Diabetes

ALASAN KENAPA HARUS BERHENTI KONSUMSI GULA MESKI SUDAH KONSUMSI OBAT DIABETES

obat diabetes

Menghentikan gula

Diabetesi biasanya berfokus pada konsumsi obat diabetes untuk menghentikan kemungkinan penyakitnya menjadi menyebar menjadi berbagai komplikasi. Padahal selain mengonsumsi obat diabetes, cara lain untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit berbahaya ada dengan menghentikan penggunaan gula dalam setiap kesempatan. Gula tidak hanya bisa menyebabkan diabetes. Ada berbagai masalah kesehatan lain yang timbul akibat konsumsi gula berlebihan. Banyak penelitian telah membuktikan bagaimana gula berdampak bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa alasan kenapa harus mulai menghentikan gula meski sudah konsumsi obat diabetes.

 

Diabetes

Diabetes berada di puncak alasan kenapa harus mulai menghentikan gula dari kehidupan sehari-hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa gula memiliki andil besar dalam menyebabkan diabetes melalui kandungan kalori tinggi yang terdapat di dalamnya. Obat diabetes tidak benar-benar menyembuhkan diabetes, mereka hanya mengontrol gula darah tetap stabil.

Merusak memori

Penelitian dari UCLA bahwa pola makan dengan tinggi furktosa menyebabkan kerusakan pada kemampuan belajar dan ingatan seseorang. Untuk mengurangi dampak kerusakan tersebut disarankan dengan mulai mengonsumsi makanan tinggi omega-3 yang dapat melindungi otak.

Kerusakan gigi

Sejak kecil anak-anak sudah diajarkan untuk mengurangi makanan manis agar gigi tidak cepat rusak. Kata-kata orangtua itu memang benar adanya, kerusakan gigi dan gula memiliki hubungan yang telah banyak dibuktikan. Ahli kesehatan meyarankan untuk mulai mengurangi gula dalam kehidupan sehari-hari, konsumsi gula di bawah 5% dapat membantu mencegah gigi berlubang.

Asma

Pada tahun 2012 sebuah penelitian di Australia menunjukkan bahwa anak-anak yang meminum setengah liter soft drink dalam sehari memiliki kecenderungan untuk terserang asma atau COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Diseas). Semakin banyak soft drink yang diminum, semakin tinggi pula resiko seseorang terserang gangguan pernapasan tersebut.

Sakit jantung

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2014 menunjukkan antara hubungan gula dengan sakit jantung. Orang-orang yang menerima asupan 25% kalorinya dalam bentuk gula ternyata berpotensi 2 kali lipat menderita penyakit jantung dibanding mereka yang hanya mengonsumsi 7%.

Emory University menemukan bahwa peningkatan konsumsi gula menyebabkan peningkatan resiko sakit jantung dan termasuk pula terganggunya jumlah kolesterol LDL serta rasio antara kolesterol jahat dan kolesterol baik.

Obesitas

Masalah obesitas sudah banyak dijadikan bahan penelitian. Baik pada orang dewasa atau pada anak-anak ternyata gula sangat mempengaruhi kenaikan berat badan hingga obesitas. Para ahli kesehatan sangat menganjurkan pada orangtua untuk mengurangi minuman manis pada anak-anak.

Meningkatkan resiko kanker

Gula berlebih ternyata berhubungan dengan resiko kanker ovarium, kanker esphoageal, dan kanker endometrial. Lebih lagi, obesitas yang disebabkan oleh konsumsi gula akan meningkatkan resiko kanker menjadi lebih besar.

Penuaan

Ternyata diabetes dapat mempercepat proses penuaan. Asupan gula dapat menciptakan glycation atau proses dimana gula bercampur dengan molekul asam amino. Hasil akhir dari glycation ini adalah penuaan dini yang pada kulit dan penyakit-penyakit lain berhubungan dengan usia.

Sumber: thecandidadiet.com

 

Baca juga:: https://yaconaindonesia.co.id/manisnya-obat-diabetes-herbal-alami-dari-cacao/