YACONA INDONESIA

YACONA INDONESIA

Membantu Meringankan Gejala Kencing Manis

Yacona

Chat Konsultasi

Produk

Testimoni

Order

Obat Untuk Diabetes Dengan Komplikasi Neuropati Perifer

obat untuk diabetes

Obat Untuk Diabetes Dengan Komplikasi Neuropati Perifer

Kerusakan saraf akibat diabetes disebut diabetic neuropathy. Sekitar setengah dari semua penderita diabetes memiliki beberapa bentuk kerusakan saraf.

Baca Juga : Apa Itu Neuropati Diabetes?

 

Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah jenis kerusakan saraf perifer pada penderita diabetes yang dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, mati rasa, atau lemah lunglai pada kaki dan tangan.

Gejala

Daftar di bawah ini merupakan gejala – gejala yang umum terjadi pada neuropati perifer, Anda mungkin ingin mencatat apa yang Anda rasakan untuk berdiskusi dengan dokter Anda saat kunjungan rutin berikutnya.

Perasaan geli

  • Kaki saya serasa tergelitik
  • Saya merasakan seperti ada “pin dan jarum” di kaki saya

Peningkatan Sensitivitas atau Nyeri

  • Saya merasakan kaki saya seperti terbakar, tertusuk atau ditembaki
  • Kaki saya menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan. Misalnya, terkadang kaki saya terasa sakit ketika bed cover menyentuh kaki saya
  • Terkadang saya merasa sedang memakai kaus kaki atau sarung tangan padahal tidak
  • Kaki saya terasa sakit di malam hari
  • Kaki dan tangan saya menjadi sangat dingin atau sangat panas

Mati rasa atau lemah

  • Kaki saya lunglai dan mati rasa
  • Saya tidak merasakan sakit di kaki saya, bahkan saat mengalami lecet atau luka
  • Saya tidak bisa merasakan kaki saya saat sedang berjalan
  • Otot – otot kaki saya lemah
  • Saya goyah saat berdiri atau berjalan
  • Saya mengalami kesulitan merasakan panas atau dingin di kaki atau tangan saya.

Gejala Lain

  • Saya merasa sepertinya otot dan tulang di kaki saya telah berubah bentuk
  • Saya memiliki luka terbuka (bisul) di kaki saya. Luka ini sembuh sangat lambat.

 

Diagnosa

Pemeriksaan Kaki

Dokter atau perawat kesehatan harus melihat kaki Anda di setiap kunjungan rutin untuk memeriksa apakah terdapat luka, lecet atau masalah lainnya.

Sebagai pengingat, lepas sepatu dan kaus kaki Anda saat berada di ruang pemeriksaan.

Lakukan pemeriksaan kaki secara lengkap satu tahun sekali. Jika Anda sudah memiliki masalah pada kaki, mintalah diperiksa lebih sering.

Pemeriksaan kaki yang lengkap mencakup pemeriksaan kulit, otot dan tulang kaki, serta aliran darah pada kaki Anda.

Dokter atau perawat kesehatan juga akan memeriksa apakah kaki Anda mati rasa atau tidak dengan menyentuh kaki Anda menggunakan monofilamen. Monofilamen yang digunakan misalnya seutas benang pancing terbuat dari nilon atau bulu-bulu pada sikat rambut.

Cara lain untuk memeriksa saraf, Anda dapat menggunakan garpu tala. Dengan menyentuhkan ke kaki Anda akan terlihat apakah Anda bisa merasakannya bergerak atau tidak.

Studi Konduksi Saraf dan Elektromiografi (EMG)

Jika dokter berpikir Anda mungkin mengalami kerusakan saraf, Anda akan menjalani tes yang melihat seberapa baik saraf di lengan dan kaki Anda bekerja.

Studi konduksi saraf memeriksa kecepatan saraf yang mengirim pesan, sedangkan EMG memeriksa bagaimana kemampuan saraf dan otot Anda bekerja bersama-sama.

 

Pengobatan

Untuk mengobati dan merawat kerusakan saraf, Anda perlu menjaga kadar glukosa darah Anda berada dalam rentang target Anda, atur rasa sakit dan lindungi kaki Anda.

Banyak orang merasa tertekan saat mengalami kerusakan saraf dan mungkin memerlukan pengobatan untuk depresi dan juga konseling.

Obat Untuk Diabetes dan Neuropati Perifer

Obat untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi rasa terbakar, mati rasa dan kesemutan banyak tersedia di pasaran.

Beberapa obat untuk diabetes tersebut di antaranya tidak sesuai dengan penggunaan atau manfaat utamanya, namun tampaknya masih dapat membantu bagi Anda yang mengalami kerusakan saraf.

Seperti yang telah disampaikan di atas, untuk mengobati dan merawat kerusakan saraf, Anda perlu menjaga kadar glukosa darah Anda berada dalam rentang target yang telah Anda tentukan.

Mungkin Anda membutuhkan konsumsi rutin obat untuk diabetes Anda dan memantaunya untuk beberapa saat agar glukosa darah Anda normal.

Berdiskusilah dengan dokter Anda untuk mengetahui perawatan apa yang terbaik untuk Anda.

Obat Penyakit Diabetes dan Berbagai Komplikasi Neuropati

obat penyakit diabetes

Berbagai Jenis Neuropati Serta Cara Menanganinya Dengan Obat Penyakit Diabetes

Kerusakan saraf akibat diabetes disebut diabetic neuropathy. Sekitar setengah dari semua penderita diabetes memiliki beberapa bentuk kerusakan saraf.

Hal ini lebih sering terjadi pada mereka yang telah menderita diabetes selama beberapa tahun dan dapat menyebabkan banyak masalah.

Jika kadar glukosa darah Anda tetap terkontrol dan berada dalam rentang target Anda, maka Anda telah membantu mencegah atau menunda kerusakan saraf.

Tetapi jika Anda sudah mengalami kerusakan saraf, tindakan-tindakan ini akan membantu mencegah atau menunda kerusakan lebih lanjut di masa depan. Bahkan ada juga beberapa macam perawatan lain yang bisa membantu Anda menangani neuropati.

 

Jenis – Jenis Neuropati

Neuropati perifer

Neuropati perifer dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, mati rasa, atau lemah lunglai pada kaki dan tangan Anda.

Neuropati otonom

Neuropati otonom mempengaruhi saraf yang mengendalikan sistem tubuh Anda.

Jenis Neuropati Tambahan

Jenis neuropati tambahan yang mungkin dialami penderita diabetes.

 

Langkah – Langkah Mencegah atau Menunda Kerusakan Syaraf

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau menunda kerusakan saraf.

Dan, jika saat ini Anda sudah menderita neuropati diabetes (kerusakan saraf), langkah ini dapat mencegah atau menunda kerusakan saraf lebih lanjut dan dapat mengurangi gejala yang Anda alami.

 

Jaga Tingkat Glukosa Darah Anda dalam Rentang Target Anda

Perencanaan makanan, aktivitas fisik dan pengobatan, jika diperlukan, semuanya dapat membantu Anda mencapai rentang target kadar glukosa darah Anda.

Ada dua cara untuk melacak kadar glukosa darah Anda:

  1. Gunakan meteran glukosa darah (misal : Accu-Chek) untuk membantu Anda membuat keputusan perawatan sehari-hari.
  2. Lakukan tes glukosa A1C (tes laboratorium) setidaknya dua kali dalam satu tahun untuk mengetahui kadar glukosa darah rata-rata Anda selama 2 sampai 3 bulan terakhir.

Baca Juga : Mengapa Diabetesi Harus Melakukan Kontrol Gula Darah?

 

Memeriksa kadar glukosa darah Anda akan memberi tahu Anda apakah rencana perawatan diabetes Anda bekerja dengan baik atau apakah diperlukan perubahan dan penyesuaian.

  • Laporkan jika terjadi gejala neuropati diabetes
  • Jika Anda memiliki masalah, segera dapatkan perawatan. Pengobatan dini dapat membantu mencegah lebih banyak masalah di kemudian hari. Misalnya, jika Anda merawat infeksi kaki lebih awal, dapat membantu mencegah amputasi.
  • Jagalah kaki Anda dengan baik. Periksa kaki Anda setiap hari. Jika Anda tidak lagi bisa merasakan sakit di kaki, Anda mungkin tidak dapat merasakan ketika terjadi cedera kaki. Sebagai ganti, gunakan mata Anda untuk mengetahuinya. Gunakan cermin untuk melihat bagian bawah kaki Anda. Gunakan tangan untuk merasakan daerah yang terasa panas atau dingin, benjolan atau kulit kering pada kaki Anda. Cari luka, luka potong atau sobekan di kulit. Juga periksa kapalan, lecet, daerah merah, pembengkakan, kuku kaki yang tumbuh ke dalam dan infeksi kuku. Jika sulit bagi Anda untuk melihat atau menggapai beberapa daerah kaki Anda, mintalah bantuan dari anggota keluarga atau dokter.
  • Lindungi kaki Anda. Jika kaki Anda kering, gunakan lotion pada kulit Anda tapi tidak di antara jari-jari kaki Anda. Pakailah sepatu dan kaus kaki yang pas dan kenakan semuanya. Gunakan air hangat untuk mencuci kaki Anda, dan keringkan dengan hati-hati sesudahnya.
  • Gunakan sepatu khusus jika dibutuhkan.
  • Hati-hati dalam berolahraga. Beberapa aktivitas fisik tidak aman bagi penderita neuropati. Bicarakan dengan ahli latihan klinis diabetes yang bisa membimbing Anda.

 

Menangani Neuropati Dengan Obat Penyakit Diabetes

Bagi Anda penderita diabetes yang menjaga kadar gula darah Anda dengan obat penyakit diabetes sehingga mendekati normal dan tetap terkontrol serta berada dalam rentang target kadar glukosa darah Anda, maka Anda telah membantu mencegah atau menunda kerusakan saraf.

Jadi konsumsi obat penyakit diabetes secara rutin akan menjaga kadar gula darah Anda tetap normal, dan pada akhirnya Anda dapat mencegah atau menunda kerusakan saraf (neuropati).

Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius

obat diabetes melitus

Konsumsi Obat Diabetes Melitus Memperingan Resiko Komplikasi Mata 

Anda mungkin pernah mendengar bahwa diabetes menyebabkan masalah mata dan bisa menyebabkan kebutaan.

Penderita diabetes memiliki risiko kebutaan lebih tinggi daripada orang yang tidak menderita diabetes.

Tapi pada kenyatannya kebanyakan orang yang menderita diabetes mengalami tidak lebih dari gangguan mata ringan.

Dengan melakukan pemeriksaan rutin, Anda dapat menjaga gangguan mata tersebut tetap ringan.

Jika di masa depan masalah penglihatan Anda menjadi lebih serius, Anda akan tetap tenang karena dengan melakukan pemeriksaan rutin akan ada sebuah pola perawatan yang bekerja dengan baik yang sudah Anda mulai dari sekarang.

Konsumsi obat diabetes melitus secara tidak langsung juga akan berpengaruh banyak terhadap kesehatan mata Anda karena menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil.

 

Sekilas Tentang Mata

Untuk memahami apa yang terjadi pada gangguan penglihatan, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu bagaimana mata bekerja.

Mata adalah sebuah bola yang diselimuti membran luar yang lebih keras. Penutup di bagian depan jernih dengan bentuk melengkung.

Daerah melengkung ini disebut kornea, yang berfungsi memusatkan cahaya sekaligus melindungi mata.

Setelah melalui kornea, cahaya akan bergerak melalui sebuah ruang yang dikenal sebagai ruang anterior (berisi cairan pelindung yang disebut aquaeous humor),

melintasi pupil (sebuah lubang pada iris, bagian mata yang berwarna), untuk selanjutnya diteruskan melalui lensa sehingga tampil lebih fokus.

Akhirnya, cahaya melewati ruang berisi cairan lain yang berada di tengah mata (vitreous) dan menuju bagian belakang mata, yaitu retina.

Retina akan merekam dan mencatat gambar yang dipusatkan padanya serta mengubah gambar tersebut menjadi sinyal listrik, yang kemudian diterima dan diterjemahkan oleh otak.

Salah satu bagian retina memiliki bagian yang dikhususkan untuk melihat lebih detail. Area penglihatan ekstra tajam ini disebut macula. Pembuluh darah di dalam dan bagian belakang retina menyuplai darah untuk macula.

 

Resiko Komplikasi Mata Penderita Diabetes

Glaukoma

Penderita diabetes memiliki resiko 40% lebih mungkin menderita glaukoma daripada orang yang tidak mengidap diabetes.

Semakin lama seseorang menderita diabetes, glaukoma lebih umum untuk terjadi. Risiko juga ikut meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Glaukoma terjadi saat tekanan menumpuk pada mata Anda. Dalam kebanyakan kasus, tekanan menyebabkan drainase dari aqueous humor melambat sehingga menumpuk di ruang anterior.

Tekanan seakan-akan mencubit pembuluh darah yang membawa darah ke retina dan saraf optik. Kemudian penglihatan berangsur-angsur menghilang akibat rusaknya retina dan saraf.

Ada beberapa perawatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi glaukoma. Beberapa menggunakan obat untuk mengurangi tekanan di mata, sementara yang lain melibatkan operasi.

 

Katarak

Banyak orang tanpa diabetes juga menderita katarak, namun penderita diabetes memiliki kemungkinan 60% lebih tinggi menderita katarak.

Penderita diabetes juga cenderung mengalami katarak di usia lebih muda dan biasanya berkembang lebih cepat.

Pada penderita katarak, terdapat selaput di lensa mata yang jernih, sehingga menghalangi cahaya untuk masuk.

Untuk membantu mengatasi katarak ringan, Anda mungkin perlu memakai kacamata hitam lebih sering dan menggunakan lensa pengontrol cahaya pada kacamata Anda.

Bagi katarak yang sangat mengganggu penglihatan, dokter biasanya membuang selaput yang menutup lensa mata tersebut. Atau terkadang pasien mendapat transplantasi lensa mata baru.

Pada penderita diabetes, retinopati bisa bertambah parah setelah pengangkatan lensa, bahkan mulai terbentuk glaukoma.

 

Retinopati

Retinopati diabetik adalah istilah umum untuk semua kelainan retina yang disebabkan oleh diabetes. Ada dua tipe utama retinopati: nonproliferatif dan proliferatif.

Baca Juga Artikel : Retinopati Pada Diabetes

 

Peran Obat Diabetes Melitus Pada Komplikasi Mata Diabetesi

Seperti yang telah disampaikan di atas sebelumnya, bahwa konsumsi obat diabetes melitus secara tidak langsung akan berpengaruh banyak terhadap menjaga kadar gula darah Anda tetap stabil.

Disampaikan pula di atas, ada beberapa perawatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi glaukoma. Beberapa menggunakan obat untuk mengurangi tekanan di mata, sementara yang lain melibatkan operasi.

Dengan ini kemungkinan komplikasi terhadap mata Anda akibat kadar gula darah yang tinggi dapat dicegah.

Baca Juga : Berbagai Komplikasi Penyakit Diabetes