YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Anda Perlu Tahu Jenis-Jenis Obat Buah Diabetes Ini

obat buah diabetes

Pemanfaatan Obat Buah Diabetes Sebagai Alternatif Pengobatan

Ketika Anda menderita diabetes Anda perlu memahami makanan maupun minuman apa saja yang masih boleh Anda konsumsi, sebisa mungkin yang kadar kalorinya bisa dikontrol agar kadar gula darah Anda tetap terjaga.

Begitu pula dengan obat diabetes, Anda perlu tahu persis obat apa yang Anda minum agar kadar gula darah Anda senantiasa terkontrol.

Obat diabetes ada yang berasal dari alam dan juga ada yang berasal dari bahan kimia murni. Obat diabetes yang berasal dari alam banyak jenisnya. Ada yang berasal dari daun, rimpang, buah dan lain-lain.

Kali ini kita akan membahas sedikit mengenai obat buah diabetes serta beberapa tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan untuk menurunkan kadar gula darah.

Obat buah diabetes yang bisa Anda manfaatkan antara lain :

  1. Buncis juga menjadi salah satu obat herbal diabetes kering yang cukup efektif. hal ini karena kandungan B-sitosterol pada buncis bisa mempercepat produksi insulin di dalam tubuh, namun tetap menjaga insulin tetap normal di dalam tubuh. Buncis obat diabetes ini mampu mengurangi gula darah jika Anda bisa mengolahnya dengan benar. Jika Anda tidak mau repot, Anda juga bisa memakannya secara mentah atau menjadikan buncis sebagai jus, namun jangan ditambahkan gula.
  2. Daun kemangi merupakan tanaman alami yang dapat mengatasi masalah penyakit diabetes. Kemangi merupakan daun yang biasa digunakan sebagai lalapan dan biasa dimakan dengan menggunakan sambal. Dan lebih ikmat lagi, kemangi yang disandingkan dengan akan lele pasti akan sangat menggoda selera. Namun dibalik itu, manfaat daun kemangi juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit gula darah. Daun kemangi memiliki suatu kandungan yang dapat membantu proses sekresi insulin pada tubuh, jadi kadar gula darah akan tetap stabil. Cara mengonsumsinya pun seperti biasa dan cukup digunakan sebagai lalapan. Karena kemangi dikonsumsi dalam keadaan mentah, maka pastikan kebersihannya terjaga.
  3. Ini merupakan tanaman obat yang sudah dikenal sejak lama. Rasanya yang pahit sering dibuat untuk campuran jamu sehingga sangat khas. Khasiatnya yang ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit membuatnya semakin populer di kalangan masyarakat. Salah satu manfaatnya yang cukup ajaib yaitu untuk menyembuhkan penyakit gula darah ini. Resep pengobatan diabetes dengan tanaman brotowali juga sangat mudah dibuat.
  4. Tanaman herbal lainnya yang mampu atasi penyakit diabetes adalah tanaman mahkota dewa. Bahkan kepopuleran tanaman mahkota dewa belakangan ini semakin naik karena manfaatnya yang begitu penting dalam pengobatan berbagai penyakit. Untuk mengobati penyakit diabetes dengan tanaman mahkota dewa juga tidak sulit. Obat tradisional ini cukup ampuh untuk mengobati diabetes dan kencing manis.
  5. Kunyit sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Oleh karena itu, ini bisa menjadi obat diabetes alami yang paling mudah digunakan. Karena sudah tidak asing dengan tanaman yang satu ini, maka kunyit bisa dijadikan solusi alternatif untuk mengobati penyakit gula darah atau diabetes.  Dengan cara ini, kadar gula darah penderita diabetes akan stabil sehingga mencegah komplikasi penyakit lainnya.
  6. Buah mengkudu banyak mengandung Proxeroni yang merupakan zat yang dapat membentuk alkaloid yang berfungsi untuk membuka pori pori sel, sehingga nutrisi akan mudah menyerap ke dalam tubuh. Kemampuan inilah yang membuat mengkudu cukup baik untuk dijadikan obat diabetes.

Potensi Umbi Yakon Sebagai Pengganti Obat Buah Diabetes

Daun Yakon atau Daun Insulin begitu tanaman ini dikenal luas oleh banyak masyarakat di Indonesia, efeknya yang dapat menurunkan dan menjaga kadar gula dalam darah membuatnya dipakai banyak orang sebagai obat anti diabetes.

Umbi Yakon berwarna cokelat berbentuk mirip singkong. Daging umbi putih kekuningan dan manis. Daunnya mirip dengan daun seledri yang dapat tumbuh hingga 3 meter.

Umbi Yakon yang sebagian besar terdiri dari air dan tingkat yang sangat tinggi fructo-oligosakarida (FOS) juga disebut oligofructose atau oligofructans. Umbi yakon ini dapat menggantikan obat buah diabetes.

Baca Juga : Bawang Sebagai Obat Herbal Diabetes

 

FOS adalah jenis gula yang ditemukan secara alami di banyak jenis tanaman tapi tidak seperti oligosakarida lainnya,

mereka mampu menahan hidrolisis enzim dalam air liur dan saluran pencernaan bagian atas dan meninggalkan tubuh tercerna.

Jadi meskipun terasa manis, umbi yakon hanya mengandung sedikit kalori.

 

Secara tradisional, umbi yakon telah direkomendasikan untuk orang yang menderita diabetes dan berbagai penyakit pencernaan.

Baru-baru ini, sirup yakon, yang diekstrak dan merupakan konsentrasi dari umbi yakon, telah ditunjukkan untuk meningkatkan resistensi insulin dan mengurangi berat badan pada orang gemuk.

Apakah Obat Sakit Diabetes Itu?

Penyakit Diabetes

Ketidakseimbangan yang akut dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.

Bisa berefek dengan perasaan mudah marah, gelisah, sulit berkonsentrasi, kabut otak, suasana hati tidak terduga dan kesulitan menurunkan berat badan.

Kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu, rasa lapar dan haus yang intens, ketagihan, depresi, kurang motivasi, kelelahan dan sulit tidur.

Hal hal tersebut di atas adalah gejala dari resistensi insulin, yang bisa menyebabkan anda menderita penyakit diabetes.

 

Saat terjadi kelebihan gula dalam aliran darah, sering disimpan sebagai lemak, dimana hal tersebut menyebabkan orang susah menurunkan berat badan.

Ketidakseimbangan kadar gula darah juga dapat merusak arteri tubuh anda.

Meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, asam urat, tekanan darah tinggi dan sindrom ovarium polikistik.

Baca Juga : Diet Makanan Sebagai Obat Diabetes Alami

 

Kategori Obat Sakit Diabetes

Obat diabetes atau obat penyakit diabetes dapat dikategorikan menjadi berbagai macam kategori.

Misalnya kategori pembagian obat berdasarkan obat kimia atau obat herbal, atau bisa juga dibagi menjadi kategori obat diabetes tipe 1 atau obat diabetes tipe 2.

Selain itu masing-masing kategori di atas pun masih bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori obat.

Misalnya obat kimia berdasarkan kandungan zat berkhasiatnya dibagi-bagi lagi menjadi golongan Biguanide (contohnya metformin),

golongan Sulfonil Urea (contohnya glibenklamid, glimepiride, gliclazid, dan lainnya), golongan spesifik (acarbose, repaglinide, sitagliptin).

Baca Juga : Mengenal Obat Sakit Diabetes Tipe 2

 

3 Tips Menyeimbangkan Kadar Gula Darah Untuk Mengimbangi Asupan Obat Sakit Diabetes

Ada beberapa cara sederhana untuk menyeimbangkan kadar gula darah Anda yang dapat kami paparkan dalam bagian ini, yaitu sebagai berikut :

  1. Sarapan seimbang – Keseimbangan merupakan hal penting dalam mengkonsumsi setiap makanan. Tetapi yang luar biasa dengan sarapan seimbang yaitu dapat menstabilkan kadar gula sepanjang hari.

Makanlah protein 1 jam setelah bangun tidur, ternyata dapat menyediakan asam amino sebagai bahan bakar tubuh.

Karbohidrat kompleks akan membantu memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah anda.

Lemak baik akan mendukung energi dan menjaga anda tetap fit dan berstamina. Sarapan bisa menjadi pilihan tepat dan bermanfaat tinggi untuk tubuh kita.

  1. Pilih karbohidrat dengan bijaksana – Ketika kita menyebutkan gula, maka itu adalah karbohidrat sederhana.

    Sedangkan untuk karbohidrat kompleks seperti beras merah, kacang-kacangan, ubi jalar dan lainnya.

    Makanan ini tinggi serat dan memecahkan gula dengan lambat. Menyebabkan anda merasa kenyang untuk waktu yang relatif lama dan menjaga keseimbangan energi anda.

    Namun ada beberapa kontroversi tentang karbohidrat kompleks khususnya biji-bijian yang dapat menyebabkan peradangan.

    Tetapi anda juga dapat memilih sayuran untuk hasil terbaik dalam kebutuhan karbohidrat tubuh anda.

  2. Serat – Makanan yang tinggi serat akan membuat anda merasa kenyang lebih lama, seperti yang disebutkan diatas. Maka pilihlah makanan yang mengandung serat lebih banyak dibandingkan lainnya.

Obat Diabetes Generik, Apakah Ampuh Melawan Diabetes?

obat diabetes generik

Obat Generik

Obat yang diproduksi dengan menyalin formula obat paten atau obat originator (pendahulu) merupakan definisi sederhana dari obat generik.

Dalam beberapa kesempatan, tidak sedikit dari kita sering bertanya-tanya, mengapa harga obat generik lebih murah dibandingkan obat paten?

Apakah jika lebih murah berarti khasiat obat generik tidak seampuh obat paten atau obat bermerk lainnya?

Pendapat yang banyak beredar di masyarakat ini tentu saja salah, karena obat generik memiliki khasiat yang sama persis dengan obat paten atau bermerk.

 

Lalu mengapa harga obat diabetes generik jauh lebih murah dibandingkan dengan obat paten?

Beberapa alasan mengapa harga obat generik lebih murah dibandingkan dengan obat paten yaitu :

  • Sebab untuk memproduksi obat generik tidak diperlukan lagi riset penemuan dan pengembangan obat yang sangat mahal biayanya.
  • Selain itu obat generik hanya memerlukan riset formulasi agar kadarnya dalam darah atau disolusinya sebanding dengan obat originatornya.
  • Obat generik umumnya dijual dalam kemasan besar, sehingga tidak diperlukan biaya pengemasan satuan blister yang relatif lebih mahal.
  • Obat generik tidak diiklankan atau dipromosikan sehingga tidak membutuhkan biaya promosi atau iklan. Dengan begitu, harga obat benar-benar ditekan.

Inilah alasan-alasan yang menyebabkan harga obat generik jauh lebih murah dibandingkan dengan obat paten.

 

Lebih Dalam Tentang Obat Diabetes Generik

Nama-nama obat diabetes generik seperti metformin, glibenklamid, acarbose, dan lain-lain tentu sudah sangat familiar bagi penderita diabetes.

Sama seperti obat generik lainnya, obat ini juga memiliki khasiat yang tidak kalah dengan obat diabetes bermerk. Dengan alasan yang sudah disampaikan di atas.

Anda tidak perlu ragu untuk menggunakannya karena selain alasan-alasan tersebut obat generik juga dijamin oleh pemerintah Republik Indonesia mengenai keamanan dan khasiatnya.

Dengan demikian dapat dipastikan bahwa obat generik memiliki persamaan dengan obat paten dalam hal zat aktifnya (zat utama dalam obat), dosis, indikasi (khasiatnya) dan bentuk sediaan (tablet, kapsul, sirop, dan sebagainya).

Jadi dapat dipastikan khasiat obat generik akan semujarab obat paten bila diberikan dengan cara yang sama.

Baca Juga : Obat Anti Diabetes Mellitus

Mengenal Perbedaan Logo Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka Serta Obat Untuk Diabetes

obat untuk diabetes fitofarmaka

Jamu yang merupakan warisan nenek moyang, ‘bermetamorfosis’ menjadi obat herbal terstandar hingga tingkatan yang lebih tinggi yaitu fitofarmaka.

Namun perubahan tersebut tidak begitu saja, karena jamu harus diteliti selama bertahun-tahun dengan menelan biaya yang tidak sedikit.

Pengelompokan atau kategori obat bahan alam antara lain jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka tersebut berdasar atas cara pembuatan, klaim pengguna dan tingkat pembuktian khasiat.

 

LOGO JAMU DAN OBAT UNTUK DIABETES

Sebuah ramuan disebut jamu jika telah digunakan masyarakat melewati 3 generasi. Artinya bila umur satu generasi rata-rata 60 tahun, sebuah ramuan disebut jamu jika bertahan minimal 180 tahun.

Sebagai contoh, masyarakat telah menggunakan rimpang temulawak untuk mengatasi hepatitis selama ratusan tahun.

Pembuktian khasiat tersebut baru sebatas pengalaman, selama belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa temulawak sebagai antihepatitis.

 

Jadi Curcuma xanthorriza itu tetaplah jamu. Artinya ketika dikemas dan dipasarkan, prosuden dilarang mengklaim temulawak sebagai obat.

Jamu merupakan bahan obat alam yang sediannya masih berupa simplisia sederhana, seperti irisan rimpang, daun atau akar kering.

Selain tertulis “jamu”, dikemasan produk tertera logo berupa ranting daun berwarna hijau dalam lingkaran.

Di pasaran banyak beredar produksi kamu seperti Tolak Angin (PT. Sido Muncul), Pil Binari (PT. Tenaga Tani Farma), Curmaxan dan Diacinn (Lansida Herbal), dll.

 

Logo obat untuk diabetes yang berasal dari herbal termasuk ke dalam salah satu jenis logo apakah didaftarkan sebagai jamu, herbal terstandar, atau fitofarmaka pada Badan POM – RI.

 

LOGO OBAT HERBAL TERSTANDAR 

Jamu dapat dinaikkan kelasnya menjadi herbal terstandar dengan syarat bentuk sediaannya berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi.

Disamping itu herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakodinamik (kemanfaatan) dan teratogenik (keamanan terhadap janin).

Meski telah teruji secara praklinis, herbal terstandar tersebut belum dapat diklaim sebagai obat. Namun konsumen dapat mengkonsumsinya karena telah terbukti aman dan berkhasiat.

Tujuan uji praklinis adalah untuk membuktikan klaim sebuah obat. Setelah terbukti aman dan berkhasiat, bahan herbal tersebut berstatus herbal terstandar.

 

Hingga saat ini, di Indonesia baru terdapat produk herbal terstandar yang cukup dikenal luas beredar di pasaran.

Sebagai contoh Diapet (PT. Soho Indonesia), Kiranti (PT. Ultra Prima Abadi), Psidii (PJ. Tradimun), Diabmeneer (PT. Nyonya Meneer), dll.

Kemasan produk Herbal Terstandar berlogo jari-jari daun dalam lingkaran.

 

LOGO FITOFARMAKA BAGIAN DARI OBAT UNTUK DIABETES

Sebuah herbal terstandar dapat dinaikkan kelasnya menjadi fitofarmaka setelah melalui uji klinis pada manusia.

Pengertian Fitofarmaka merupakan status tertinggi dari bahan alami sebagai “obat “.

Dosis dari hewan coba dikonversi ke dosis aman bagi manusia. Dari uji itulah dapat diketahui kesamaan efek pada hewan coba dan manusia.

Bisa jadi terbukti ampuh ketika diuji pada hewan coba, belum tentu ampuh juga ketika dicobakan pada manusia.

Baca Juga : Liputan Obat Untuk Diabetes Herbal oleh Trans 7

 

Uji klinis terdiri atas single center yang dilakukan di laboratorium penelitian dan multi center di berbagai lokasi agar lebih obyektif.

Setelah lolos uji fitofarmaka, produsen dapat mengklaim produknya sebagai obat. Namun demikian, klaim tidak boleh menyimpang dari materi uji klinis sebelumnya.

Misalnya, ketika uji klinis hanya sebagai antikanker, produsen dilarang mengklaim produknya sebagai anti kanker sekaligus anti diabetes.

7 Tips Aman Memilih dan Mengkonsumsi Obat Diabetes Herbal

obat diabetes herbal aman

7 Tips Aman Memilih dan Mengkonsumsi Obat Herbal. Berbagai tanaman berkhasiat telah digunakan untuk tujuan pengobatan selama puluhan bahkan ratusan tahun di dunia modern.

Namun, obat herbal pun harus mengikuti praktek-praktek produksi dan pembuatan obat yang baik untuk memastikan bahwa sediaan obat diproses secara konsisten dan memenuhi standar kualitas.

Berdasarkan peraturan yang berlaku, obat herbal atau obat tradisional di Negara Indonesia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

 

Definisi Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka

Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut serta digunakan secara tradisional.

Obat Herbal Terstandar adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral.

Selain proses produksi dengan teknologi maju, jenis ini pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat, standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.

Fitofarmaka merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia.

Dengan uji klinik akan lebih meyakinkan para profesi medis untuk menggunakan obat herbal di sarana pelayanan kesehatan.

 

7 Tips Aman Memilih dan Mengkonsumsi Obat Diabetes Herbal (Obat Tradisional)

  1. Gunakan obat tradisional yang sudah memiliki nomer pendaftaran BPOM.
  2. Hindari menggunakan obat tradisional bersamaan dengan obat kimia (resep dokter).
  3. Jika meminum obat tradisional menimbulkan efek yang cepat, patut dicurigai ada penambahan bahan kimia obat yang memang dilarang penggunaanya dalam obat tradisional.
  4. Selalu periksa tanggal Kadaluwarsa obat.
  5. Kunjungi website Badan POM (pom.go.id) untuk mengetahui obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat pada bagian “public warning”.
  6. Perhatikan informasi “Peringatan/Perhatian”. Jangan konsumsi obat tradisional jika ada efek samping yang rentan dengan kondisi kesehatan anda.
  7. Baca aturan pakai sebelum mengkonsumsi jamu.

 

Selain ketujuh poin penting di atas, masih ada beberapa hal lagi yang harus Anda perhatikan untuk memilih obat herbal tradisional terutama dari segi label atau penandaan yang tertera pada kemasan obat tradisional.

Setiap obat diabetes herbal tradisional wajib mencantumkan penandaan atau label yang benar, meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Nama Produk
  2. Nama dan alamat produsen atau importir
  3. Nomor pendaftaran atau nomor izin edar
  4. Nomor Bets (batch) atau kode produksi
  5. Tanggal Kadaluwarsa
  6. Netto
  7. Komposisi
  8. Peringatan atau Perhatian (Kontra Indikasi)
  9. Cara Penyimpanan
  10. Kegunaan dan cara penggunaan dalam Bahasa Indonesia

Nah, jika Anda sudah mengetahui ketujuh hal penting dan penandaan obat diabetes herbal tradisional yang benar, semoga Anda terhindar dari produk obat tradisional yang tidak terstandar dan memiliki potensi merugikan kesehatan Anda.

Ekstrak Kapsul Yakon, Teh Daun Insulin dan Serbuk Daun Yakon produksi PT Natura Persada Alam ketiganya telah memiliki nomor pendaftaran BPOM serta tergolong dalam kategori obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Artinya produk-produk obat diabetes herbal produksi PT Natura Persada Alam sangat aman untuk Anda konsumsi bahkan untuk jangka panjang. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, silahkan KLIK DISINI.

Obat Herbal Diabetes Yang Berasal Dari Bahan Alam dan Mineral

Obat Herbal Diabetes Yang Berasal Dari Bahan Alam dan Mineral. Menurut Asosiasi Diabetesi Amerika, hampir 21 juta orang di Amerika Serikat memiliki diabetes, dengan sekitar 90 – 95% diidentifikasi mengidap diabetes tipe 2.

Gula, dalam bentuk glukosa, adalah sumber utama bahan bakar untuk sel-sel tubuh. Hormon insulin yang memungkinkan glukosa dalam darah untuk memasuki sel.

Pada diabetes tipe 2, yang terjadi adalah tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau sel-sel resisten terhadap efek insulin. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah bukan masuk ke dalam sel, dan menyebabkan sel-sel kekurangan energi.

Jika kadar glukosa yang tinggi dalam darah bertahan, dapat merusak mata, jantung, ginjal, ataupun syaraf.

 

Bahan Alam dan Mineral Yang Dipercaya Menjadi Obat Herbal Diabetes

Sejauh ini, dukungan ilmiah untuk meng-klaim bahwa setiap obat herbal dapat mengobati diabetes masih kurang.

Sangat penting untuk dicatat, bahwa mengobati diri sendiri menggunakan pengobatan alternatif dan menghindari atau menunda perawatan standar menggunakan obat kimia memiliki potensi pengobatan yang berbeda.

Berikut adalah beberapa perawatan obat herbal diabetes alami yang sedang dieksplorasi.

 

1) Ginseng

Meskipun ada beberapa jenis ginseng, sebagian besar studi obat herbal diabetes yang menjanjikan pada ginseng kebanyakan menggunakan ginseng Amerika Utara (Panax quinquefolius).

Mereka penelitian telah menunjukkan bahwa ginseng Amerika Utara dapat meningkatkan kontrol gula darah dan kadar hemoglobin glikosilasi (suatu bentuk hemoglobin dalam darah digunakan untuk memantau kadar glukosa darah dari waktu ke waktu).

 

2) Chromium

Kromium merupakan mineral penting yang memainkan peran penting dalam metabolisme karbohidrat dan lemak serta membantu sel-sel tubuh merespon insulin. Bahkan, penelitian telah menemukan fakta rendahnya tingkat kromium pada penderita diabetes.

Ada banyak penelitian yang menjanjikan menunjukkan suplementasi obat herbal diabetes dengan kromium mungkin efektif, tetapi faktanya jauh dari meyakinkan.

 

3) Magnesium

Magnesium adalah mineral yang ditemukan secara alami dalam makanan seperti sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan biji-bijian dan suplemen gizi.

Magnesium diperlukan untuk lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh. Fungsi Magnesium dalam tubuh yaitu membantu mengatur kadar gula darah dan dibutuhkan untuk otot normal dan fungsi saraf, irama jantung, fungsi kekebalan tubuh, tekanan darah, dan untuk kesehatan tulang.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kadar magnesium yang rendah dapat memperburuk kontrol glukosa darah pada diabetes tipe 2.

 

4) Kayu Manis (Cinnamon)

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kayu manis meningkatkan kontrol glukosa darah pada orang dengan diabetes tipe 2.

Dalam studi pertama, 60 orang dengan diabetes tipe 2 dibagi menjadi enam kelompok. Tiga kelompok mengambil 1, 3 atau 6 gram obat herbal diabetes kayu manis sehari dan tiga kelompok yang tersisa dikonsumsi 1, 3 atau 6 g kapsul plasebo.

Setelah 40 hari, semua tiga dosis kayu manis secara signifikan mengurangi glukosa puasa darah, trigliserida, kolesterol LDL, dan kolesterol total.

Dalam studi lain, 79 orang dengan diabetes tipe 2 (bukan pada terapi insulin tetapi diobati dengan obat diabetes lain atau diet) mengkonsumsi obat herbal diabetes baik ekstrak kayu manis (setara dengan 3 g bubuk kayu manis) ataupun kapsul plasebo tiga kali sehari.

Setelah empat bulan, ada sedikit penurunan tetapi signifikan secara statistik pada kadar glukosa darah puasa pada orang yang mengkonsumsi kayu manis (10,3%) dibandingkan dengan kelompok plasebo (3,4%), namun tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hemoglobin atau profil lipid glikosilasi.

 

5) Seng (Zinc)

Mineral seng berperan penting dalam produksi dan penyimpanan insulin. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki kadar seng dibawah optimal karena penurunan penyerapan dan peningkatan ekskresi seng.

Makanan yang menjadi sumber mineral seng yaitu tiram segar, ginger root, domba, pecan, kacang polong split, kuning telur, gandum, hati sapi, kacang lima, almond, walnut, sarden, ayam, dan soba.

 

6) Lidah Buaya (Aloe Vera)

Meskipun gel lidah buaya lebih dikenal sebagai obat rumah untuk luka bakar ringan dan kondisi kulit lainnya, studi hewan terbaru menunjukkan bahwa gel lidah buaya dapat membantu penderita diabetes.

Sebuah penelitian di Jepang mengevaluasi efek dari gel lidah buaya pada gula darah. Peneliti mengisolasi sejumlah senyawa fitosterol aktif dari gel yang ditemukan untuk mengurangi glukosa darah dan kadar hemoglobin glikosilasi.

 

7) Gymnema

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ramuan Gymnema dapat menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2.

Karena Gymnema dapat menurunkan kadar gula darah, orang yang mengkonsumsi obat kimia untuk diabetes atau menggunakan insulin tidak disarankan menggunakan Gymnema kecuali mereka diawasi secara ketat oleh dokter atau tenaga kesehatan terkait.

 

8) Vanadium

Vanadium adalah mineral yang ditemukan secara alami di dalam tanah dan banyak makanan. Selain itu Vanadium juga dihasilkan selama pembakaran minyak bumi.

Vanadium telah ditemukan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2. Tampaknya untuk meniru banyak fungsi insulin dalam tubuh.

 

Menggunakan Obat Herbal Diabetes Sebagai Pengganti Obat Kimia

Jika Anda tertarik untuk mencoba pengobatan obat herbal diabetes alami di samping pengobatan standar, pastikan melakukannya hanya di bawah pengawasan ketat dokter Anda. Jika diabetes tidak terkontrol dengan baik, akibatnya bisa mengancam jiwa.

Beritahukan juga dokter Anda tentang obat herbal diabetes, suplemen, atau perawatan alami yang Anda gunakan, karena beberapa dapat berinteraksi dengan obat kimia yang Anda gunakan dan mengakibatkan hipoglikemia kecuali terkoordinasi dengan baik.

 

SUMBER – SUMBER :

Al-Maroof RA, Al-Sharbatti SS. Serum zinc levels in diabetic patients and effect of zinc supplementation on glycemic control of type 2 diabetics. Saudi Med J.27.3 (2006): 344-350.

Boshtam M, Rafiei M, Golshadi ID, Ani M, Shirani Z, Rostamshirazi M. Long term effects of oral vitamin E supplement in type II diabetic patients. Int J Vitam Nutr Res. 75.5 (2005): 341-346.

Chen H, Karne RJ, Hall G, Campia U, Panza JA, Cannon RO 3rd, Wang Y, Katz A, Levine M, Quon MJ. High-dose oral vitamin C partially replenishes vitamin C levels in patients with Type 2 diabetes and low vitamin C levels but does not improve endothelial dysfunction or insulin resistance. Am J Physiol Heart Circ Physiol.290.1 (2006): H137-145.

Fukino Y, Shimbo M, Aoki N, Okubo T, Iso H. Randomized controlled trial for an effect of green tea consumption on insulin resistance and inflammation markers. J Nutr Sci Vitaminol (Tokyo). 51.5 (2005): 335-342.

Khan A, Safdar M, Ali Khan MM, Khattak KN, Anderson RA. Cinnamon improves glucose and lipids of people with type 2 diabetes. Diabetes Care. 26.12 (2003): 3215-3218.

Kleefstra N, Houweling ST, Jansman FG, Groenier KH, Gans RO, Meyboom-de Jong B, Bakker SJ, Bilo HJ. Chromium treatment has no effect in patients with poorly controlled, insulin-treated type 2 diabetes in an obese Western population: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Diabetes Care. 29.3 (2006): 521-525.

Kudolo GB, Wang W, Elrod R, Barrientos J, Haase A, Blodgett J. Short-term ingestion of Ginkgo biloba extract does not alter whole body insulin sensitivity in non-diabetic, pre-diabetic or type 2 diabetic subjects–a randomized double-blind placebo-controlled crossover study. Clin Nutr. 25.1 (2006): 123-134.

Martin J, Wang ZQ, Zhang XH, Wachtel D, Volaufova J, Matthews DE, Cefalu WT. Chromium picolinate supplementation attenuates body weight gain and increases insulin sensitivity in subjects with type 2 diabetes. Diabetes Care. 29.8 (2006): 1826-1832.

Rodriguez-Moran M, Guerrero-Romero F. Oral magnesium supplementation improves insulin sensitivity and metabolic control in type 2 diabetic subjects: a randomized double-blind controlled trial. Diabetes Care. 26.4 (2003): 1147-1152.

Ryu OH, Lee J, Lee KW, Kim HY, Seo JA, Kim SG, Kim NH, Baik SH, Choi DS, Choi KM. Effects of green tea consumption on inflammation, insulin resistance and pulse wave velocity in type 2 diabetes patients. Diabetes Res Clin Pract. 71.3 (2006): 356-358.

Tanaka M, Misawa E, Ito Y, Habara N, Nomaguchi K, Yamada M, Toida T, Hayasawa H, Takase M, Inagaki M, Higuchi R. Identification of five phytosterols from Aloe vera gel as anti-diabetic compounds.Biol Pharm Bull. 29.7 (2006): 1418-1422.

Woodman RJ, Mori TA, Burke V, Puddey IB, Watts GF, Beilin LJ. Effects of purified eicosapentaenoic and docosahexaenoic acids on glycemic control, blood pressure, and serum lipids in type 2 diabetic patients with treated hypertension. Am J Clin Nutr.76.5 (2002): 1007-1015.