Diet diabetes dengan Kacang Almond

Dalam melakukan manajemen diabetes, diet seimbang merupakan salah satu hal yang wajib anda lakukan. Apabila sedang melakukan diet khusus untuk menghadapi diabetes, mungkin artikel ini dapat menjadi rujukan anda.
Kacang almond merupakan salah satu makanan dari keluarga kacang-kacangan yang memiliki rasa yang disukai oleh banyak orang. Tapi tahukah anda bahwa mengkonsumsi kacang almond baik untuk diabetes anda?
Kacang-kacangan, terutama almond memiliki banyak kandungan nutrisi. Beberapa nutrisi yang baik yang ada dalam almond antara lain serat, lemak tak jenuh, vitamin B, serta vitamin E. Selain itu juga memiliki kandungan mineral kalsium, magnesium, zat besi dan zinc yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh anda.
Untuk anda yang menderita diabetes, almond bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah anda. Almond memiliki kandungan karbohidrat yang rendah. Alasan mengapa almond baik untuk diabetasi adalah karena mereka (almond) memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi. Magnesium merupakan mineral yang penting dalam proses metabolisme tubuh anda yaitu untuk mengontrol tekanan darah dan mengatur kadar gula darah.

Sumber Magnesium yang Baik
Kacang almond merupakan salah satu dari beberapa sumber terbaik untuk magnesium. Satu takaran saji almond menyumbangkan sampai 20% dari asupan harian yang direkomendasikan. Dari 28 gram almond kering, mengandung 80mg kalsium, atau setara dengan 20% jumlah asupan harian kalsium yang direkomendasikan.

Kadar magnesium yang rendah sangat berkaitan dengan diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Kadar magnesium yang rendah dalam tubuh berpengaruh buruk pada sekresi insulin. Pemulihan magnesium yang rendah dapat meningkatkan respon insulin dan mengurangi kadar gula darah secara signifikan.
Jika kadar magnesium Anda rendah, meningkatkannya dengan almond dapat membantu dalam melakukan kontrol gula darah Anda. Pastikan bahwa kadar magnesium dalam tubuh anda dalam skala yang normal. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah kadar magnesium anda dalam skala normal, tinggi atau rendah. Namun untuk memastikannya, sangat disarankan untuk melakukan tes darah.








