Kebanyakan orang menganggap diabetes bisa disembuhkan dan dicegah sebatas dengan mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter. Lebih dari itu sebenarnya penyakit diabetes tidak benar-benar bisa disembuhkan. Pasien diabetes mungkin harus mengandalkan obat untuk terus mengontrol kadar gula darahnya, menjaga pola makan dengan diet ketat dan olahraga teratur untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Tetapi yang harus diperhatikan bagi pasien diabetes adalah pentingnya mengurangi konsumsi gula.
Gula adalah salah satu penyebab penyakit diabetes dan diabetes bukan satu-satunya penyakit yang timbul akibat gula. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis yang mengandung banyak gula, alkohol, makanan olahan, soda dan dressing adalah sumber paling umum yang menyebabkan seseorang bisa terkena penyakit gula. Untuk lebih memahaminya berikut ini adalah proses kecanduan gula dan bagaimana mengatasinya.
Sikuls gula dan bagaimana mengatasinya
Gula akan memiliki efek menenangkan pada tubuh seperti layaknya narkotika, menaikan kadar insulin dan menyebabkan tubuh mengeluarkan dopamine yang membuat seseorang akan lebih bersemangat. Itulah mengapa orang setelah mengonsumsi gula dalam jumlah banyak akan lebih berenergi untuk melakukan banyak hal.
Setelah itu tubuh akan mengalami insulin crash. Apa itu? Dengan banyaknya jumlah gula yang masuk, tubuh akan memproduksi sejumlah besar insulin untuk memetabolisme gula. Setelah semua gula selesai diproses, tubuh akan mengalami penurunan drastis yang berakibat pada keinginan untuk mengonsumsi gula lebih banyak lagi.
Tubuh tentu saja akan bereaksi terhadap insulin crash tersebut dengan cara mengeluarkan hormone kortisol. Selain peningkatan jumlah korstisol, tubuh juga akan mengalami adrenal fatigue dan ini yang menjadi penyebab utama terjadinya inflamasi serta keinginan mencari gula yang lebih tinggi lagi.
Pada sikuls ini tubuh akan lebih addicted terhadap gula, menginginkan gula lebih banyak dan menciptakan lingkungan yang tepat untuk tumbuhnya kanker serta berbagai penyakit lain, pH menurun- acid/alkaline tidak seimbang.
Tubuh akan menyimpan sisa gula dari sikuls insulin sebagai lemak. Ini yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan pada orang-orang yang selalu mengonsumsi gula.
Seiring berjalannya waktu mulai muncul berbagai penyakit: diabetes, penyakit jantung, ketidak-seimbangan hormone, obesitas, hingga depresi.
Mengembalikan kondisi tersebut, baik itu pasien diabetes, sakit jantung, obesitas hingga depresi, adalah dengan memutus sikuls gula. Tidak selalu dengan obat tapi dengan cara lainnya. Salah satunya mulai dari berhenti mengonsumsi gula dan menggantinya dengan lemak sehat, protein, serta sayuran non-tepung. Atau boleh juga dengan cara herbal seperti menggunakan minyak kelapa. Minyak kelapa bagi pasien diabetes juga bisa menjadi salah satu obat karena jika digunakan dalam diet sehari-hari akan membantu membunuh jamur dan mengurangi keinginan mencari gula.
Nah, selain dengan obat tentu saja pasien diabetes harus mengendalikan stress karena stress berlebih akan meningkatkan keinginan makan makanan manis lebih banyak. Mengatasi stress, sakit kepala dan depresi lewat olahraga rutin, sinar matahari dan gaya hidup lebih sehat. Diet bagi pasien diabetes bisa dimulai dengan meningkatkan jumlah makanan tinggi protein, bebas gula, terbuat dari makanan utuh dan mengandung lemak sehat.
Ini tadi sekilas tentang bagaimana memahami sikuls terjadinya kecanduan gula dan cara mengatasinya
