YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Diet Diabetes dengan Kacang Almond – Tips

Diet diabetes dengan Kacang Almond

Diet Diabetes dengan Kacang Almond - Tips
Diet Diabetes dengan Kacang Almond – Tips

Dalam melakukan manajemen diabetes, diet seimbang merupakan salah satu hal yang wajib anda lakukan. Apabila sedang melakukan diet khusus untuk menghadapi diabetes, mungkin artikel ini dapat menjadi rujukan anda.

Kacang almond merupakan salah satu makanan dari keluarga kacang-kacangan yang memiliki rasa yang disukai oleh banyak orang. Tapi tahukah anda bahwa mengkonsumsi kacang almond baik untuk diabetes anda?

Kacang-kacangan, terutama almond memiliki banyak kandungan nutrisi. Beberapa nutrisi yang baik yang ada dalam almond antara lain serat, lemak tak jenuh, vitamin B, serta vitamin E. Selain itu juga memiliki kandungan mineral kalsium, magnesium, zat besi dan zinc yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh anda.

Untuk anda yang menderita diabetes, almond bermanfaat untuk mengatur kadar gula darah anda. Almond memiliki kandungan karbohidrat yang rendah. Alasan mengapa almond baik untuk diabetasi adalah karena mereka (almond) memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi. Magnesium merupakan mineral yang penting dalam proses metabolisme tubuh anda yaitu untuk mengontrol tekanan darah dan mengatur kadar gula darah.

Diet Diabetes dengan Kacang Almond - Tips
Diet Diabetes dengan Kacang Almond – Tips
Sumber Magnesium yang Baik

Kacang almond merupakan salah satu dari beberapa sumber terbaik untuk magnesium. Satu takaran saji almond menyumbangkan sampai 20% dari asupan harian yang direkomendasikan. Dari 28 gram almond kering, mengandung 80mg kalsium, atau setara dengan 20% jumlah asupan harian kalsium yang direkomendasikan.

Diet Diabetes dengan Kacang Almond - Tips
Diet Diabetes dengan Kacang Almond – Tips

Kadar magnesium yang rendah sangat berkaitan dengan diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Kadar magnesium yang rendah dalam tubuh berpengaruh buruk pada sekresi insulin. Pemulihan magnesium yang rendah dapat meningkatkan respon insulin dan mengurangi kadar gula darah secara signifikan.

Jika kadar magnesium Anda rendah, meningkatkannya dengan almond dapat membantu dalam melakukan kontrol gula darah Anda. Pastikan bahwa kadar magnesium dalam tubuh anda dalam skala yang normal. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah kadar magnesium anda dalam skala normal, tinggi atau rendah. Namun untuk memastikannya, sangat disarankan untuk melakukan tes darah.

Diet Diabetes dengan Kacang Almond - Tips
Diet Diabetes dengan Kacang Almond – Tips

Diabetes Insipidus Bukan Diabetes Mellitus

Diabetes Insipidus Bukan Diabetes Mellitus
Diabetes Insipidus Bukan Diabetes Mellitus
Diabetes Insipidus Bukan Diabetes Mellitus

Ketika seseorang (mungkin termasuk anda) mendengar atau membaca kata “Diabetes insipidus” (DI), kebanyakan akan langsung berpikir bahwa itu adalah salah satu tipe dari diabetes mellitus (DM). Padahal tahukah anda bahwa DI berbeda dengan DM.

Lalu, Sebenarnya Apa Diabetes Insipidus Itu?

DI adalah kondisi dimana adanya gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kondisi ini menyebabkan menyebabkan si penderita merasa haus berlebihan (polidipsi) dan dan sering mengeluarkan air seni atau kencing dalam jumlah banyak dan dalam frekuensi yang tinggi (poliuri).

Ada 2 jenis utama dari diabetes insipidus, yaitu :

Diabetes insipidus kranial
DI jenis ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki hormon antidiuretik yang mencukupi dari hipotalamus. Hal ini dapat dikarenakan kerusakan pada hipotalamus atau pada kelenjar pituitari. Kerusakan ini dapat diakibatkan karena terjadi infeksi, operasi, cedera otak, atau tumor otak.

Diabetes insipidus nefrogenik
DI jenis ini muncul ketika organ ginjal tidak dapat merespons hormon antidiuretik, padahal jumlah hormon antidiuretik yang diproduksi cukup untuk mengatur produksi urin. Kondisi tersebut sangat mungkin terjadi dikarenakan adanya kerusakan fungsi ginjal atau sebagai kondisi keturunan.

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala yang mudah dikenali dari DI adalah sering haus dan sering buang air kecil dalam jumlah yang tidak wajar. Rasa haus yang ada sering sekali tidak wajar. Penderita akan terus merasa haus meskipun telah banyak minum air.

Gejala tersebut akan mudah dikenali karena akan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. Sebagai bahan perbandingan biasanya orang dewasa kencing 4-7 kali dalam sehari, dan anak kecil kencing sampai 10 kali dalam sehari.

Anak kecil lebih sering buang air karena ukuran kandung kemih anak-anak yang berukuran lebih kecil daripada kandung kemih orang dewasa. Bila anda dalam sehari buang air melebihi batas rata-rata di atas, segera periksakan diri anda ke dokter anda.

Semoga bermanfaat.

Mitos Berbahaya Tentang Diabetes (DM)

Mitos Berbahaya Tentang Diabetes (DM)
Mitos Berbahaya Tentang Diabetes (DM)

Mitos Berbahaya Tentang Diabetes (DM)

Diabetes (DM) merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat dianggap sepele. 9.1 juta jiwa penderita DM tercatat di indonesia. jumlah ini merupakan jumlah ke-empat terbanyak di dunia. Di masyarakat kita, banyak bermacam pendapat dan opini tentang DM. dimana tidak semua opini tersebut adalah benar. Berikut saya paparkan beberapa mitos berbahaya tentang DM.

Diabetasi harus menghindari makanan manis / mengandung gula

Penderita DM tidak dilarang untuk mengkonsumsi makanan manis, hanya saja harus dihitung jumlah karbohidrat yang masuk. Jangan sampai berlebihan maupun kekurangan. Maka dari itu perlu disesuaikan masing-masing orang. karena kebutuhan nutrisi antara diabetasi yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Ubah jenis karbohidrat yang dikonsumsi dari karbohidrat sederhana menjadi karbohidrat komplek. Cek indeks glikemik makanan yang anda konsumsi. Konsultasikan terlebih dahulu kebutuhan nutrisi harian anda dengan dokter atau ahli gizi.

Diet tinggi protein bagi diabetasi

Konsumsi protein yang berlebih (terutama protein hewani) dapat memicu terjadinya resistensi insulin. Yang diperlukan adalah asupan gizi seimbang.tidak berlebih pada satu jenis nutrisi saja. Diet diabetasi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan diet pada umumnya, namun harus lebih diperhatikan asupan karbohidrat yang masuk dalam tubuh. selalu konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Diabetes hanya diderita oleh orang lanjut usia

Anggapan ini sangat berbahaya, karena dapat membuat anda menyepelekan gaya hidup sehat. DM bukanlah penyakit yang disebabkan oleh faktor usia, namun lebih pada gaya hidup yang tidak sehat. Pada kenyataannya, saat ini DM banyak pula dialami oleh orang-orang yang tergolong masih berusia muda. Memakan makanan sehat dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, mengelola stress dan cukup istirahat merupakan beberapa cara yang ampuh untuk mencegah DM.

Diabetes adalah penyakit keturunan

DM bukanlah penyakit keturunan, namun seseorang dari keturunan DM memiliki resiko lebih besar terkena DM daripada seseorang yang bukan dari keturunan DM. Diabetes dapat “menyasar” siapa saja, baik tua maupun muda, baik laki-laki maupun perempuan, baik dari keturunan diabetes maupun yang tidak. Hal yang paling bijak adalah menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang “tidak sehat” dan mengubahnya menjadi gaya hidup sehat.

Diabetasi tidak boleh berolahraga atau beraktivitas fisik

Pada kenyataannya, diabetasi sangat dianjurkan untuk berolah raga dengan porsi yang sesuai dengan kondisinya masing-masing. Yang perlu diperhatikan dalam berolahraga atau beraktifitas fisik bagi anda adalah persiapan dan peralatan yang anda gunakan dalam berolahraga. Peralatan yang digunakan harus senyaman mungkin dan menghindari resiko terluka dalam penggunaannya. Karena bagi penderita diabetes, luka terbuka dapat menjadi berbahaya.

Semoga bermanfaat.

Awas! Bahaya Resistensi Insulin Mengancam

Awas! Resistensi Insulin Mengancam

Masih banyak orang yang belum “aware” dengan istilah resistensi insulin. Apa sih resistensi insulin itu? Resistensi insulin ini dianggap sebagai salah satu cikal bakal diabetes. Resistensi insulin adalah kondisi di mana hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak dapat mendistribusikan gula dalam darah ke dalam sel-sel tubuh secara maksimal.

Awas! Bahaya Resistensi Insulin Mengancam

Secara sederhananya seperti ini : karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi gula / glukosa. Lalu glukosa akan didistribusikan ke oleh insulin seluruh sel-sel tubuh melalui aliran darah. Nah… ketika insulin tidak dapat bekerja secara maksimal mengantarkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh, maka kadar gula dalam darah akan terus meningkat.

Oleh karena itu, salah satu gejala dari diabetes yang paling sering adalah seringnya penderita merasa lemas dan lapar. Hal ini terjadi karena tubuh merasa belum mendapat energi dari makanan, padahal sebenarnya hormon insulinlah yang tidak bisa mengantarkan gula dalam darah ke dalam sel tubuh menjadi energi, sehinga penderita merasa lemas.

Tahukah anda? Resistensi insulin sering kali dihubungkan dengan banyak penyakit, seperti diabetes, kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung  kardiovaskuler, hipertensi, dan kemandulan.

Apa faktor penyebabnya?

Awas! Bahaya Resistensi Insulin Mengancam

Faktor penyebab resistensi tersebut antara lain kegemukan, diet dengan konsumsi tinggi karbohidrat, kurang gerak atau olahraga disinyalir menjadi penyebab resistensi insulin. Selain itu ada juga dari faktor usia dan riwayat kesehatan. Jadi, untuk anda yang sering atau mengalami beberapa hal tersebut lebih baik untuk waspada dan menanggulanginya sejak dini. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Bagaimana bila sudah terlanjur mengalaminya?

Untuk anda yang sudah terlanjur mengalami resistensi terhadap insulin dan kerusakan pankreas, anda masih bisa melakukan banyak hal. Antara lain dengan melakukan gaya hidup sehat, diet sehat dengan gizi seimbang, melakukan olahraga secara rutin sesuai kemampuan, istirahat yang cukup, mengelola stress, mengkonsumsi herbal atau obat untuk menjaga agar kadar gula darah dapat terkontrol.

Awas! Bahaya Resistensi Insulin Mengancam

Mari biasakan hidup sehat dan sayangi tubuh anda.

Semoga bermanfaat

Diabetes – Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam

Diabetes – Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam
Diabetes - Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam
Diabetes – Mengenal Tipe Diabetes Lebih Dalam

Tahukah anda bahwa pada tahun 2015, sebanyak 9,1 juta jiwa penduduk indonesia mengidap diabetes mellitus (DM). Hal itu mengakibatkan indonesia masuk peringkat ke 5 dalam jumlah penderita DM terbanyak di seluruh dunia. Dan ironisnya, 70% dari penderita DM di indonesia tidak menyadari bahwa dirinya mengidap DM.

“IBU DARI SEGALA PENYAKIT” ini merupakan salah satu masalah kesehatan -baca penyakit- yang sangat berbahaya karena rentan menimbulkan komplikasi yang serius. Kelebihan kadar gula dalam darah dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Selain itu juga  dapat menyebabkan glaukoma atau gangguan pada penglihatan yang dapat sampai mengakibatkan kebutaan permanen.

Disamping itu, DM juga dapat menyebabkan kebocoran protein dalam ginjal. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Amputasi pada kaki yang terluka karena luka yang tidak kunjung mengering juga merupakan akibat dari adanya kelebihan gula dalam darah. Selain itu masih banyak lagi permasalahan kesehatan yang mengikuti DM, seperti kebotakan dan disfungsi ereksi.

Apa itu diabetes?

Diabetes adalah suatu kondisi dimana :

  1. Tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin yaitu hormon yang berfungsi mengubah gula dalam darah menjadi energi, atau
  2. Hormon insulin yang diproduksi oleh tubuh tidak mencukupi, atau
  3. Hormon insulin tidak dapat bekerja dengan baik dalam mengubah gula dalam darah menjadi energi.

Ketiga kondisi di atas menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat atau dengan kata lain berada di atas batas normalnya.

Apa yang terjadi apabila kadar gula darah berada di atas batas normal?
Dalam jangka pendek, kadar gula darah yang tinggi tidak terlalu beresiko untuk merusak organ tubuh lain. Namun apabila kondisi ini dibiarkan berlangsung cukup lama, akan sangat beresiko menimbulkan komplikasi penyakit-penyakit lain seperti yang diterangkan sebelumnya.

JENIS DIABETES

Ini dia Tipe DM yang Harus Anda Tahu

Tahukah anda bahwa DM memiliki dua jenis utama yaitu diabetes tipe I dan tipe II.  Namun ternyata DM tidak hanya memiliki dua jenis tersebut. Berikut adalah beberapa Tipe DM yang Harus Anda Tahu.

Tipe I:
Tipe ini disebabkan karena gangguan sistem kekebalan tubuh penderita; sehingga menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah produksi insulin yang berperan sebagai kunci untuk membuka pintu sel tubuh agar glukosa bisa masuk. Penderita DM dengan tipe ini dikenal sebagai DM yang tergantung pada suntikan insulin dan biasanya muncul pada usia anak-anak.

Tipe II:
DM tipe ini terjadi karena rusaknya pintu sel tubuh terhadap insulin atau resistensi insulin. Hal ini mengakibatkan penumpukan gula dalam darah. DM dengan tipe ini dapat diatasi dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik secara teratur. Namun bila gula darah masih belum terkendali, dapat dibantu dengan suntik insulin ataupun herbal.

untuk DM tipe II dapat digali lebih jauh di sini DIABETES TIPE 2 – MENGENAL LEBIH DALAM

Tipe III atau MRDM (Malnutrition Related Diabetes Mellitus) :
DM ini berkaitan dengan radang pankreas, kelainan hormonal, atau obat–obatan. DM tipe ini diawali dengan kondisi kekurangan gizi. Jadi, awasi asupan gizi anda agar terhindar dari DM tipe ini.

Tipe IV (Gestasional Diabetes Mellitus):
DM tipe ini biasanya timbul pada saat kehamilan, disebabkan karena berkurangnya fungsi tubuh selama kehamilan dalam menghadapi naiknya kadar gula darah.

Diabetes tipe lain:
DM yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya kerusakan hati.

Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes

Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes

Indeks glikemik (IG) adalah sebuah skala pengukuran seberapa cepat kandungan karbohidrat pada makanan dapat diproses oleh tubuh. Sebagai gambaran, semakin tinggi skala IG suatu jenis makanan, maka semakin cepat pula kandungan karbohidratnya akan diproses oleh tubuh dan itu artinya akan semakin cepat mempengaruhi kadar gula dalam darah. Begitu pula sebaliknya, bila semakin rendah skala IG suatu jenis makanan, maka akan semakin lambat pula kandungan karbohidrat dari makanan tersebut akan diproses oleh tubuh kita.

Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes
Indeks glikemik sebagai acuan dalam diet diabetes
Lalu dapatkah indeks glikemik dijadikan acuan dalam konsumsi makanan harian para penderita diabetes?

Tahukah anda bahwa IG suatu jenis makanan tidak akan selalu sama nilainya? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan IG tersebut. Faktor tersebut antara lain :

Cara pengolahan makanan
Bagaimana anda mengolah suatu jenis makanan akan berpengaruh pada IG makanan tersebut. Misalkan seperti semakin lama anda memasak mie atau pasta, maka semakin tinggi pula indeks glikemiknya.

Tingkat kematangan makanan
Tingkat kematangan pada buah sangat mempengaruhi tinggi rendahnya indeks glikemik dari buah tersebut. Semakin matang dan semakin manis suatu buah, maka semakin tinggi pula indeks glikemik nya

Campuran makanan lain
Tahukah anda bahwa ternyata mencampur beberapa jenis makanan itu bukan berarti skala indeks glikemik juga akan ikut meningkat?

Selain dari hal-hal tersebut di atas, kondisi tubuh juga sedikit lebih banyak berpengaruh terhadap bagaimana tubuh akan mencerna dan bereaksi terhadap karbohidrat yang masuk. Kondisi yang mempengaruhi tersebut antara lain : umur, kegiatan fisik dan metabolisme tubuh anda sendiri.

Secara sederhana, IG hanya dijadikan sebagai salah satu acuan saja tanpa menghilangkan dasar acuan yang lain dalam menghadapi diabetes, khususnya dalam hal diet diabetes. Jadi, jangan jadikan IG suatu makanan menjadi satu-satunya acuan anda dalam melakukan diet diabetes.

Selalu usahakan agar diet secara seimbang tanpa menghilangkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsultasikan mengenai diet anda kepada dokter atau ahli gizi anda.

Semoga bermanfaat.