YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

PENGERTIAN PENYAKIT DIABETES YANG HARUS DIKENALI

Ada banyak orang salah memahami pengertian penyakit diabetes dan mendapat perlakukan yang tidak semestinya dari lingkungan. Beberapa salah tangkap dari pengertian penyakit diabetes akan dibahas pada artikel ini sehingga mulai sekarang siapapun bisa lebih memahami kondisi penyakit diabetes. Jadi supaya tidak ada salah lagi dalam memahami pengertian penyakit diabetes, yuk coba ikuti artikel berikut.

 

Tentang penyakit diabetes

Pertama-tama penyakit diabetes tidak disebabkan karena gula. Gula hanya salah satu penyebab gula darah menjadi naik, tetapi bukan penyebab utama dan satu-satunya. Kekurangan beberapa mineral penting juga menjadi salah satu sebab seseorang terkena diabetes. Gaya hidup tidak sehat, kurangnya olahraga sehingga terjadi penumpukan lemak dapat memicu gula darah tidak stabil dalam tubuh. Penyebab lain dari diabetes adalah ketika kegagalan pankreas untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan insulin, sama sekali tidak ada hubungannya dengan konsumsi gula berlebih.

Kedua, mengonsumsi makanan atau minuman dengan label sugar free bukan berarti tidak akan menyebabkan kenaikan gula darah karena sugar free belum tentu carb free. Karbohidrat ketika masuk akan diubah menjadi glukosa yang sama saja akan menaikan kadar gula darah.

Ketiga, orang-orang dengan diabetes bisa mengonsumsi gula dan makan makanan yang mengandung gula. Mereka tidak akan langsung pingsan atau menunjukan suatu reaksi hanya karena mereka mengonsumsi gula. Yang harus diperhatikan adalah batasan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula. Selama dikonsumsi dalam batas wajar, semua akan baik-baik saja.

Keempat, diet dan olahraga bukan cara untuk menyembuhkan penyakit diabetes. Diet dan olahraga yang dirancang untuk pasien bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh, menjaga agar tubuh tetap sehat dan meminimalkan resiko komplikasi. Jadi sekali lagi diet dan olahraga tidak untuk menyembuhkan diabetes atau mengembalikan kondisi pasien seperti sedia kala.

Kelima, tidak ada obat untuk menyembuhkan diabetes. Diabetes adalah kesalahan metabolisme dalam tubuh sehingga pada dasarnya tidak ada obat yang bisa menyembuhkan diabetes. Obat-obatan, diet dan olahraga adalah metode untuk mengendalikan kondisi pasien diabetes adalah agar tidak merembet ke organ tubuh lain dan menimbulkan komplikasi.

Keenam, diabetes tidak dapat dikembalikan ke kondisi semula. Apalagi diabetes tipe 1 dimana tubuh memang tidak dapat memproduksi insulin karena pankreas tidak bekerja sebagaimana mestinya, kondisi ini tidak dapat dikembalikan ke kondisi tubuh sehat. Yang bisa dilakukan adalah menjaga agar pasien diabetes tetap hidup sehat dan tidak terlalu sering mengalami kenaikan gula darah.

Ketujuh, perlu diketahui tentang diabetes tipe 1 dan 2 adalah diabetes yang berbeda. Diabetes tipe 1 adalah ketika tubuh kekurangan insulin karena produksi insulin yang sedikit atau tidak memproduksi insulin sama sekali (insulin deficient). Sedangkan diabetes tipe 2 adalah ketika tubuh tidak merespon kehadiran insulin dengan baik atau kebal terhadap insulin (insulin resistant).

Delapan, diabetes bukan penyakit menular, namun bisa diturunkan. Mereka yang memiliki orangtua dengan diabetes bersiko lebih besar mengalami diabetes pula. Diabetes tidak berasal dari virus atau bakteri sehingga tidak akan menular melalui kontak fisik atau udara.

Kondisi pasien diabetes bisa berbeda-beda. Jadi ketika ada dua orang yang mengidap diabetes, belum tentu mereka memiliki diabetes yang sama. Maka jangan samakan perilaku pada satu pasien dengan pasien lain, ada berbagai faktor yang membuat kondisi masing-masing pasien tidak sama.

 

Baca juga: SUNTIKAN RUTIN CEGAH PENYAKIT DIABETES

SUNTIKAN RUTIN CEGAH PENYAKIT DIABETES

Mengingat orang dengan diabetes mudah sakit, membuat berbagai tindakan untuk cegah penyakit diabetes adalah cara yang tepat untuk menjaga kesehatan. Salah satu cara untuk cegah penyakit diabetes adalah mendapat suntikan yang bisa meningkatkan sistem imun tubuh.

Kadar gula darah kadang lebih sulit dikendalikan ketika tubuh sedang tidak fit atau sedang sakit. Sakit kecil seperti flu, deman, dan masuk angin bisa jadi sesuatu yang besar bagi pasien diabetes karena gula darah jadi lebih sulit dikendalikan dan tubuh rentan terhadap virus atau bakteri lain. Maka, untuk cegah semakin parahnya penyakit diabetes pasien bisa mencoba dengan melakukan beberapa suntikan vaksin atau substansi lain yang bisa menjaga agar tubuh tetap dalam keadaan fit. Tentu saja bukan berarti pasien diabetes tidak sakit sama sekali, namun jika tiba-tiba jatuh sakit akan lebih cepat sehat dan kondisinya tidak bertambah parah.

Suntikan apa saja yang bisa didapatkan pasien diabetes dan kapan saja waktunya? Berikut ini adalah daftar suntikan yang bisa didapatkan pasien diabetes untuk menjaga kondisi tubuhnya dan cegah berbagai penyakit.

 

Suntikan flu

Siapa saja yang bisa mendapatkan suntikan ini? Siapapun yang sudah berusia di atas 6 bulan. Tidak harus orang dengan diabetes, mereka yang tanpa diabetes juga bisa mendapatkannya.

Kapan? Suntikan flu bisa dilakukan setiap tahun. Konsultasikan dengan dokter kapan waktu yang tepat untuk mendapat suntikan flu.

Suntikan pneumonia

Sipa saja yang bisa mendapatkan suntikan ini? Semua orang dengan diabetes setelah usia 2 tahun.

Kapan? Sekali saja, jika memungkinkan sebelum usia 65 tahun. Suntikan untuk pneumonia sebaiknya dilakukan di antara usia 2 sampai 65 tahun.

Suntikan hepatitis B

Siapa saja yang bisa mendapatkan suntikan ini? Mereka yang sudah dewasa atau berusia di antara 19 sampai 59 tahun.

Kapan? Biasanya untuk suntikan hepatitis diberikan dalam satu rangkaian.

Suntikan tetanus

Siapa yang bisa mendapatkan suntikan ini? Semua orang yang sudah dewasa bisa mendapatkan suntikan tetanus.

Kapan? Suntikan tetanus biasanya diberikan setiap 7 sampai 10 tahun sekali.

 

Imunisasi anak-anak

Nah, sebagai tambahan pengetahuan saja, ada beberapa imunisasi yang bisa diberikan sejak kecil sehingga ketika dewasa tubuh bisa lebih siap saat menghadapi situasi sakit. Beberapa imunisasi saat kecil adalah:

  • Rubella
  • Tetanus
  • Cacar
  • Polio

PASIEN DIABETES KETIKA MENGHADAPI HARI-HARI SAKIT

Menjaga kesehatan bagi pasien diabetes memang penting adanya, tetapi terkadang ada kondisi yang tidak terhindarkan sehingga pasien jatuh sakit. Tentu saja kondisi ini bisa jadi berbahaya karena daya tahan tubuh pasien diabetes yang tidak sebaik orang-orang tanpa diabetes. Penyakit biasa seperti flu mungkin bisa jadi mengarah pada kondisi kesehatan lain yang lebih berbahaya. Nah, makanya jangan pernah menganggap remeh kondisi ketika tubuh sedang tidak fit sesederhana apapun kondisi tersebut.

Sakit atau sedang tidak fit membuat kadar gula darah sulit dikontrol. Demam, flu, muntah-muntah atau bahkan masuk angin bisa menjadi masalah serius bagi pasien diabetes. Jadi berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya diingat ketika suatu hari tiba-tiba jatuh sakit atau sedang tidak enak badan.

 

Makan makanan yang sehat dan bergizi

Masalah utama ketika jatuh sakit adalah tidak nafsu makan. Ini akan jadi masalah besar mengingat pasien diabetes harus makan sesuai jam yang telah ditentukan untuk menjaga gula darah tetap stabil. Melewatkan waktu makan bisa membuat gula darah melonjak naik dan ini akan memperparah kondisi kesehatan pasien.

Pada saat sakit tubuh memang jadi lemah dan lesu, tetapi yang paling penting adalah tetap mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Tubuh yang sangat membutuhkan asupan nutrisi penting agar tetap fit melawan infeksi, virus dan bakteri yang ada dalam tubuh. Pasien diabetes harus tetap makan sesuai diet meal plan yang dibuat demi menguatkan tubuh dan menjaga agar gula darah tetap stabil.

Minum cairan yang tidak berkafein

Setiap satu jam sekali tubuh harus mendapat asupan cairan tanpa kafein atau paling tidak air putih. Ketika sakit tubuh akan sangat lemah karena kekurangan cairan. Maka jangan sampai tubuh kekurangan cairan karena justru akan semakin membuat sistem imun ikut lemah.

Kenapa harus minuman tanpa kafein? Karena kafein justru menyerap lemak lebih banyak, sehingga bukannya mendapat cukup cairan, tubuh justru semakin lemah karena kekurangan cairan.

Membuat catatan

Ketika sedang sakit seperti ini buatlah catatan untuk beberapa hal berikut ini:

Catatan makanan apa yang dimakan serta minuman yang dikonsumsi setiap hari. Ini untuk membuat rekaman apa saja makanan yang masuk ke dalam tubuh dan apakah makanan tersebut memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh.

Catat juga kadar gula darah setiap empat jam sekali. Penting untuk memastikan bahwa gula darah tetap dalam keadaan stabil. Memiliki gula darah tinggi dalam keadaan sakit bisa membuat kondisi semakin parah. Begitu juga ketika gula darah mendadak rendah, gula darah rendah saja sudah bisa membuat seseorang lemah sampai hilang kesadaran, apalagi jika ditambah dengan sakit lainnya.

Catat kadar keton dalam tubuh jika menggunakan insulin setiap empat jam sekali.

Ketika sakit memang sebaiknya segera meminta bantuan dokter ahli untuk menentukan langkah selanjutnya yang lebih aman. Paling tidak pergilah ke dokter ketika:

  • Tidak dapat memakan makanan apapun (sulit menelan atau dimuntahkan lagi) dan minum cairan apapun.
  • Sering muntah dan diare.
  • Terlalu lemah untuk menggunakan obat diabetes.
  • Sulit mengontrol gula darah dan memiliki keton yang tinggi.

Kondisi ini harus ditangani oleh dokter ahli agar tidak membahayakan nyawa pasien diabetes. Jadi perhatikan baik-baik. Meskipun sakitnya kecil dan sederhana, kondisi diabetes bisa membuat penyakit ini jadi lebih parah. Jangan remehkan penyakit kecil, segera hubungi dokter jika memang ragu-ragu.

 

Baca juga: DIMANA DAN BAGAIMANA CARA KERJA OBAT DIABETES YANG DISUNTIKAN

DIMANA DAN BAGAIMANA CARA KERJA OBAT DIABETES YANG DISUNTIKAN

Kebanyakan orang menggunakan obat diabetes yang disuntikan untuk mengontrol diabetesnya. Bisa jadi obat yang disuntikan tersebut adalah insulin, tetapi bisa juga yang lain seperti hormone atau protein. Obat diabetes yang disuntikan juga memiliki cara dan area kerjanya masing-masing sama seperti obat dalam bentuk pil. Setiap bagian tubuh akan memiliki reaksi berbeda dengan obat yang diberikan, begitu juga sebaliknya, kebutuhan obat diabetes di setiap bagian tubuh bisa berbeda-beda. Maka dari itu sekarang akan coba dijelaskan bagaimana setiap obat bekerja di bagian tubuh yang berbeda bagi pasien diabetes.

 

Liver

Untuk liver obat yang digunakan adalah symlin (amylin).

Symlin dalam obat yang disuntikan menyasar liver sebagai tujuan utamanya. Obat diabetes ini berfungsi untuk membantu menurunkan kadar gula atau glukosa yang dibuat oleh liver.

Liver dan pankreas

Obat yang disuntikan Byetta, Bydureon, Victoza, Trulicity, Ozemplc.

Selain liver sendiri ada juga obat diabetes yang disuntikan untuk membantu memperbaiki kerja liver serta pankreas. Dua organ ini memang sangat berhubungan dengan diabetes karena di pankreas-lah insulin diproduksi.

Jadi tujuan obat ini adalah membantu pankreas untuk membuat insulin lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan insulin dalam tubuh. Obat-obatan ini juga akan membantu menurunkan jumlah gula yang dibuat liver. Lebih jauh lagi, obat ini juga memungkinkan untuk mengurangi nafsu makan yang tentunya bagus untuk menurunkan berat badan. Menurunkan berat badan sangat penting bagi pasien diabetes karena dapat mengurangi resiko komplikasi dan kontrol terhadap gula darah yang lebih baik.

Lemak, otot, liver dan pankreas

Semua jenis insulin (Apidra, Humalog, Humulin, Lantus, Levemir, NovoLog, Novolin, dan insulin jenis lainnya).

Kebanyakan orang sudah tahu bahwa insulin sangat penting untuk tubuh dan pasien diabetes biasanya tidak memproduksi insulin sendiri sehingga butuh suntikan insulin agar kebutuhan insulin dalam tubuh dapat terpenuhi. Suntikan insulin disuntikan ke dalam tubuh untuk menggantikan insulin yang dibutuhkan oleh tubuh, menurunkan kadar gula darah yang dibuat oleh liver dan membantu agar gula dapat masuk ke dalam sel lalu diubah menjadi energi. Selain tidak dapat memenuhi kebutuhan insulinnya sendiri, pasien diabetes juga akan mengalami resistensi insulin atau tubuh yang tidak sensitif terhadap jumlah insulin yang ada dalam tubuh. Untuk itulah suntikan insulin dibutuhkan oleh pasien diabetes.

Ini hanya sebagian kecil obat untuk diabetes yang disuntikan. Masih ada obat lain yang digunakan dengan cara disuntikan, namun ini adalah beberapa yang harus diketahui. Temui dokter khusus diabetes jika ingin mengonsultasikan obat diabetes yang harus digunakan.

 

Baca juga: PENYAKIT DIABETES MEMBUAT SULIT MENYETIR?

PENYAKIT DIABETES MEMBUAT SULIT MENYETIR?

Menyetir dengan aman meskipun memiliki penyakit diabetes

Meskipun penyakit diabetes tidak benar-benar menghalangi seseorang dari melakukan aktifitas sehari-harinya, namun ada situasi dimana penyakit ini bisa membuat kondisi berubah. Menyetir bisa jadi kegiatan yang mungkin terganggu akibat penyakit diabetes. Ada situasi tertentu di mana konsentrasi seseorang terganggu, perasaan terlalu lelah, hingga kehilangan kesadaran di tengah-tengah menyetir yang tentu saja berbahaya untuk keselamatan semua orang.

Kondisi kesehatan pasien diabetes bisa berubah secara mendadak tanpa diketahui sebabnya. Maka dari itu ada baiknya untuk membuat segala persiapan sekaligus langkah antisipasi agar perjalanan dengan menyetir sendiri jadi lebih nyaman dan aman.

 

Apa yang harus selalu dilakukan?

Pertama-tama cek dulu kadar gula darah sebelum mulai menyetir. Jika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah, jangan buru-buru menyetir karena dapat berbahaya. Rasa lelah dan ngantuk bisa saja membuat pasien diabetes kehilangan konsentrasi saat menyetir. Jika gula darah terlalu rendah dan tidak segera diatasi, pasien diabetes kehilangan kesadaran mendadak. Maka pastikan kondisi gula darah dalam keadaan stabil sebelum mulai menyetir.

Ketika melakukan perjalanan panjang, cek kadar gula darah setiap dua jam sekali.

Selalu bawa minimal 15 gram snack yang mengandung gula beraksi cepat atau sesuatu yang mengandung gula tinggi untuk keadaan darurat gula darah terlalu rendah. Jika merasakan gejala gula darah rendah segera menepi atau pergi tempat yang aman untuk memarkirkan kendaraan.

Untuk kondisi gula darah rendah segera atasi dengan snack, permen atau minuman dengan glukosa tinggi agar gula darah naik kembali. Tunggu 15 menit untuk kemudian melakukan tes gula darah sebelum benar-benar mulai menyetir. Jika gula darah masih belum juga kembali normal, ulangi prosesnya dan tunggu lagi. Mulailah menyetir hanya saat gula darah sudah kembali normal.

Lakukan pengecekan mata secara teratur karena menyetir dalam keadaan pandangan yang bagus.

Apa yang tidak boleh dilakukan?

Untuk mereka yang memiliki penyakit diabetes, hal-hal ini sebaiknya tidak dilakukan jika ingin menyetir dengan aman.

  • menyetir sambil minum. Karena pasien diabetes sering merasa haus, menyetir sambil minum mungkin jadi sesuatu yang harus dilakukan. Tetapi hal ini tentu berbahaya karena dapat mengganggu konsentrasi. Kebanyakan minum juga akan membuat seseorang sering buang air kecil, ini juga bisa membuat kegiatan menyetir jadi tidak nyaman dan terganggu.
  • menyetir ketika tubuh benar-benar tidak fit atau stress. Stress dan sakit adalah kondisi yang sangat rawan bagi pasien diabetes untuk mengalami lonjakan gula darah atau justru gula darah yang turun drastis.
  • tetap menyetir meskipun sadar dengan gejala kadar gula darah rendah.
  • langsung menyetir setelah mengatasi gula darah rendah. Tunggu sampai gula darah kembali normal atau mendekat normal paling tidak.

Ketika menyetir selalu ada kendaraan lain di sekitar atau penumpang yang tentu ingin perjalanan yang amanm jadi perhatikan bagaimana mengelola diabetes dengan baik sebelum mulai meyetir.

 

Baca juga: KADAR GULA DARAH NORMAL SELAMA TRAVELING

KADAR GULA DARAH NORMAL SELAMA TRAVELING

Menjaga kadar gula darah normal selama perjalanan

Apakah bisa menjaga gula darah normal ketika melakukan traveling? Tentu ini menjadi kecemasan tersendiri bagi pasien diabetes ketika akan pergi traveling. Berbagai kegiatan yang mungkin menimbulkan stress, makanan yang tidak teratur, istirahat yang sulit didapatkan dan banyak faktor eksternal lain mungkin bisa memicu gula darah tidak stabil. Ketika gula darah mendadak tinggi, tentunya banyak hal harus dilakukan agar gula darah kembali stabil dan tidak mengganggu perjalanan. Hal-hal tak terduga juga bisa terjadi ketika gula darah turun jauh, pasien dengan diabetes bisa saja kehilangan kesadaran mendadak dalam perjalanan. Nah, untuk berjaga-jaga agar situasi yang tidak diinginkan bisa teratasi dengan lebih baik, coba ikuti check list berikut ini.

 

Sebelum pergi

Rencanakan perjalanan ini jauh-jauh hari. Mulai dari tujuan, cara bepergian (darat, laut, udara), lama perjalanan, lama tinggal, kondisi di lokasi dan sebagainya. Dengan perencanaan yang matang maka akan mudah mendapat gambaran bagaimana dan seperti apa kondisi yang harus dipersiapkan. Konsultasikan dengan dokter apakah rencana traveling ini apa atau tidak? Mintalah saran bagaimana membuat perjalanan tersebut aman. Jika dokter telah menyetujui maka perjalanan bisa dipastikan akan lebih mudah.

Tanyakan juga apakah harus ada resep lebih lanjut yang harus dipersiapkan atau obat-obatan yang harus dibawa agar pada saat mulai perjalanan sudah dalam kondisi fit dan sehat.

Ketika berangkat

Obat

Buatlah daftar obat-obatan yang perlu dibawa dan dikonsumsi rutin beserta dosis dan jumlah yang harus dibawa. Kumpulkan obat-obatan tersebut dan pastikan bahwa semua yang dibutuhkan sudah tersedia dengan jumlah dan dosis yang tepat.

Setelah itu pisahkan menjadi dua bagian, yang pertama akan dibawa dalam tas tangan atau tas yang selalu berada dalam jangkauan selama perjalanan. Setengahnya lagi akan dibawa dalam koper. Jangan lupa untuk memberikan ekstra backup, jika terjadi sesuatu selama perjalanan dan obat yang dipersiapkan tidak mencukupi. Tidak hanya ekstra untuk obat tetapi juga ekstra insulin. Simpan insulin dalam wadah yang dingin dan kering untuk menjaga agar tidak rusak.

Catatan untuk yang bepergian dengan transportasi udara pastikan bahwa obat-obatan dan kebutuhan lainnya berada dalam tempat aslinya.

Alat pengecekan gula darah

Bawalah selalu ekstra strip pengecekan gula darah untuk berjaga-jaga jika harus melakukan pengecekan gula darah cukup sering. Jangan lupa juga untuk membawa ekstra baterai.

Identitas

Untuk pasien diabetes sebaiknya membawa kartu identitas yang menunjukan kondisi diabetes atau paling tidak menggunakan gelang yang bisa memberi tahu orang lain bahwa Anda memiliki diabetes.

Bawa juga kartu asuransi untuk kondisi darurat yang mengaruskan pergi ke rumah sakit.

Perlengkapan lain untuk dibawa

Bawalah paling tidak 15 gram snack yang mengandung gula tinggi dan bereaksi cepat pada tubuh seperti permen misalnya. Atau membawa glukosa tablet antisipasi ketika gula darah turun.

Bawa makan besar tambahan untuk berjaga-jaga ketika perjalanan tertunda (delay atau kena macet) dan sulit menemukan tempat makan.

Selalu gunakan alas kaki yang nyaman, empuk dan pas di kaki sehingga tidak menimbulkan luka atau lecet selama perjalanan.

Siapkan nomer dokter yang rutin dikunjungi agar mudah dihubungi saat keadaan darurat. Selain nomor dokter, siapkan juga nomor darurat lain seperti nomor orangtua, nomor wali atau nomor orang yang bisa dihubungi lain untuk membantu di keadaan darurat.

Terkadang traveling jauh juga menimbulkan perubahan waktu. Sesuaikan jam makan dengan perubahan waktu di tempat tujuan jika perlu, ini penting agar tubuh tidak kehilangan asupan nutrisi rutinnya.

Itu tadi sedikit tentang persiapan melakukan traveling bagi orang dengan diabetes. Menjaga kadar gula darah tetap normal selama perjalanan bukan hal yang tidak mungkin lagi sekarang.

 

Baca juga: KOMPLIKASI DIABETES DAN KESEHATAN JANTUNG