Bawang Sebagai Obat Diabetes Herbal di Dapur Anda. Siapa yang belum mengenal bawang? Ya, selain untuk bumbu dapur ternyata bawang memiliki fungsi sebagai obat diabetes. Kalau mengirisnya, kebanyakan anda semua akan dibuat menangis. Berasal dari keluarga yang sama dengan bawang putih, kesemuanya memiliki nutrisi yang sama dan bermanfaat. Khasiat dalam kesehatan tersebut dapat diperoleh di senyawa sulfur yang terkandung di dalamnya. Bawang telah digunakan berabad – abad yang lalu sebagai obat dan kuliner tentu saja. Dan bawang merupakan kekayaan yang luar biasa untuk diet sehat dan obat diabetes khususnya diabetes tipe 2.
Terdapat beberapa fakta tentang nutrisi yang terkandung dalam bawang, diantaranya :
- Bawang sangat rendah kalori, hanya mempunyai 40 kalori per 100 gram (atau sebanyak 64 kalori setiap satu cangkir cincangan).
- Dapat berfungsi sebagai sumber serat yang layak, mengandung hampir 2 gram per porsinya.
- Bawang merupakan sumber vitamin B dan vitamin C yang baik.
- Dapat menyediakan beberapa mineral termasuk kalium.
- Bawang mengandung flavonoid dan senyawa sulfur di dalamnya.
- Dianggap sebagai indek glikemik yang rendah dengan nilai hanya 10.
Bawang Sebagai Obat Diabetes Herbal Khususnya Diabetes Tipe 2
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, bawang membantu mengurangi peradangan yang mendasari timbulnya penyakit diabetes serta masalah metabolik lainnya. Bawang telah terbukti memiliki anti diabetes serta mengurangi penyakit kardiovaskular. Karena termasuk makanan prebiotik, bawang mampu menurunkan kadar gula darah pada hewan dan tentunya manusia. Prebiotik adalah serat tercerna yang melewati saluran pencernaan bagian atas ke usus besar dimana dapat merangsang bakteri baik yang menguntungkan. Dan lebihnya lagi, bakteri ini adalah bakteri baik dalam usus yang terlibat langsung dalam regulasi glukosa.
Kebaikan kandungan yang terdapat dalam bawang adalah antara lain :
- Bersifat anti mikroba, melindungi terhadap infeksi yang terjadi pada luka dengan tingkat keparahan yang tinggi pada penyakit diabetes tipe 2.
- Anti oksidan dalam bawang memiliki efek positif pada kesehatan tulang, bahkan mungkin mengurangi resiko osteoporosis.
- Senyawa sulfur yang terkandung telah dikaitkan dengan penurunan resiko pada kanker payudara, usus besar, prostat, perut, ovarium dan kanker mulut.
Bawang merupakan makanan rendah kalori yang baik. Mudah ditemukan sepanjang tahun, murah dan mampu disimpan dalam jangka waktu yang panjang. Mulai gunakan bawang dalam masakan anda agar dapat mencegah penyakit diabetes dan bahkan mungkin mengobatinya.
Serba Serbi Bawang Sebagai Obat Diabetes Herbal
Beberapa tips pemilihan, penyimpanan dan pengolahan bawang sebagai obat diabetes di dapur anda :
- Pilihlah bawang dengan kulit renyah dan tanpa noda, memar atau bintik – bintik lembut. Hindarilah bawang yang mulai tumbuh atau terdapat tanda berubah warna
- Simpanlah bawang di tempat yang sejuk danmempunyai sirkulasi yang baik. Hindari penyimpanan bersama dengan kentang, karena akan menyerap kelembaban sehingga bawang akan cepat rusak atau busuk.
- Gunakan bawang pada masakan tumis, goreng, sup, kaserol, tetapi dapat juga dipanggang atau direbus begitu saja.
- Bawang merah seringkali pula disajikan mentah dalam salad. Adapula bawang hijau yang digunakan sebagai hiasan atau topping untuk sebuah hidangan.
- Cara masak bawang :
- Bawang yang diuapkan, masaklah sekitar 10-15 menit.
- Jika anda merebus bawang, maka rebus dengan lama 7-10 menit.
- Masakan bawang yang dipanggang, maka pangganglah dari 45 sampai 60 menit.
- Jika bawang dibakar, gunakan waktu selama 15-20 menit.
