Tanaman Anti Diabetes Melitus

Tanaman Anti Diabetes

Ada banyak sekali jenis tanaman di dunia ini. Tanaman yang berhasil kita kenal mungkin hanya sebagian kecil saja dari total jumlah yang ada. Dalam artikel ini kita akan membahas Tanaman Anti Diabetes. Mengingat diabetes merupakan penyakit kronis yang terus mengalami peningkatan. Pada buku Konsesnsus Pengelolaan dan Pencegahan DM disebutkan bahwa Badan kesehetan Dunia (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penyandang Diabetes di indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh penjuru dunia diabetes telah menjadi penyakit yang mencuri perhatian karena angka peningkatannya juga karena kronisnya.

Diabetes melitus atau dikenal juga sebagai penyakit kencing manis adalah suatu kondisi dimana kadar gula dalam darah meningkat. Akibat peningkatan kadar gula dalam darah menimbulkan gejala-gejala penurunan kesehatan seperti meningkatnya nafsu makan sedangkan berat badan turun, badan terasa cepat Lelah, sering haus dan di sertai sering buang air kecil. Lebih dari gejala-gejala tersebut, diabetes juga memberikan risiko komplikasi dan kondisi akut seperti luka yang tidak mudah kering, disfungsi ereksi, infeksi, dan lain-lain.

Kadar gula dapat dikatakan tinggi apabila melebihi 200 mg/dl. Pemeriksaan kadar gula dapat dilakukan menggunakan alat glukometer. Namun pemeriksaan kadar gula untuk mendapatkan diagnosis diabetes yang lebih tepat adalah pemeriksaan Hba1c yang hanya dapat dilakukan melalui penanganan tenaga medis.

Apabila anda sedang mengalami kondisi kadar gula darah tinggi jangan khawatir karena ada banyak jalan yang dapat menjadi solusi. Seperti pengobatan diabetes dengan bahan-bahan yang telah disediakan oleh alam disekitar kita.

Apa saja Tanaman Anti Diabetes? Seperti apa? Dan apabila banyak jenisnya, bagaimana cara memilih agar menadapatkan tanaman yang tepat?

Berikut ini adalah pengelompokan tanaman anti diabetes yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah antara lain:

  1. Alpukat, buncis, jagung, jambu biji, lamtoro, mahoni, dan salam adalah kelompok tanaman yang mempunyai kemampuan sebagai astringen. tanaman yang mempunyai kemampuan sebagai astringen dapat mempresipitasikan protein selaput lendir usus dan membentuk suatu lapisan yang melindungi usus, sehingga menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah tidak terlalu tinggi.
  2. Bwang putih, daun sendok, duwet/jamblang, keji beling, kumis kucing, labu parang adalah tanaman yang mampu mempercepat keluarnya glukosa dari sirkulasi. Mekanisme untuk mempercepat keluarnya glukosa dari sirkulasi dengan cara mempercepat darah yang erat kaitannya dengan kerja jantung dan dengan cara mempercepat filtrasi dan ekskresi ginjal sengga produksi urin meningkat jadi sebagai diuretika. Karena laju ekskresi glukosa melalui ginjal meningkat, ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah menurun.
  3. Lidah buaya, Brotowali, Pare, Sambiloto adalah kelompok tanaman yang mampu mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme atau memasukannya ke dalam deposit lemak. Proses ini melibatkan pankreas untuk memproduksi insulin.

Tanaman-tanaman yang tersebutkan diatas masih hanya sebagian kecil yang memang sudah terbukti melalui penelitian. Masih ada banyak jenis tanaman lain yang belum terekam hasil penelitiannya oleh artikel ini.

Penelitian diatas memberikan hikmah bahwa alam memang menyediakan banyak sekali solusi untuk kebutuhan manusia, kita sebagai manusia sudah sepatutnya bersyukur dan tidak layak berputus asa. Setelah mengetahui pemanfaatan tanaman-tanaman tersebut diharapkan dapat mengurangi keluhan-keluhan diabetes di kalangan masyarakat, terutama masyarakat yang masih terhambat faktor-faktor tertentu dalam penanganan diabetes. Seperti faktor biaya, akses kesehatan, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan lain-lain. Semoga bermanfaat, salam sehat sejahtera.