YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2
Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 yang merupakan bentuk paling umum dari diabetes. Diabetes dengan tipe ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk diantaranya faktor-faktor gaya hidup dan gen. Berikut diuraikan beberapa faktor penyebab diabetes tipe 2.

Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

Kegemukan, Obesitas, dan Kurang Aktivitas Fisik

Anda lebih beresiko terkena diabetes tipe 2 jika mengalami kelebihan berat badan, obesitas dan kurang berolahraga atau beraktifitas fisik. Kelebihan berat badan dapat memicu resistensi insulin. Lokasi lemak tubuh juga membuat perbedaan. Lemak perut yang berlebihan bersiko terhadap resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung dan pembuluh darah. Untuk melihat apakah berat badan anda menempatkan anda pada risiko untuk diabetes tipe 2, cek Body Mass Index (BMI) anda.

Sebagai gambaran, anda dapat melihat pada Body Mass Index (BMI). Jika perhitungan > 23,0 maka anda kelebihan berat badan. Dan jika > 24,9 anda mengalami obesitas.

Resistensi Insulin

Diabetes tipe 2 biasanya dimulai dengan resistensi insulin. Suatu kondisi di mana otot, hati, dan lemak sel tidak menggunakan insulin dengan baik. Akibatnya, tubuh anda membutuhkan lebih banyak insulin untuk membantu glukosa memasuki sel. Pada awalnya, pankreas membuat lebih banyak insulin untuk memenuhi permintaan tubuh. Seiring waktu, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Dan pada akhirnya kadar glukosa darah meningkat.

Gen dan Sejarah Keluarga

Seperti halnya dalam diabetes tipe 1, gen-gen tertentu dapat membuat anda lebih beresiko terserang diabetes tipe 2. Penyakit ini cenderung terjadi pada kelompok ras atau etnis tertentu seperti Afrika Amerika, Alaska, Indian Amerika, Amerika Asia, Hispanik, Hawai.

Gen juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dengan meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas.

Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2
Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2
Mutasi Genetik

diabetes monogenik disebabkan oleh mutasi, atau perubahan, dalam sebuah gen tunggal. Perubahan ini biasanya melalui keluarga, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mutasi gen yang terjadi sendiri. Sebagian besar mutasi gen ini menyebabkan diabetes dengan membuat pankreas kurang mampu membuat insulin.

Jenis yang paling umum dari diabetes monogenik adalah diabetes neonatal dan maturity-onset diabetes of the young (MODY). diabetes neonatal terjadi pada 6 bulan pertama kehidupan. Dokter biasanya mendiagnosa MODY selama masa remaja atau awal masa dewasa. Terkadang penyakit ini tidak didiagnosis sampai di kemudian hari.

Cystic fibrosis menghasilkan lendir tebal yang menyebabkan jaringan parut di pankreas. jaringan parut ini dapat menghambat pankreas dalam memproduksi insulin.

Hemochromatosis menyebabkan tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi. Jika penyakit ini tidak diobati, zat besi dapat merusak pankreas dan organ lainnya.

Penyakit Hormonal

Beberapa penyakit hormonal menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak hormon tertentu, yang kadang-kadang menyebabkan resistensi insulin dan diabetes.

  • Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kortisol (hormon stres).
  • Akromegali terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan.
  • Hipertiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.
Kerusakan Pankreas

Pankreatitis, kanker pankreas, dan trauma semua bisa membahayakan sel-sel beta atau membuat mereka kurang mampu memproduksi insulin, yang mengakibatkan diabetes. Jika pankreas yang rusak dihapus, diabetes akan terjadi karena hilangnya sel beta.

Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2
Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2
Obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat membahayakan sel-sel beta atau mengganggu produksi insulin. Ini termasuk. Konsultasikan obat-obatan yang anda konsumsi dengan dokter anda.

Semoga bermanfaat.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit diabetes. Hal ini terutama pada tahap awal, karena pada tahap ini, ada kemungkinan bahwa gejala tidak begitu kentara. Berikut adalah beberapa gejala awal yang bisa dijadikan sebagai indikasi adanya resiko diabetes. Atau bahkan sebagai indikasi apakah anda mengidap diabetes atau tidak.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
  1. Sering Buang Air Kecil

Diabetes erat hubungannya dengan kadar gula darah yang tinggi. Selain itu juga berhubungan dengan keluarnya glukosa (yang seharusnya menjadi energi) melalui urin. Jumlah tinggi glukosa dalam urin dapat menyebabkan peningkatan output urin (sering buang air kecil) dan menyebabkan dehidrasi.

  1. Haus Berlebih

dehidrasi yang dikarenakan seingnya buang air kecil menyebabkan peningkatan rasa haus dan konsumsi air.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
  1. Menurunnya Berat Badan

Kekurangan insulin relatif atau absolut akhirnya menyebabkan penurunan berat badan. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat merubah gula menjadi energi. Sehingga tubuh mencari alternatif energi lain selain glukosa (yaitu lemak).

  1. Meningkatnya Nafsu Makan

Hal ini terjadi karena tubuh “merasa” belum mendapat cukup energi. Meskipun sebenarnya kita telah “cukup” dalam mengkonsumsi makanan. Penurunan berat badan diabetes tetap dapat terjadi meskipun dengan adanya peningkatan nafsu makan.

8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes
  1. Mudah Lelah

Terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi yang sesuai. Hal tersebutlah yang menyebabkan diabetasi mudah merasa lelah.

  1. Mual dan Muntah

Orang-orang dengan diabetes merasa mual karena gastroparesis. gastroparesis adalah kondisi dimana lambung gagal mengosongkan diri secara tepat. Ini disebabkan generalized neuropathy yang merupakan komplikasi dari penyakit diabetes. Generalized neuropathy adalah kegagalan dari syaraf-syaraf dalam tubuh untuk mengirim sinyal-sinyal yang tepat ke dan dari otak.

  1. Sering Mengalami Infeksi (seperti infeksi kandung kemih, kulit, dan area vagina)

Infeksi ini beresiko tinggi terjadi pada orang dengan diabetes yang tidak diobati atau diabetes dengan kontrol yang buruk.

  1. Penglihatan Mata Kabur

Fluktuasi kadar glukosa darah menyebabkan penglihatan kabur. Hiperglikemia kronis menyebabkan kerusakan sel pada jaringan saraf (saraf optik dan retina), vaskular retina dan lensa. Gangguan konduksi saraf pada retina serta saraf optik menyebabkan hambatan fungsi retina dalam menangkap rangsangan cahaya. Selain itu juga menghambat penyampaian impuls listrik ke dalam otak. Proses ini akan dikeluhkan penderita retinopati diabetik dengan gangguan penglihatan yaitu pandangan kabur.

Bagaimana memastikan apakah saya memiliki diabetes atau tidak?

Tidak ada cara yang pasti untuk mengetahui apakah anda memiliki diabetes tanpa menjalani tes darah. Tes darah tersebut untuk menentukan kadar glukosa darah anda. Temui dokter anda jika anda memiliki gejala diabetes atau jika anda prihatin tentang risiko diabetes anda.

Semoga bermanfaat.

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus

Yakon (Smallantus sonchifolius) adalah bahan ramuan yang populer dalam beberapa tahun terakhir karena beberapa penelitian medis menunjukkan efek positifnya pada tikus diabetes. Daun yakon berasal dari amerika selatan. Di daerah asalnya, tanaman ini  digunakan untuk mengontrol gula darah. Tanaman yakon sangat baik bagi diabetes karena memiliki kandungan flavanoids, antioksidan, dan fructooligosaccharides.

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus

Yakon (Smallanthus sonchifolius) adalah tumbuhan perdu berasal dari Peru, tepatnya di Pegunungan Andes. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 1350 MDPL dan kelembapan yang tinggi. Lebar daunnya dapat mencapai 30 cm. Ketinggian perdu tumbuhan ini mencapai 2 meter. Kuncup daun yang berwarna merah keunguan merupakan indikator tumbuhan ini memiliki kualitas daun yang bagus. Ciri khas lain dari tanaman Yakon adalah berumbi, batang dan daun bagian bawah berbulu tipis, serta setiap kali tumbuh daun, selalu berpasangan berhadapan.

Studi Klinis Awal Daun Yakon Dan Diabetes

Hasil Yang Mengejutkan
Journal of Ethnopharmacology menerbitkan sebuah studi klinis pada tahun 2001 yang melibatkan pemberian rebusan teh dari daun yakon ke tikus yang telah diinduksi dengan diabetes. Tikus diberikan 10% dari teh yakon dengan suntikan atau melalui makan. Satu dosis tunggal sudah cukup untuk mengurangi kadar glukosa darah pada tikus, tetapi tidak memiliki efek secara signifikan pada diabetesnya.

Namun, ketika botol air tikus dipenuhi dengan teh yakon (bukan dengan air biasa) selama tiga puluh hari, kadar glukosa darah tikus diabetes menurun secara signifikan. Selain itu, tikus diabetes mengalami penurunan berat badan pada angka berat tubuh sehat. Tingkat insulin dan fungsi ginjal membaik. Para ilmuwan tersebut berkesimpulan bahwa teh daun yakon memang memiliki efek positif pada tingkat insulin, dan pada saat itu sangat mendorong penggunaannya pada manusia penderita diabetes.

Studi klinis kedua

Antusiasme untuk Daun Yakon
Tim kedua ilmuwan melakukan percobaan pada tikus diabetes dengan berbagai ekstrak daun yakon pada tahun 2010. Diterbitkan dalam Interaksi CHEMICO-Biological, studi klinis ini diuji glukosa dan insulin tingkat darah tikus diabetes dengan lima komposisi yang berbeda dari ekstrak daun yakon selama delapan minggu. Setelah delapan minggu pada ekstrak daun yakon, insulin dan kadar glikemik dalam tikus diabetes telah terkontrol. Sekali lagi, para peneliti sangat antusias tentang daun ini dalam pengobatan diabetes.

Uji Praklinis di Indonesia

Simposium
Penelitian di Indonesia dilakukan oleh tim Hady Anshory T. hasil penelitian tim ini telah disimposiumkan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 15 Maret 2014. Penelitian tersebut menggunakan sebanyak 36 ekor tikus jantan sebagai subyek uji. Tikus-tikus tersebut dibuat menjadi diabetes dengan menyuntikan suatu zat kimia yaitu streptozotocin (STZ). Tiga hari setelah disuntik dengan (STZ), tikus diberikan ekstrak daun ini setiap hari selama 16 hari. Hasil penurunan kadar gula darah tikus seperti pada grafik berikut:

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Penjelasan hasil :

Setelah tikus disuntik dengan STZ terjadi peningkatan kadar glukosa darah sampai 500 mg/dl (padahal normalnya adalah 90-120 mg/dl) dalam waktu 3 hari. Setelah diberikan treatment dengan ekstrak daun yakon 120 mg/kgBB setiap hari selama 16 hari terjadi penurunan kadar gula darah sampai 72%, sedangkan tikus yang tidak diberi ekstraknya (kontrol negatif) kadar gula darahnya terus meningkat. Disamping itu jika dibandingkan dengan tikus yang diberi obat antidiabetes glibenklamid (kontrol positif), penurunan kadar gula darah hanya mencapai 17%. Hal ini menunjukkan bahwa efek penurunan kadar gula darah ekstrak daun yakon sangat kuat.

Ekstrak daun ini ternyata mampu memperbaiki sel beta pangkreas yang rusak, hal ini terlihat dari tabel hasil pengamatan sel beta pangkreas normal setelah ditreatment dengan ekstrak daun berkhasiat ini.

Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Daun Yakon dan Diabetes Mellitus
Kandungan Antidiabetes pada Daun Yakon

Senyawa Sonchifolin, Polimatin B, Uvedalin dan Enhidrin; sebagai antidiabetes melalui dua mekanisme, yaitu menghambat proses glikogenolisis dan glukoneogenesis. Penghambatan proses glikogenolisis dan glukoneogenesis tersebut mengaibatkan adanya penghambatan pembentukan glukosa dalam tubuh.

Senyawa antioksidan asam chlorogenic, asam cafeic, dan asam ferulic; sebagai penghambat radikal bebas yang merusak organ tubuh termasuk pankreas.

Senyawa melampolide; sesquiterpen lakton yang menghambat pembentukan nitric oxide (NO) (gas radikal bebas yang mudah larut dan berumur pendek). Hal ini mencegah kerusakan sel beta pankreas, hal ini berarti senyawa sesquiterpen lakton melampolide juga memiliki mekanisme sebagai antioksidan untuk melindungi sel beta pankreas.

Semoga bermanfaat.

 

5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes

5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes

5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes
5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes

Makanan Ringan yang Sehat
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa diabetasi wajib untuk menjaga pola makan dan mengurangi jenis-jenis makanan yang tinggi karbohidrat. Hal tersebut bukan berarti bahwa “ngemil” adalah suatu hal yang terlarang bagi diabetasi. “Ngemil” bagi diabetasi diperbolehkan, dengan catatan masih dalambatas-batas yang aman dan dengan porsi yang aman pula. Jangan sampai karena hasrat ngemil anda yang “tinggi”, mengganggu kesehatan anda secara keseluruhan. Berikut adalah 5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes yang mungkin dapat membantu.

Berfikir Sebelum Makan

Berpikirlah terlebih dahulu sebelum anda makan. Maksudnya adalah, apakah anda benar-benar lapar, atau anda bosan, atau anda “sekedar ingin mengunyah”? Jika anda memang benar-benar lapar dan memang sudah sesuai dengan jadwal anda, maka memang sebaiknya makan. Namun bila anda ingin makan hanya karena bosan atau  “sekedar ingin mengunyah”, maka alangkah baiknya apabila anda menahan keinginan itu. Namun apabila memang anda memaksakan ingin memakan sesuatu, maka pilihlah camilan yang “aman” untuk anda. Pastikan untuk memilih camilan yang sehat dan sesuai dengan kondisi tubuh anda.

Karbohidrat Mempengaruhi Tubuh Anda

Pahamilah bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap insulin dan karbohidrat. Mengetahui dan mengerti jenis dan jumlah karbohidrat yang anda makan sangat penting untuk menghindari kemungkinan melonjaknya kadar gula darah anda. Makanan dengan indeks glikemik tinggi sangat tidak disarankan. Jangan lupa untuk menghitung jumlah karbohidrat dalam makanan ringan anda secara keseluruhan. Kemudian sesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan diet diabetes yang anda jalani.

Rencanakan camilan sehat anda

Tahan diri dan keinginan anda untuk memilih makanan secara “sembarangan”. Siapkanlah camilan sehat untuk anda bawa (yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan sesuai dengan diet yang anda jalani). Hal tersebut akan membantu anda dalam  mengelola kadar gula darah anda. Almond mentah, telur rebus, blueberry, serta sayuran segar dapat menjadi pilihan variasi camilan anda.

Pilih Kudapan yang Tepat

Carilah makanan camilan yang membantu Anda mencapai target harian kalori dan karbohidrat anda serta memenuhi selera pribadi Anda. Camilan yang sehat harus merupakan kombinasi dari protein dan karbohidrat yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah dan akan membuat anda kenyang lebih lama.

Hal tersebut dikecualikan kepada anda yang mengalami kadar gula darah yang rendah. Apel atau jeruk, tiga cangkir popcorn, telur rebus, atau 15 almond hanya beberapa contoh pilihan camilan sehat.

5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes
5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes

Porsi yang “Tidak Berlebihan”

kontrol porsi camilan anda adalah kunci utamanya apabila anda “ngemil”. “Ngemil” makanan sehat secara berlebihan tetaplah tidak baik untuk dilakukan. Hal tersebut akan tetap berpengaruh terhadap kadar gula darah anda dan dapat menambah berat badan. Ukurlah porsi camilan anda sendiri. Hal ini bisa dilakukan baik dengan gelas ukur dan sendok ke dalam wadah tersendiri.

Demikianlah 5 Tips “Ngemil” Bagi Penderita Diabetes kali ini.

Semoga bermanfaat.

DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM
DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

Artikel ini akan membahas tentang diabetes tipe 2 secara lebih mendalam. Dengan banyaknya materi yang ada mengenai diabetes tipe ini, maka artikel ini akan diupdate secara berkala. Sehingga dapat menjadi tempat anda mendapat informasi lengkap mengenai diabetes tipe 2.

APA ITU DIABETES TIPE 2?

Diabetes merupakan penyakit yang berhubungan dengan permasalahan tubuh anda dalam mengatur kadar gula dalam darah. Pankreas berfungsi untuk menghasilkan hormon insulin untuk mengubah gula (glukosa) menjadi energi. Dalam diabetes tipe 2, insulin yang dihasilkan tidak mampu merubah glukosa menjadi energi secara maksimal. Atau dalam kasus lain, jumlah hormone insulin yang dihasilkan tidak mencukupi untuk merubah glukosa menjadi energi. Kedua hal tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tidak terkontrol dengan baik.

Penyakit diabetes sering kali diikuti oleh berbagai jenis komplikasi penyakit yang lain. Mengontrol kadar gula darah dalam kadar yang normal merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar diabetes tidak menimbulkan komplikasi. Kontrol dalam kadar gula darah sebagai tindakan preventif ini sangat bergantung pada gaya hidup anda. Antara lain seperti pola makan gizi seimbang, kontrol berat badan, olahraga dan, dalam beberapa kasus, obat-obatan yang dikonsumsi. Selain itu juga tergantung pada usia, berat badan, tingkat gula darah, dan berapa lama anda mengidap diabetes. Pengobatan dan penanganan yang dilakukan harus disesuaikan dengan factor-faktor tersebut.

APA PENYEBAB DARI DIABETES TIPE 2?

Secara umum, diabetes tipe 2 menyerang mereka yang cenderung mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, gaya hidup yang kurang sehat. Sering juga, diabetes tipe ini menyerang orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Selain itu juga orang yang memiliki resistensi insulin akibat kegemukan.

Usia juga berpengaruh terhadap tingkat resiko. Seiring bertambahnya usia anda, anda juga akan mengalami peningkatan risiko terkena diabetes. Di samping itu, pola makan yang buruk dan rokok juga dapat mempengaruhi tingkat risiko diabetes.

Secara lengkap mengena penyebab dapat didalami di Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

KOMPLIKASI PADA DIABETES TIPE 2

Seperti yang telah diuraikan pada pembahasan diatas, bahwa diabetes sering diikuti oleh berbagai jenis komplikasi penyakit yang lain. Adalah hal yang sangat penting untuk mengetahui dan memahami tanda-tanda komplikasi tersebut. Jika terdeteksi sejak dini, beberapa komplikasi ini dapat diobati dan dicegah agar tidak menjadi semakin buruk. Cara terbaik mencegah komplikasi dari diabetes adalah dengan menjaga kadar gula darah dalam skala normal. Kadar gula darah yang  tinggi mengakibatkan perubahan (yang tidak baik) dalam pembuluh darah itu sendiri, serta dalam sel darah (terutama eritrosit) dimana hal tersebut mengganggu aliran darah ke berbagai organ.

Komplikasi pada diabetes terbagi menjadi dua kategori:

  • mikrovaskuler (kerusakan pada pembuluh darah kecil) dan
  • makrovaskuler (kerusakan pada pembuluh darah besar).

Komplikasi tersebut mencakup:

  • penyakit ginjal (nephropathy)
  • kerusakan saraf (neuropathy), yang paling umum di kaki dan tangan, tetapi juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi
  • penyakit mata (retinopathy)
  • penyakit arteri perifer (penyakit yang mempengaruhi pembuluh di ekstremitas bawah dan atas)
  • tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
  • Gastroparesis (kerusakan saraf di perut)
  • Depresi

Gejala Awal bisa dilihat di 8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes. Sedangkan gejalanya pada anak-anak dapat dilihat di Waspada! Gejala Diabetes pada Anak

Semoga bermanfaat.

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini

Dua dari tiga minuman olahan ini pasti sangat familier di telinga anda. Atau bahkanmerupakan minuman yang biasa tersedia di rumah anda. 3 minuman ini ternyata memiliki khasiat yang sangat baik untuk penderita diabetes. Khasiat tersebut adalah untuk mengontrol kadar gula dalam darah anda. Sekarang saatnya  Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini.

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
KOPI MENURUNKAN RESIKO TERKENA DIABETES TIPE 2

Sebuah studi tentang konsumsi kopi menemukan bahwa meminum kopi menurunkan resiko diabetes tipe 2 antara 11% hingga 40%. Sebuah studi lainnya, dengan mengambil sampel dari 457.922 relawan, menemukan bahwa setiap cangkir kopi dalam menu harian anda, menurunkan risiko diabetes sebesar 7%.

Belum diketahui secara pasti mengapa meminum kopi dapat mengurangi resiko terkena diabetes tipe 2. Namun sebagian peneliti beranggapan bahwa hal ini terjadi karena senyawa polifenol kopi. Senyawa ini memiliki sifat anti-oksidan dan secara luas diyakini membantu mencegah penyakit inflamasi seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

Kopi mengandung banyak mineral, seperti magnesium, yang terbukti mempengaruhi peningkatan sensitivitas insulin dalam tubuh. Hal ini memperkuat posisi kopi sebagai herbal yang juga bisa bermanfaat untuk pengidap diabetes tipe 2 maupun  pra-diabetes.

KOPI HIJAU (Green Bean) MENGURANGI SERAPAN GULA OLEH TUBUH

biji kopi hijau (green bean) menurunkan tekanan darah. Green bean adalah biji kopi yang belum melalui tahap Roasting (belum dipanggang) sehingga tidak Berwarna hijau. Sedangkan kopi hitam yang biasa diminum telah melalui proses roasting (sudah dipanggang, sehingga menjadi berwarna hitam).

Kopi hijau atau green bean (biji kopi yang belum di-roasting) ini mengandung sejumlah besar asam chlorogenic, bahan aktif yang memiliki beragam manfaat.

Dengan membatasi penyerapan glukosa masuk ke dalam aliran darah, secara tidak langsung akan  menurunkan kadar gula darah dan lonjakan insulin. Sebuah studi yang dilakukan menemukan bahwa kopi yang diperkaya  dengan asam chlorogenic mampu mengurangi penyerapan glukosa  6,9% lebih baik dibandingkan dengan kopi biasa.

Biji kopi hijau yang di dalamnya mengandung  bahan aktif asam chlorogenic, bisa menjadi pilihan yang baik dalam diet diabetes anda.

Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
Kontrol Gula Darah Anda dengan 3 Olahan Minuman ini
KATEKIN DALAM TEH HIJAU TERBUKTI DAPAT MENINGKATKAN KONTROL GLUKOSA

Teh hijau mengandung banyak senyawa serta antioksidan yang baik untuk tubuh anda.

Bahan aktif utama yang terkandung dalam teh hijau adalah polifenol. Para peneliti menduga bahwa bahan aktif ini memberikan keuntungan pada hampir setiap sistem organ dalam tubuh termasuk metabolisme merubah glukosa menjadi energi.

Hasil dari studi dengan total 286.701 orang relawan, peminum teh hijau memiliki risiko mengidap diabetes 18% lebih rendah dari pada mereka yang tidak mengkonsumsinya. Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa penurunan risiko tersebut mencapai 42% untuk penggemar teh hijau yang benar-benar rutin mengkonsumsinya.

Jika Anda adalah seorang  “peminum teh”, maka ini adalah saat yang  tepat untuk beralih ke hijau. Jika Anda tidak, maka inilah saatnya anda untuk memulai.

Itulah 3 minuman yang baik untuk mengontrol gula darah anda. mulailah lakukan perubahan mulai dari sekarang. Sebuah perubahan kecil dapat menghasilkan perbedaan besar untuk kesehatan anda.

Semoga bermanfaat.