YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Obat Penyakit Diabetes Metformin Biguanide

Obat Penyakit Diabetes Metformin BiguanideObat Penyakit Diabetes Metformin Biguanide. Obat diabetes ini bekerja dengan meningkatkan sensitivitas insulin, baik pada jaringan hati maupun perifer. Peningkatan sensitivitas insulin memungkinkan peningkatan penyerapan kadar gula darah oleh jaringan. Mekanisme nyata dari metformin dalam peningkatan ini memang belum diketahui pastinya. Tetapi aktivasi protein kinase oleh adenosin 5 monofosfat mempunyai peran penting di dalamnya. Termasuk peningkatan aktivitas tirosin kinase dan transforter glukosa pun mengambil perannya sendiri. Efek yang diberikan metformin berpengaruh tidak langsung terhadap sel beta pankreas.

Farmakokinetika oral metformin memiliki ketersediaan hayati sampai 60%. Mempunyai daya larut lipid yang rendah dan volume distribusinya mendekati cairan tubuh anda. Metformin tidak dimetabolisme dan mengikat protein plasma. Obat diabetes ini diekskresikan melalui sekresi tubular dan filtrasi glomerolus di ginjal. Secara farmakodinamika efek anti hiperglikemik pada metformin bisa lebih dari 24 jam.

Tujuan terapi untuk penyakit diabetes adalah untuk mengurangi gejala hiperglikemia, mengurangi onset dan pengembangan retinopati, nefropati dan neuropati. Terapi intensif terkait faktor resiko penyakit diabetes adalah kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Metformin bisa dijadikan pilihan obat diabetes tipe 2, jika obat tersebut dapat ditoleransi dengan baik pada tubuh diabetasi.

Kegunaan Obat Penyakit Diabetes Metformin Biguanide

Secara umum, metformin pastinya digunakan sebagai obat diabetes. Secara konsisten mereka menurunkan tingkat HbA1c hingga 2% dan dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa. Kemampuan metformin dalam penurunan glukosa yang paling tinggi adalah bisa sampai >300mG/dL. Metformin sebagai obat diabetes pun memiliki efek positif pada beberapa sindrom resistensi insulin. Berfungsi mengurangi tingkat plasminogen sehingga menyebabkan sedikit penurunan berat badan.

  1. Komplikasi makrovaskular. Obat diabetes ini menurunkan resiko komplikasi makrovaskular pada penderita diabetes. Dengan signifikan dapat menurunkan resiko penyakit stroke dan infark miokard. Kecuali jika terdapat kontra indikasi, metformin harus diberikan pada terapi pilihan bagi penderita diabetes tipe 2.
  2. Komplikasi mikrovaskular. Kemampuan metformin sebagai obat diabetes dapat menurunkan resiko ini.

Metformin ini menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal, contohnya perut yang tidak nyaman dan diare. Bisa juga terjadi anoreksia dan anda merasakan kalau perut anda terasa penuh. Semua ini dinamakan reaksi tubuh yang bersifat ringan dan dapat diminimalisir. Reaksi lain yang mungkin akan muncul adalah asidosis laktat, tetapi jarang terjadi.

Simetidin dan metformin bersaing melalui ekskresi tubular sehingga berpotensi meningkatkan deposit metformin, dan kemungkinan berimplikasi pada terjadinya asidosis laktat. Metformin juga berinteraksi dengan prokainamid, digoksin, kuinidin, trimetoprim dan vankomisin.

Obat Penyakit Diabetes Metformin Biguanide

Terapi Dengan Obat Penyakit Diabetes Metformin

Simetidin dan metformin sebagai obat diabetes bersaing melalui ekskresi tubular. Potensi terhadap penyakit diabetes adalah menaikkan deposit metformin dan mungkin akan berpengaruh pada terjadinya asidosis laktat. Interaksi yang lainnya adalah dengan prokainamid, digoksin, kuinidin, trimetoprim dan vankomisin.

Dosis metformin lepas cepat yang dapat diberikan adalah 2x500mg segera setelah makan, dimaksudkan mengurangi efek gastrointestinal. Dosis dapat dinaikkan 500mg per minggu hingga diperoleh  kadar gula darah normal. Hariannya dapat dimulai dengan 850mg. Setelahnya sekitar sampai 2 minggu dapat ditingkatkan 2x850mg hingga paling tinggi 3x850mg.

Metformin lepas lambat dapat dimulai dengan dosis tunggal saat anda makan malam. Dimulai dengan 500mg lalu lakukan titrasi mingguan sebesar 500mg hingga dosis harian tunggal maksimum sebesar 2000mg. Penggunaan dosis ini terbagi menjadi 2-3 kali sehari dapat mengurangi resiko efek gastrointestinal. Yang dimaksudkan dengan efek gastrointestinal adalah efek yang bisa terjadi dengan sistem pencernaan, terutama lambung dan usus.

Obat Diabetes Tipe 2 – Kinerja dan Efek Sampingnya

Obat Diabetes Tipe 2Obat diabetes tipe 2 memang banyak pilihan yang beredar dalam masyarakat sekarang ini. Di artikel kali ini akan kami bahas sedikit obat diabetes yang dipakai para penderita. Berhati – hatilah dalam mengkonsumsi obat kimia, selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan atau dokter anda. Jangan pernah mengkonsumsi melebihi dari aturan pakai yang direkomendasikan. Tentu saja di luaran masih banyak beredar obat yang lainnya. Banyak obat yang masih dikembangkan, baik obat kimia maupun obat herbal diabetes alami. Untuk anda penderita diabetes, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat untuk penyakit anda. Jangan sampai menjadi bumerang untuk tubuh anda sendiri, bukan menyembuhkan tetapi malah memperparah diabetes.

Anda bisa juga mengkombinasikan diantara obat di bawah ini (yang tentu saja dengan sudah dikonsultasikan ke dokter). Jika salah satu obat saja tidak mencukupi untuk mengobati penyakit anda. Tetapi sekali lagi ditekankan di sini, artikel ini hanyalah untuk mengetahui macam – macam obat diabetes. Seyogyanya jangan terlalu berlebihan mengkonsumsi obat kimia yang tidak selaras dengan sistem tubuh anda. Sehingga tubuh akan sulit untuk beradaptasi dan menyelaraskan fungsi organ dalam anda.

Obat Diabetes Tipe 2

Yang termasuk obat oral atau obat telan :

  1. Sulfonylurea

Sulfonylurea yang paling umum digunakan saat ini adalah Glipizide (Glucotrol), Glyburide (Micronase, Glynase dan Diabeta) dan Glimepirid (Amaryl). Obat ini adalah beberapa obat diabetes yang ditemukan lebih dulu (tua). Obat ini bekerja merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin. Konsumsinya sekitar 1-2 kali sehari setiap makan. Sulfonylurea bekerja menurunkan kadar gula darah secara independen. Gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, keduanya ditargetkan oleh sulfonylurea. Rata – rata pengurangan A1c dengan mengkonsumsi obat ini adalah 1,5% – 2%.

obat diabetes tipe 2

  1. Biguanides

jenisnya adalah Metformin yang bekerja menurunkan glukosa pada hati dan otot yang berhubungan langsung dengan aliran darah. Glucophage juga membantu dalam meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga dapat lebih mudah diserap ke dalam jaringan. Rata – rata pengurangan A1c dengan metformin adalah 1,5% (target utama obat ini adalah gula darah puasa). Glucophage adalah obat yang bagus, untuk ukurannya termasuk obat yang murah. Obat ini juga tidak menyebabkan hipoglikemia dan kenaikan berat badan (seperti sulfonylurea).

  1. DPP-IV Inhibitor

Beberapa jenis obat ini adalah Sitagliptin (Januvia), Saxagliptin (Onglyza), Linagliptin (Tradjenta) dan Alogliptin (Nesina). Inhibitor bekerja dengan menghambat enzim yang memecah GLP-1 (hormon penting dalam usus yang diperlukan untuk metabolism glukosa). Target inhibitor adalah gula darah setelah makan dengan efek penurunan sekitar 0,7%.

  1. SGLT-2 Inhibitor

Yang termasuk jenis obat ini adalah Canagliflozin (Invokana), Dapagliflozin (Farxiga) dan Empagliflozin (Jardiance). Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah glukosa yang diserap kembali dalam ginjal. Dengan kata lain, meningkatkan keluaran urine kita setiap harinya. Mempunyai efek menurunkan sebesar 0,5% – 1%. SGLT-2 tidak menyebabkan hipoglikemia dan meningkatkan berat badan. Tetapi obat ini dapat meningkatkan resiko infeksi genital dan saluran kencing. Pada akhirnya memungkinkan peningkatan kadar kolesterol LDL.

Obat Diabetes Tipe 2

Obat Diabetes yang disuntikkan ke tubuh adalah GLP-1 Agonis. Jenis obat GLP-1 yang umum beredar adalah Exenatide (Byetta/Bydureon), Liraglutide (Victoza/Saxenda), Lixisenatide (Lyxumia). Albiglutide (Tanzeum) dan Gulaglutide (Trulicity). GLP-1 bekerja meningkatkan enzim yang dihasilkan oleh usus manusia. Hormon usus ini menyebabkan respon insulin glukosa dependent (mengirimkan sel beta untuk membuat insulin. Tidak seperti sulfonylurea sehingga tidak menyebabkan hipoglikemia dan menekan glukagon (hormon yang menyebabkan gula darah meningkat).

GLP-1 dapat meningkatkan sensitivitas insulin, melindungi sel – sel beta dari kerusakan dan aus. Meningkatkan rasa kenyang dan kepuasan setelah makan. Target GLP-1 adalah gula darah puasa dan gula darah setelah makan yang memiliki efek menurunkan A1c kurang lebih 0,8% – 2%. Obat ini tidak memiliki efek meningkatkan berat badan dan tidak ada resiko hipoglikemia. GLP-1 GLP-1 sangat efektif dalam menurunkan gula darah setelah makan. Kekurangan GLP-1 adalah karena dia obat injeksi maka harus disuntikkan ke tubuh. Bahan aktif GLP-1 dipecah oleh asam lambung sehingga tidak bisa dibentuk dalam pil/obat oral.

Demikian artikel kami, semoga bermanfaat.

DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM
DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

Artikel ini akan membahas tentang diabetes tipe 2 secara lebih mendalam. Dengan banyaknya materi yang ada mengenai diabetes tipe ini, maka artikel ini akan diupdate secara berkala. Sehingga dapat menjadi tempat anda mendapat informasi lengkap mengenai diabetes tipe 2.

APA ITU DIABETES TIPE 2?

Diabetes merupakan penyakit yang berhubungan dengan permasalahan tubuh anda dalam mengatur kadar gula dalam darah. Pankreas berfungsi untuk menghasilkan hormon insulin untuk mengubah gula (glukosa) menjadi energi. Dalam diabetes tipe 2, insulin yang dihasilkan tidak mampu merubah glukosa menjadi energi secara maksimal. Atau dalam kasus lain, jumlah hormone insulin yang dihasilkan tidak mencukupi untuk merubah glukosa menjadi energi. Kedua hal tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tidak terkontrol dengan baik.

Penyakit diabetes sering kali diikuti oleh berbagai jenis komplikasi penyakit yang lain. Mengontrol kadar gula darah dalam kadar yang normal merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar diabetes tidak menimbulkan komplikasi. Kontrol dalam kadar gula darah sebagai tindakan preventif ini sangat bergantung pada gaya hidup anda. Antara lain seperti pola makan gizi seimbang, kontrol berat badan, olahraga dan, dalam beberapa kasus, obat-obatan yang dikonsumsi. Selain itu juga tergantung pada usia, berat badan, tingkat gula darah, dan berapa lama anda mengidap diabetes. Pengobatan dan penanganan yang dilakukan harus disesuaikan dengan factor-faktor tersebut.

APA PENYEBAB DARI DIABETES TIPE 2?

Secara umum, diabetes tipe 2 menyerang mereka yang cenderung mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, gaya hidup yang kurang sehat. Sering juga, diabetes tipe ini menyerang orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Selain itu juga orang yang memiliki resistensi insulin akibat kegemukan.

Usia juga berpengaruh terhadap tingkat resiko. Seiring bertambahnya usia anda, anda juga akan mengalami peningkatan risiko terkena diabetes. Di samping itu, pola makan yang buruk dan rokok juga dapat mempengaruhi tingkat risiko diabetes.

Secara lengkap mengena penyebab dapat didalami di Ini Dia Faktor Penyebab Diabetes Tipe 2

KOMPLIKASI PADA DIABETES TIPE 2

Seperti yang telah diuraikan pada pembahasan diatas, bahwa diabetes sering diikuti oleh berbagai jenis komplikasi penyakit yang lain. Adalah hal yang sangat penting untuk mengetahui dan memahami tanda-tanda komplikasi tersebut. Jika terdeteksi sejak dini, beberapa komplikasi ini dapat diobati dan dicegah agar tidak menjadi semakin buruk. Cara terbaik mencegah komplikasi dari diabetes adalah dengan menjaga kadar gula darah dalam skala normal. Kadar gula darah yang  tinggi mengakibatkan perubahan (yang tidak baik) dalam pembuluh darah itu sendiri, serta dalam sel darah (terutama eritrosit) dimana hal tersebut mengganggu aliran darah ke berbagai organ.

Komplikasi pada diabetes terbagi menjadi dua kategori:

  • mikrovaskuler (kerusakan pada pembuluh darah kecil) dan
  • makrovaskuler (kerusakan pada pembuluh darah besar).

Komplikasi tersebut mencakup:

  • penyakit ginjal (nephropathy)
  • kerusakan saraf (neuropathy), yang paling umum di kaki dan tangan, tetapi juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi
  • penyakit mata (retinopathy)
  • penyakit arteri perifer (penyakit yang mempengaruhi pembuluh di ekstremitas bawah dan atas)
  • tekanan darah tinggi dan penyakit jantung
  • Gastroparesis (kerusakan saraf di perut)
  • Depresi

Gejala Awal bisa dilihat di 8 Gejala Awal pada Penyakit Diabetes. Sedangkan gejalanya pada anak-anak dapat dilihat di Waspada! Gejala Diabetes pada Anak

Semoga bermanfaat.

Diabetes – Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam

Diabetes – Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam
Diabetes - Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam
Diabetes – Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam

Tahukah anda bahwa pada tahun 2015, sebanyak 9,1 juta jiwa penduduk indonesia mengidap diabetes mellitus (DM). Hal itu mengakibatkan indonesia masuk peringkat ke 5 dalam jumlah penderita DM terbanyak di seluruh dunia. Dan ironisnya, 70% dari penderita DM di indonesia tidak menyadari bahwa dirinya mengidap DM.

“IBU DARI SEGALA PENYAKIT” ini merupakan salah satu masalah kesehatan -baca penyakit- yang sangat berbahaya karena rentan menimbulkan komplikasi yang serius. Kelebihan kadar gula dalam darah dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Selain itu juga  dapat menyebabkan glaukoma atau gangguan pada penglihatan yang dapat sampai mengakibatkan kebutaan permanen.

Disamping itu, DM juga dapat menyebabkan kebocoran protein dalam ginjal. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Amputasi pada kaki yang terluka karena luka yang tidak kunjung mengering juga merupakan akibat dari adanya kelebihan gula dalam darah. Selain itu masih banyak lagi permasalahan kesehatan yang mengikuti DM, seperti kebotakan dan disfungsi ereksi.

Apa itu diabetes?

Diabetes adalah suatu kondisi dimana :

  1. Tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin yaitu hormon yang berfungsi mengubah gula dalam darah menjadi energi, atau
  2. Hormon insulin yang diproduksi oleh tubuh tidak mencukupi, atau
  3. Hormon insulin tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengubah gula dalam darah menjadi energi.

Ketiga kondisi di atas menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat atau dengan kata lain berada di atas batas normalnya.

Apa yang terjadi apabila kadar gula darah berada di atas batas normal?
Dalam jangka pendek, kadar gula darah yang tinggi tidak terlalu beresiko untuk merusak organ tubuh lain. Namun apabila kondisi ini dibiarkan berlangsung cukup lama, akan sangat beresiko menimbulkan komplikasi penyakit-penyakit lain seperti yang diterangkan sebelumnya.

JENIS DIABETES

Ini dia Tipe DM yang Harus Anda Tahu

Tahukah anda bahwa DM memiliki dua jenis utama yaitu diabetes tipe I dan tipe II.  Namun ternyata DM tidak hanya memiliki dua jenis tersebut. Berikut adalah beberapa Tipe DM yang Harus Anda Tahu.

Tipe I:
Tipe ini disebabkan karena gangguan sistem kekebalan tubuh penderita; sehingga menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah produksi insulin yang berperan sebagai kunci untuk membuka pintu sel tubuh agar glukosa bisa masuk. Penderita DM dengan tipe ini dikenal sebagai DM yang tergantung pada suntikan insulin dan biasanya muncul pada usia anak-anak.

Tipe II:
DM tipe ini terjadi karena rusaknya pintu sel tubuh terhadap insulin atau resistensi insulin. Hal ini mengakibatkan penumpukan gula dalam darah. DM dengan tipe ini dapat diatasi dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik secara teratur. Namun bila gula darah masih belum terkendali, dapat dibantu dengan suntik insulin ataupun herbal.

untuk DM tipe II dapat digali lebih jauh di sini DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

Tipe III atau MRDM (Malnutrition Related Diabetes Mellitus) :
DM ini berkaitan dengan radang pankreas, kelainan hormonal, atau obat–obatan. DM tipe ini diawali dengan kondisi kekurangan gizi. Jadi, awasi asupan gizi anda agar terhindar dari DM tipe ini.

Tipe IV (Gestasional Diabetes Mellitus):
DM tipe ini biasanya timbul pada saat kehamilan, disebabkan karena berkurangnya fungsi tubuh selama kehamilan dalam menghadapi naiknya kadar gula darah.

Diabetes tipe lain:
DM yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya kerusakan hati.

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-Peptide

Cara mengetahui tipe diabetes anda dengan Uji C-PeptideCara mengetahui tipe diabetes anda dengan lebih akurat adalah dengan melakukan Uji C-Peptide. Mengapa kita perlu mengetahui tipe diabetes yang kita miliki? Tipe diabetes seseorang perlu diketahui karena hal itu akan menentukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana penanganannya. Hal ini dikarenakan untuk setiap tipe diabetes, akan berbeda cara penanganannya. Dengan mengetahui tipe diabetes anda, maka kemungkinan kesalahan dalam penanganan sehari-hari dapat dihindari.

Ada kekeliruan dalam masyarakat kita pada saat ini megenai tipe-tipe diabetes. Ada beberapa yang menyatakan terbagi menjadi diabetes tipe basah dan diabetes tipe kering. Faktanya, dalam dunia medis tidak mengklasifikasikan diabetes dengan tipe basah dan kering seperti yang disebutkan sebelumnya. Secara medis, tipe diabetes dibagi menjadi : Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Diabetes tipe 3 atau MRDM (Malnutrition Related Diabetes Mellitus), Diabetes tipe 4 atau Gestasional Diabetes Mellitus.

Selain keempat tipe di atas, ada juga diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya. Misalnya penyakit liver atau hati. Untuk tipe-tipe diabetes, telah dibahas dalam artikel lain. untuk lebih dalamnya, mengenai tipe tersebut, silahkan cek DI SINI.

Baca juga :

Cara Mengetahui Tipe Diabetes dengan Uji C-Peptide

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui tipe diabetes adalah dengan melakukan pemeriksaan C-peptide. Yang dimaksud dengan pemeriksaan C-Peptide adalah pengukuran kadar C-Peptide dalam darah dan urin. C-peptide merupakan produk sampingan dr pankreas ketika memproduksi insulin. Kadar dari C-peptide berbanding lurus dengan produksi insulin. Pada umumnya, ketika kadar C-Peptide tinggi, maka itu artinya insulin yg diproduksi pankreas juga tinggi. Begitupun sebaliknya apabila kadar C-peptide rendah, maka produksi insulin pun juga rendah. Namun pada pengidap diabetes, kemungkinan besar akan memiliki kadar yang berbeda. Hal inilah yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan tipe diabet yang diidap oleh pasien.

Secara medis, pemeriksaan C-peptide tidak hanya digunakan untuk mengetahui tipe diabetes saja, namun juga membantu dalam diaknosa lainnya. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari pemeriksaan C-peptide.

  1. Diagnosis Hipoglikemia;
  2. Membantu dalam klasifikasi DM;
  3. Penentuan fungsi sel beta dalam kondisi DM;
  4. Evaluasi kelengkapan proses pankreatektomi.

Persiap Diri

Untuk melakukan test C-Pepsida, biasanya pasien membutuhkan persiapan-persiapan khusus. Persiapan tersebut akan dapat berbeda untuk setiap kasus yang ada. Hal tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia dan alasan melakukan pemeriksaan C-Pepsida. Anda mungkin akan diminta untuk berpuasa sebelum melakukan pemeriksaan tersebut. Anda juga mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi obat yang biasa anda gunakan. Untuk lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter anda mengenai persiapan yang diperlukan apabila anda akan melakukan pemeriksaan ini.

Cara mengetahui tipe diabetes dengan menganalisa Hasil Uji C-Peptida

Informasi berikut hanya berfungsi sebagai panduan. Selalu konsultasikan dengan dokter anda untuk mendapatkan hasil yang tepat tentang kondisi diabetes anda.

Hasil Pemeriksaan C-Peptida dapat digolongkan dalam tiga klasifikasi, yaitu:

Normal
Kisaran normal untuk pemeriksaan C-peptida adalah 0,51-2,72 nanogram per mililiter (ng/mL). Kisaran ini juga dapat dinyatakan sebagai 0,17-0,90 nanomoles per liter (nmol/L).

Rendah
– Kadar C-Peptida yang rendah dan kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi indikasi diabetes tipe 1.
– Kadar C-Peptida dan glukosa darah yang rendah dapat menjadi indikasi penyakit hati atau liver, infeksi berat, atau penyakit Addison.

Tinggi
Kadar C-peptida yang tinggi dengan kadar gula darah yang rendah dapat menjadi indikasi dari resistensi insulin, diabetes tipe 2. Atau disebut juga sindrom Cushing. Kadar C-peptida yang tinggi tetapi kadar glukosa darah yang rendah, mungkin juga sebagai akibat dari insulinoma (tumor pankreas). Kecuali apabila pengaruh obat penurun kadar gula darah.

Sekian artikel kali ini. Apapun tipe diabetes yang anda miliki, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan gaya hidup sehat. Hindari rokok, alkohol serta junkfood. Mulailah mengatur pola makan dan asupan nutrisi anda sesuai dengan kebutuhan anda sendiri. Rajin berolahraga dapat menjaga vitalitas tubuh anda. Hindari stress karena hanya akan menambah situasi tidak baik untuk anda. Tetap semangat dan seringlah berkumpul dengan keluarga.

Semoga bermanfaat.

Artikel lainnya :