Apa itu gula darah dan glukosa?
Sebelum menentukan jenis obat diabetes yang hendak dikonsumsi sebaiknya mulai dulu dengan memahami tentang gula darah serta glukosa karena kedua hal ini akan banyak mempengaruhi kondisi diabetes. Gula sesungguhnya adalah karbohidrat yang ditemukan secara alami pada makanan. Terdapat beberapa jenis gula, salah satunya adalah glukosa yang termasuk dalam jenis gula monosakarida atau gula paling sederhana. Ini adalah sumber energi utama dan sistem saraf tubuh membutuhkan glukosa untuk berfungsi secara normal, terutama otak. Menurut Dr Soon Song, ahli diabetes dari BMI Thornbury Hospital in South Yorkshire dan Sheffield Teaching Hospital NHS Foundation Trust, istilah gula darah dan glukosa sering sekali digunakan bergantian untuk menggambarkan jumlah glukosa yang dibawa darah. Memahami tentang gula darah dan glukosa membantu untuk paham tentang diabetes dan segala jenis obat diabetes yang cocok digunakan.
Berapa kadar gula darah yang normal?
Kadar gula darah adalah jumlah yang mengacu pada jumlah glukosa dalam darah, sering kali disebut dengan glukosa darah. Glukosa darah adalah konsentrasi glukosa dalam darah yang ditunjukkan dalam mmol/l. Pada orang tanpa diabetes glukosa dalam darah seharusnya tercatat 4.5-5.5 mmol/l pada saat sebelum makan dan kurang dari 8.0 mmol/l dua jam setelah makan.
Kadar glukosa darah bisa dihitung menggunakan HbA1c yang memberi informasi tentang rata-rata glukosa darah lebih dari 2-3 bulan terakhir. Orang sehat tanpa diabetes Hb1c yang dimiliki seharusnya kurang dari 42 mmol/mol.
Diabetes didiagnosa ketika glukosa darah pada saat puasa lebih dari 7.0 mmol/l, sedangkan glukosa darah yang diambil secara acak lebih dari 11.1 mmol/l atau HbA1 lebih dari 48 mmol/mol. Glukosa darah puasa yang kadarnya ada di antara 5.5 dan 6.9 mmol/l atau yang HbA1c-nya berada pada level 47 mmol/mol dapat diindikasi memiliki resiko tinggi terkena diabetes. Kondisi ini biasanya mudah terindikasi pada mereka yang memiliki obesitas, riwayat diabetes dalam keluarga atau kelompok etnis tertentu.
Dengan kondisi seperti ini sebaiknya mulai mencari dan menanyakan obat diabetes yang cocok untuk dipilih. Kondisi tertentu mungkin membutuhkan jenis obat diabetes yang berbeda. Jadi sebaiknya rajin mengontrol kadar glukosa darah untuk dapat menemukan kondisi diabetes sebelum terlambat dan menyebabkan berbagai komplikasi.
Sumber: telegraph.co.uk
