Nama gula dalam kemasan makanan sangat banyak ragamnya. Tahukah anda mengenai hal ini? Beberapa produsen menggunakan nama-nama lain yang memang diperlukan secara sesifik diperlukan. Namun hal ini membuat kita menjadi kurang “aware” atau bahasa gaulnya kurang menyadari, bahwa bahan makanan tersebut merupakan nama lain dari gula. Sehingga secara tidak sengaja, kita akhirnya mengkonsumsi gula secara berlebih. Cara mengetahuinya adalah dengan melatih diri sendiri untuk bisa hafal nama- nama mereka. Hal ini memang dirasa cukup sulit. Apalagi dengan begitu banyaknya nama lain yang ada. Namun akan lebih aman apabila anda selalu mengatur dan mengetahui asupan gula yang masuk ke dalam tubuh anda.
46 Nama Gula dalam Kemasan Makanan
Masih mudah melihat apakah terdapat gula di dalam daftar bahan produk makanan yang mau anda beli. Yang sulit adalah ketika produsen “menyembunyikan” berapa banyak kandungan gula tambahan dengan pemanis berbeda yang namanya berbeda dalam produk. Inilah beberapa nama – nama pengganti gula yang biasanya terdapat dalam kemasan makanan :
Harvard School of Public Health, USDA & dietriffic.com
Demikianlah nama lain dari gula agar anda tidak merasa “dibohongi”. Konsumsilah dengan batas yang wajar. Konsultasikan dengan dokter anda sangatlah disarankan. Semoga dapat membantu anda untuk bisa lebih jeli dan bijak dalam berbelanja bahan makanan sehari-hari.
Gejala diabetes sering kali tidak terlihat secara jelas di awalnya. Kadang kita baru sadar atau terindikasi diabetes ketika sudah mengalami komplikasi diabetes. Misalnya ketika luka dan tidak kunjung sembuh, dan kita memeriksakannya. Ternyata luka tersebut tak kunjung sembuh karena kadar gula darah yang tinggi. Barulah kita menyadari bahwa kita mengidap diabetes. Belum lagi bila diabetes terjadi pada anak anda. Akan lebih sulit lagi bila kita tidak memahami dan mengetahui gejala-gejalanya.
Jenis diabetes paling umum pada anak adalah diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 pada anak dianggap sebagai penyakit autoimun. Dimana sel-sel sistem kekebalan tubuh bertindak terhadap sel yang memproduksi insulin dari pankreas yang juga dikenal sebagai sel beta. Sel beta yang rusak oleh sistem kekebalan tubuh anak, pankreas tidak lagi membuat insulin. Hal ini mengakibatkan anak perlu mengambil insulin eksogen. Yaitu insulin yang diberikan melalui suntikan, bukan dibuat oleh pankreas sendiri.
Ketika kadar insulin sangat rendah di dalam tubuh, kadar glukosa meningkat, dengan tanda-tanda sebagai berikut :
Gejala Diabetes
Penurunan Berat Badan
Sel-sel tubuh yang mengambil insulin, glukosa yang dibuang dan bukan diekskresikan oleh ginjal. Sumber kalori dan makanan telah dikeluarkan oleh tubuh, sehingga akan mengurangi berat badan anak.
Dehidrasi
Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal mengeluarkan lebih banyak urine. Ini membantu ginjal membuang glukosa, tetapi bersama dengan air juga diekskresikan sehingga anak menjadi kekurangan cairan yang dapat mengancam jiwanya.
Kerusakan Organ
Dalam perkembangan penyakit, anak dapat mengembangkan bukti peningkatan gula darah. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh seperti jantung, ginjal dan mata. Ketika hal ini terjadi, anak menderita peningkatan resiko aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Penyakit seperti neuropati diabetes, retinopati diabetes, nefropati diabetes dan penyakit jantung dapat berkembang pada anak.
Diabetes Ketoacidosis
Jika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber bahan bakar sel, maka tubuh akan memecah jaringan lemak. Salah satu hasil dari metabolism jaringan lemak adalah pembentukan keton. Keton membangun dalam aliran darah dan tumpah keluar dalam urine. Anak memperlihatkan gejala yang berhubungan dengan tingginya tingkat keton. Hal ini meliputi sakit perut, mual dan muntah, dehidrasi yang mengancam jiwa dan penumpukan asam dalam darah (asidosis metabolik).
Gejala Diabetes pada Anak
Gejala terjadinya diabetes pada anak biasanya sangat halus atau samar sehingga akan sulit untuk didiagnosa. Akan tetapi, sewaktu-waktu gejala akan bisa datang secara tiba-tiba dan begitu parah. Berikut adalah beberapa gejala diabetes yang mungkin terlihat pada anak :
Peningkatan frekuensi buang air kecil
Sakit perut
Mual dan muntah
Kekeringan mulut
Kelaparan meningkat, bahkan setelah anak selesai makan
Haus yang teramat
Penurunan berat badan meskipun anak tersebut makan dengan normal
Nafas anak berbau buah
Peningkatan laju pernafasan
Peningkatan kebingungan
Pandangan yang kabur
Peningkatan kelemahan
Sebuah insiden yang lebih tinggi dari infeksi, khususnya vagina, saluran kemih dan kulit
Perkembangan lambat, nafas tersengal-sengal, yang dikenal sebagai respirasi kussmaul
Kehilangan kesadaran (hanya terjadi jika tingkat gula darah sangat tinggi)
Tremulousness (gemetaran)
Sampai sekarang dalam dunia kedokteran memang belum ada obat yang pasti dapat menyembuhkan. Tetapi dengan penanganan yang tepat akan dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagi anda penderita diabetes pasti sudah tahu bahwa setelah terdiagnosa anda akan melakukan pengelolaan pola makan. Disamping itu, juga memeriksa kadar gula darah. Selain itu (bisa) juga pemberian atau penambahan insulin bagi tubuh baik secara suntikan maupun oral.
Namun tahukah anda? Bahwa masih banyak penderita diabetes yang secara tidak sadar tidak melakukan antisipasi ganggungan kulit yang secara umum terjadi. Padahal, jika kadar gula darah tinggi maka akan menyebabkan kulit kering, gatal-gatal, retak, kesulitan penyembuhan luka dan infeksi.
Demikian juga dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan aliran darah yang terbatas ke daerah-daerah tertentu dari tubuh menyebabkan infeksi bakteri dan jamur. Sementara itu, suntikan insulin dapat menyebabkan rosacea (kulit kuning) bisa terjadi pada kasus yang parah dan jarang.
Ada banyak gangguan kulit bagi penderita diabetes. Namun hal itu pun dapat dicegah melalui manajemen kadar gula darah dan perawatan yang cerdas terhadap masalah kulit yang timbul. Inilah 3 tips sederhana untuk perawatan kulit diabetes.
Hindari Kulit kering
Untuk menghindari kulit kering, mandilah dengan air hangat (tidak panas) dan gunakan sabun dengan ringan saja. Gunakan lotion atau krim yang bisa mempertahankan kelembaban kulit.
Bila anda mengalami musim dingin yang kering, jaga rumah dan lingkungan sekitarnya tetap lembab. Selalu periksa kulit anda secara teratur, terutama pada titik-titik merah, benjolan atau kelainan lainnya.
Pastikan kotak P3K selalu ada di rumah. Hal ini dapat membantu anda memberikan pertolongan pertama jika mungkin ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Pastikan obat seperti salep anti bakteri, petroleum jelly bersih, kain kassa, hypoallergenic tape dan handuk yang rutin dicuci ada di kotak P3K.
Gangguan Kulit dan Diabetes
Waspadai masalah pada kaki anda
Penderita diabetes juga rentan terhadap masalah kaki seperti lecet, retak kaki, infeksi dan kondisi kulit yang kurang sirkulasi atau kerusakan syaraf. Pencegahan masalah ini bisa dilakukan dengan memakai sepatu. Hal ini dapat mencegah kaki anda mengalami kerusakan syaraf.
Periksa kaki anda secara teratur setiap hari dan kunjungi dokter anda untuk pemeriksaan kaki paling tidak 6 bulan sekali sekali.
Gangguan Kulit dan Diabetes
Tangani masalah dengan tepat
Meskipun penderita diabetes mengalami banyak kesulitan dalam perawatan kulit, tetapi pencegahan masih mungkin sekali dilakukan. Dengan perawatan dan penanganan yang tepat, gangguan kulit tidak harus menjadi masalah yang sulit bagi anda. Selalu kunjungi dokter kulit anda dengan teratur untuk mendapatkan konsultasi dan rekomendasi yang tepat.
Bagi penderita diabetes, olahraga ringan tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki kontrol diabetes. Tetapi juga meningkatkan fungsi jantung dan pernafasan, menurunkan berat badan dan meningkatkan kualitas hidup. Disamping manfaatnya, latihan olahraga dapat berisiko menimbulkan hipoglikemi dan hiperglikemi sehingga akan memperburuk kontrol diabetesnya. Sehingga program olahraga bagi diabetesi adalah
Jenis Olahraga
Jenis olahraga bagi penderita diabetes yang bertujuan untuk kesegaran kardiovaskuler. Yaitu jantung, pembuluh darah, pernafasan dan sirkulasi darah, juga untuk kekuatan, kelenturan dan kelincahan.
Oleh karena itu program latihan yang diharuskan pada diabetisi sesuai dengan kebutuhannya yaitu : continue, rhythmical, interval, progressive dan endurance (CRIPE).
Continue
Latihan harus berkesinambungan dan dilakukan terus menerus tanpa berhenti.
Rythmical
Latihan harus dipilih yang berirama, yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, contoh: jalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, mendayung.
Olahraga Ringan Bagi Penderita Diabetes
Interval
Latihan dilakukan selang-seling antara gerak cepat dan lambat, contoh : jalan cepat diselingi jalan lambat, jogging diselingi jalan.
Progressive
Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dari intensitas ringan sampai sedang hingga mencapai 30-60 menit.
Sasaran denyut nadi rata-rata = 75-85% dari maksimum denyut nadi. Maksimum denyut nadi rata-rata dapat dihitung dengan cara 220-umur. Misal umur anda 65 tahun, berarti maksimum denyut nadi rata-rata adalah 220-65=155. Jadi sasaran denyut nadi rata-rata adalah 75-85% dari 155 yaitu 116-132.
Endurance
Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, contoh : jalan, jogging, berenang, bersepeda.
Takaran Olah raga
Aktivitas fisik yang dilakukan harus memenuhi takaran yang ditentukan, apabila kurang tidak akan memberikan manfaat.
Takaran meliputi : intensitas, lama dan frekuensi latihan.
Intensitas
Intensitas adalah kerasnya melakukan latihan, dikontrol dengan pemantauan denyut nadi atau jantung. Peningkatan intensitas didasarkan pada umur, keadaan kesehatan, kebugaran tingkat awal, adaptasi latihan dan dampak terhadap kontrol gula darah diabetisi.
Lama
Lamanya latihan antara 20-30 menit dalam zona latihan. Jika intensitas tinggi maka lama latihan dapat lebih pendek dan sebaliknya.
Frekuensi
Frekuensi latihan paling sedikit 3 x seminggu hal ini karena ketahanan seseorang akan menurun setelah 48 jam. Latihan tiap hari tidak dianjurkan karena dapat menurunkan kondisi fisik dan mental.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Hal yang dapat memperburuk gangguan metabolik diabetesi :
Beratnya penyakit dan komplikasinya (penyakit jantung, hipertensi, gangguan penglihatan, gangguan funsi ginjal dan hati, kelainan kaki)
Kadar glukosa darah 250 mg%, jangan lakukan latihan berat (misalnya : latihan beban, bulu tangkis, sepak bola, dll)
Olah raga pada suhu terlalu panas/ dingin.
Gangguan pada kaki :
Kenakan sepatu yang sesuai
Kaki diusahakan agar selalu bersih dan kering
Periksa kedua kaki setiap sebelum dan sesudah latihan.
Diabetes melitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit gangguan metabolisme gula darah yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah dengan segala akibatnya.Penyakit diabetes melitus jika tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit menahun. Seperti serangan jantung, penyakit pembuluh darah tungkai, gangguan pada mata, ginjal dan syaraf.
Untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes, maka harus dilakukan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan, dan profil lipid. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satu pola hidup sehat adalah mengatur jadwal makan, jenis dan jumlah makanan.
Tujuan Diet Sehat Diabetes:
Memberikan makanan sesuai kebutuhan.
Mempertahankan kadar gula darah sampai normal/ mendekati normal.
Mempertahankan berat badan menjadi normal.
Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang dapat menyebabkan pingsan.
Mengurangi/ mencegah komplikasi.
Diet Sehat Diabetes – Tips
Syarat Diet Sehat Diabetes:
Kebutuhan energi ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan untuk metabolisme basal sebesar 25-30 kkal/kg BB normal, ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan keadaan khusus, misalnya kehamilan atau lakatasi dan adanya komplikasi.
Protein 10-15% dari kebutuhan energi total.
Lemak 20-25% dari kebutuhan energi total ( <10% dari lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh ganda, sisanya dari lemak tidak jenuh tunggal).
Kolesterol makanan dibatasi maksimal 300 mg/hari.
Kebutuhan Karbohidrat 60 -70% dari kebutuhanenergi total.
Penggunaan gula murni tidak diperbolehkan, bilakadar gula darah sudah terkendali diperbolehkanmengkonsumsi gula murni sampai 5 % darikebutuhan energi total.
Tahukah anda bahwa ada beberapa kebiasaan yang apabila terus-menerus dilakukan dapat menjadi penyebab tingginya kadar gula darah? Inilah 7 kebiasaan penyebab tingginya kadar gula darah.
Teh manis dan Soda
Tahukah anda bahwa dalam 1 kaleng minuman soda 375 ml setidaknya terdapat 5 sendok gula. Dan dalam segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan).
Padahal dalam kenyataannya, orang dewasa hanya membutuhkan rata-rata 4 sendok gula dalam satu hari. Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Asupan gula berlebih dapat menyebabkan kadar gula darah anda akan melonjak tinggi.
Solusi : ganti konsumsi teh manis dan minuman bersoda anda dengan air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.
Suka Ngemil dan Gorengan
Gorengan merupakan salah satu makanan penyebab resiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, antara lain kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Tidak ada salahnya “ngemil” apabila yang kita makan adalah jenis camilan yang sehat.
Camilan dengan kadar gula yang tinggi serta tepung dapat dengan cepat menaikkan kadar gula dalam darah. “Keliru” dalam memilih camilan yang anda makan sehari-hari justru dapat meningkatkan resiko kegemukan, obesitas dan diabetes.
Solusi : Ganti gorengan atau camilan anda dengan kacang-kacangan atau buah segar.
Kurang Tidur
Kurang tidur berkualitas akan mengganggu sistem metabolisme tubuh anda. Berdasarkan hasil riset di University of Chicago terungkap bahwa, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh dalam memproses glukosa menurun drastis. Hal ini berarti meningkatnya resiko diabetes.
Solusi: Jaga kualitas tidur anda. Tidak kurang dari 6 jam dalam sehari.
7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
Kurang Aktivitas Fisik
Apabila anda jarang berolahraga atau melakukan aktifitas fisik, maka berhati-hatilah. Karena berdasarkan penelitian, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas dan penyakit lain lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
Solusi: Berkeringatlah sesering mungkin dengan berolahraga.
Stres
Pada saat stres, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol agar gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, bila hal ini terus terjadi akan membahayakan bagi kondisi tubuh anda.
Solusi: hilangkan stress dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan anda, seperti melakukan hobi anda.
7 Kebiasaan Penyebab Kadar Gula Darah Melonjak
Merokok
Penelitian di Amerika menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Dalam penelitian tersebut, disebutkan pula bahwa naiknya resiko tidak hanya disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Solusi : Berhenti merokok dan mulailah gaya hidup sehat
Menggunakan Pil Kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Kinerja pil kontrasepsi berlawanan dengan kinerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa untuk bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu dibiarkan terus-menerus, pankreas menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik.