunakan jahe sebagai obat herbal dengan cara mengonsumsi 2-3 cangkir teh jahe setiap hari. Cara lainnya adalah menambahkan jahe kering ke dalam setiap masakan untuk hasil yang lebih baik.

Kunyit

Di tahun 2013 sebuah penelitian dalam jurnal pengobatan alternatif menekankan peran penting dari kunyit dalam pengobatan herbal adalah untuk mencegah dan mengatasi diabetes serta masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes. Sedangkan pada tahun 2014 sebuah penelitian menunjukan bagaimana kunyit berperan untuk mencegah komplikasi ginjal akibat diabetes.

Cara menggunakan kunyit juga mudah saja, cukup dengan menambah kunyit dalam masakan atau gunakan kunyit dalam bentuk suplemen setelah mendapat persetujuan dari dokter.

Bawang putih

Dalam penelitian yang dipublikasikan di sebuah jurnal diabetes pada tahun 2014, mereka menyarankan penggunaan bawang putih yang dapat membantu mengatasi diabetes serta penyakit yang berhubungan dengan cardiovascular.

Bawang putih dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah 2 sampai 3 butir sehari ketika perut kosong. Ada menggunakan suplemen bawang putih namun tentu saja dengan resep dari dokter.

Itu beberapa cara penggunaan obat diabetes berbahan dasar herbal. Dapat dicoba dalam bentuk alaminya atau dalam bentuk suplemen selama dengan persetujuan dokter. Cobalah beberapa dan lihat mana yang paling cocok.

 

Baca juga: https://yaconaindonesia.co.id/jambu-biji-dan-daunnya-sebagai-obat-diabetes-asma-dan-penyakit-lain/